there’s something about geometry + architecture

March 28, 2015

Self-Assembly Geometry

Filed under: Uncategorized — aldofeandri @ 01:30

Dapatkah sebuah bangunan membangun dirinya sendiri ? Pertanyaan ini dapat muncul jika kita mengamati geometri yang ada di alam yang secara alami membangun dirinya sendiri.

Sebagian besar geometri yang muncul secara alami terjadi secara self-assembly. Self-assembly adalah bagaimana kumpulan kompenen sederhana dapat bekerja sama membentuk sesuatu yang spesifik, dapat juga diartikan sebagai proses dari kumpulan komponen sederhana dalam keadaan acak yang kemudian membentuk struktur yang lebih rumit secara mandiri. Selama proses ini tidak ada aturan atau arahan dari luar sistem, setiap komponen secara tipikal mematuhi aturan sederhana yang mengatur bagaimana mereka bergabung. Alam dapat membentuk formasi struktur yang rumit secara self-assembly, mulai dari formasi kristal air (snowflake), struktur biologis seperti virus, sampai pada tingkat yang lebih besar seperti formasi galaksi.

Snowflake1

Self-assembly pada kristal air

Figure11

Self-assembly pada virus

ngc3892_575

Self-assembly pada Galaksi


water self assemblySelf-assembly pada kumpulan molekul air

Terlebih lagi, yang menarik dari self-assembly pada alam yaitu munculnya golden ratio, seperti pada kristal air yang disusun dari molekul-molekul air (H2O) secara self-assembly. Kumpulan molekul air dalam keadaan tertentu dapat mengatur dirinya sendiri secara mandiri. Molekul air (H2O) sebagai komponen sederhana yang membentuk kristal air memiliki bentuk yang unik, yaitu: sudut yang terbentuk dari 2 atom hydrogen yang menempel pada sebuah atom oksigen membentuk sudut 108’, yang secara alami dapat membentuk segi 5 beraturan. Pada segi 5 beraturan perbandingan jarak perpotongan diagonal-diagonalnya menghasilkan golden ratio / φ (lihat gambar, a/c = φ = 1,618034….). Apakah self-assembly pada kumpulan molekul air menjadi dasar dari munculnya golden ratio pada tingkatan yang lebih besar, seperti pada mahluk hidup yang juga membutuhkan air untuk dapat hidup ?

water_pentamer

Self-assembly dan golden ratio pada kumpulan 5 molekul air yang membentuk segi 5 beraturan


Pada tingkat molekul self-assembly dapat dipelajari dengan mengamati geometri komposisi dasar pembentukan sebuah molekul yang kemudian dapat diterjemahkan menjadi teknologi self-assembly yang dapat digunakan pada tingkatan yang lebih besar, bahkan sebuah bangunan.

b86b674a1b60b08df9ffebda8fb5bd3afd6bbfac, httpss.yimg.comcdresizer2.0FIT_TO_WIDTH-w500b86b674a1b60b08df9ffebda8fb5bd3afd6bbfac.jpg

Self-assembly pada tingkat molekul

DSC_0019_Combined_Small

Self-assembly pada geometri molekul


Berhubungan dengan ruang arsitektur yang sering muncul dalam bentuk bangunan yang tersusun dari material-material; Apakah fenomena self-assembly dapat digunakan sebagai cara baru untuk berpikir ulang mengenai material? Material sebagai media baru untuk memulai merancang ? Material yang dapat muncul dalam bentuk modul, yang kemudian dapat menyusun ulang dirinya sendiri, dapat berubah, fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan ruang penggunanya ? Material yang dapat beradaptasi secara mandiri ?

CrambinCompiled2_smallpipe-transformation_combined

Big Shed Project-DM1MIT-Self-Assembly-Lab-Makes-Programmable-Wood-Carbon-Fiber-Clothing-1024x552

CarbonFiber_Curl_COMBINED

Self-assembly adalah salah satu cara dari banyak cara (bahkan tidak terbatas), yang menggunakan geometri sebagai alat untuk eksplorasi perancangan.


Sumber:

http://self-assembly.net/wiki/index.php?title=Main_Page

http://www1.lsbu.ac.uk/water/platonic.html

1 Comment »

  1. Dalam tulisan ini saya melihat bagaimana self-assembly sebagai morfologi bentuk, di mana semua hal terbentuk sesuai fungsi dan force-nya masing-masing.
    Sebagai contoh bagaimana yang dimaksud self-assembly pada suatu galaksi; galaksi tidak terbentuk sendirinya, ada force yang berasal dari berbagai macam hal seperti: ledakan bintang, gravitasi, lubang hitam, cahaya bintang, gas, dan benda serta aksi dan reaksi lainnya. Kemudian pada kristal es, mungkin saja hanya bentuk itu yang memungkinkan komponen-komponen mikro membentuk kristal es, apabila bukan bentuk itu, mungkin saja akan menjadi benda yang berbeda.
    Tetapi dalam hal ini self-assembly harus dijelaskan terlebih dulu apa saja yang termasuk ‘self’ dalam proses pembentukannya, apakah ‘fungsi’ dan ‘force’ juga adalah termasuk ‘self’ itu sendiri? Ataukah di luar ‘self’?

    Comment by ignatiusadrian — May 22, 2015 @ 23:43


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: