there’s something about geometry + architecture

March 19, 2015

Fashion Design Shaped by Basic Geometry [Part. 1 – DRESS]

Filed under: Uncategorized — rahmaniaalaydrus @ 00:25

Selama ini mungkin kita sudah sering mendengar istilah fashion, dan bahkan kitapun sudah memiliki style dengan karakter yang beraneka ragam dengan tujuan ingin tampil menarik dalam berbagai kesempatan. Fahion mengacu pada busana sekaligus bisa diartikan menjadi ciri khas atau karakter penampilan seseorang yang merupakan pembeda dari jenis busana yang lain. Sedangkan design pada fashion adalah sesuatu yang lebih khusus/unik yang dirancang dan diterapkan pada busana. Kata fashion dan design juga sudah sangat familiar kita ketahui.

Bagaimana jika geometri diterapkan kedalam sebuah fashion?

“The Future Fashion”

Setiap hari kita berada dan dikelilingi oleh ruang dan bentuk. Semua yang ada di bumi dan yang kita jumpai sehari-hari dari mereka memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda.

“The future fashion” secara umum tidak hanya terletak pada teknologi yang lebih canggih dan bahan, tetapi juga bagaimana perkembangan kebutuhan dan keinginan user yang menginginkan sesuatu yang berbeda dan unik. Disinilah bagaimana unsur geometri berpartisipasi secara langsung dalam fashion design yang secara garis besar dapat dipahami langsung oleh user dan dicerna oleh persepsi mereka akan bentuk dan ukuran didalam “ruang” yang mereka lalui sehari-harinya atau bisa disebut “Spatial Understanding”

“Visual Ability”

Beberapa orang berpikir di lingkup bentuk dan ukuran, yang lain berpikir lagi dengan menggunakan visual ability. Ketika memvisualisasikan kita perlu pemahaman geometri untuk dapat melakukan itu.

“Full use of brain capacity to explore a thing”

Singkat cerita tentang koleksi “D” dress ini, dress ini tadinya adalah kumpulan gambar “bentuk” 2D yang dibuat menggunakan sebuah software, setelah ia memperbanyak “bentuk” dia mengeksplorasi berbagai cara, ia mencoba bagaimana ketika “bentuk” tersebut disejajarkan secara vertikal/horizontal, ditumpuk, diletakkan atadan lainnya, sampai pada akhirnya ia terpikirkan bagaimana ketika kumpulan “bentuk” yang menjadi “bentuk-bentuk” 2D tadi jika digambarkan secara 3D.

Ketidakpuasan bisa menambah rasa penasaran untuk mencoba lagi dan lagi. Ia ingin mencoba bagaimana ketika “bentuk-bentuk” tadi diterapkan kedalam sebuah gaun. Sebuah pemotong laser atau plotter memotong pola dari kain, yang kemudian dijahit ke gaun. Semua desain yang bersatu di sekitar tema little black dress, dan triangulasi yang digunakan dalam perangkat lunak. Hal ini memungkinkan setiap orang pada dasarnya untuk membuat desain baju yang inovatif mereka sendiri.

“Creative use of geometry”

Teknologi yang semakin berkembang selalu memberi banyak peluang terutama bagi kreativitas. Designer (Arena Paige), seorang mahasiswa dari London College of Fashion. 

Ia mencoba untuk membuat garis sendiri (bentukan 2D) yang kemudian ia terapkan kedalam pakaian menarik, yang mana ia juga terinspirasi dari matematika. Geometri dan 3D-modeling gadis itu membantu menciptakan koleksi yang luar biasa bertekstur musim gugur-musim dingin 2012-2013

Gadis yang menggunakan baju yang di design oleh Arena Paige seolah menyerupai “sculptures that come to life“. Untuk mencapai ukuran yang tidak biasa dan tekstur Arena Paige mengolah hal itu dengan sedikit trik: sketsa awal menggunakan geometri dalam pola 2D lalu ia terapkan ke 3D-modeling. Potongan yang dihasilkan Paige mengeksplorasi modul (bagian-bagian) lalu ia pindahkan ke kertas, lalu terbentuklah pola 2D dari modul-modul yang ia susun dalam kertas. Setelah itu baru ia eksplorasi menjadi pola 3D yaitu sebagai potongan-potongan kain. Dalam hal ini satu modul secara bersamaan bisa berfungsi sebagai unsur beberapa model yg berbeda.

Beberapa contoh diatas bisa disebut sebagai journey from 2D to 3D dengan bantuan bentuk-bentuk geometri telah menciptakan banyak koleksi indah di dunia fashion bahkan bisa juga disebut “Futuristic Fashion” jika diolah dengan menggunakan bentuk geometri dan dipadukan dengan pikiran.

“3D THINKING”

2D maupun 3D merupakan suatu bentuk dimensi yang berasal dari geometri. Penggunaan segitiga, kotak dan bentuk lainnya sangat mempengaruhi hal ini. Di bidang televisi, film, dan bahkan hal-hal kecil seperti teka-teki atau buku semua juga dipengaruhi oleh geometri.

Berikut ada satu video yang menjelaskan dengan sebuah contoh bagaimana penerapan dan eksplorasi bentuk 2D menjadi 3D yang langsung ditujukan kepada fashion

RAHMANIA ALAYDRUS

Arsitektur Interior 2012

Npm: 1206261964

REFERENSI

http://thefabweb.com/30765/paige-arena-arena-page-geometry-and-3d-modeling-of-the-girl-in-fashion/

http://www.continuumfashion.com/D.php

http://www.mathworksheetscenter.com/mathtips/geometry.html

3 Comments »

  1. sangat menarik nia,bagaimana anda membahas geometri tersebut ke bidang fashion. namun ada yang ingin saya tanyakan,dari yang anda post diatas bahwa geometri terhadap fashion lebih ke bentuk bentuk yang semakin abstrak dalam dress. adakah contoh lain ke fashion yang lebih sederhana? misalkan geometri terhadap kaos dan celana jeans?apakah ada pengaruh dari geometri ke hal tersebut? terimakasih nia

    Comment by elizasinaga — March 28, 2015 @ 19:39

  2. Hai, Eliza! Mungkin ketika itu diaplikasikan kedalam kaos atau fashion yang sederhana yang notabennya tidak terlalu memikirkan proporsi antara fashion tersebut dan tubuh manusia, geometri tersebut juga dapat diaplikasikan sebagai sebuah motif pada pakaian (baik kaos maupun celana) yang dapat menghadirkan persepsi visual yang luar biasa terhadap bentukan tubuh seseorang. Seperti yang dibahas di atas, bagaimana ia memperbanyak “bentuk” dia mengeksplorasi berbagai cara, ia mencoba bagaimana ketika “bentuk” tersebut disejajarkan secara vertikal/horizontal, ditumpuk, diletakkan atadan lainnya, sampai pada akhirnya ia terpikirkan bagaimana ketika kumpulan “bentuk” yang menjadi “bentuk-bentuk” 2D tadi jika digambarkan secara 3D, garis horizontal itu sendiri sebetulnya menimbulkan persepsi gemuk secara tidak langsung, sedangkan garis vertikal membantu membuat penggunanya terlihat kurus. Menurut saya, ini diakibatkan karena adanya ilusi mata (optis) dan hadirnya persepsi yang diakibatkan oleh motif yang dihadirkan pada contoh fashion yang sederhana, konteks pakaian, maupun lekuk tubuh. Warna juga terkadang mempengaruhi ilusi mata yang terjadi. Mungkin bisa menjadi bahasan bagaimana ilusi muncul pada pakaian yang sederhana saat dipakai, sehingga menciptakan persepsi terhadap ukuran tubuh seseorang.

    Comment by rahmaniaalaydrus — March 29, 2015 @ 10:36

  3. Hi Nia! Menarik sekali pembahasan anda mengenai geometri dan fashion. Saya tertarik dengan eksplorasi bentuk dari pakaian yang digunakan oleh manusia itu sendiri. Pada pembahasan tersebut Nia sudah menjelaskan bahwa eksplorsai bentuk untuk membuat desain baju inovatif mereka sendiri, namun bagaimana dengan hubungan antara baju tersebut dengan manusia? Adakah contoh baju yang dirancang sesuai gerakan-gerakan kebutuhan manusia atau mungkin membentuk gerakan tubuh manusia? Adakah penjelasan mengenai proporsi tubuh manusia dengan rancangan dari baju baju tersebut? Terimakasih😀

    Comment by zaglishabrict — March 30, 2015 @ 03:45


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: