there’s something about geometry + architecture

March 29, 2015

Ilustrasi Geometri Tentang Kesadaran Manusia

Filed under: Uncategorized — shabyhanifa @ 17:49

Dapatkan kita mengilustasikan kesadaran dalam sebuah diagram? Dapatkah kita membuat sebuah realisasi dari sesuatu yang sangat abstrak, yang keberadaannya pun sering diperdebatkan? Seorang psikolog yang pernah belajar sebagai arsitek dari New Zealand, Benjamin Betts, mencoba membuat diagram matematika berdasarkan evolusi kesadaran manusia lewat bentuk geometri dalam Geometry Psychology, or, The Science of Representation (1887). 

7080690645_135ec92150_b

6934617788_5196eddae7_b

6934617978_84e74fc808_b

7080691377_df89b7e753_b

7080691615_04b806f9fd_b 

Betts merepresentasikan fase-fase dari evolusi kesadaran manusia melalui diagram matematika yang simbolik, entah secara sengaja atau tidak sengaja sehingga membentuk sebuah bentuk geometri yang menyerupai tanaman—bunga, dan sepertinya Betts mencoba untuk merepresentasikan bentuk kesadaran secara universal melalui bentuk bunga tersebut. Betts menganggap bahwa kesadaran manusia adalah satu-satunya hal yang dapat dipelajari manusia secara langsung, karena semua hal selain itu dipersepsikan melalui kesadaran manusia terlebih dahulu. Betts mempelajari evolusi manusia tidak melalui bentuk fisik nya, tetapi melalui sudut pandang metafisika. Bentuk ini yang merepresentasikan perkembangan kesadaran manusia mulai dari ketika manusia masih sebagai hewan (primitive, kesadaran saat telah menjadi manusia, serta kesadaran spiritual manusia.

6934618838_a4a4651e26_b 7080692217_6039401ff7_b 6934619338_fd3bb75222_b 7080692741_c03084a1eb_b 7080692973_ef9e6934db_b

Ia menganggap bahwa diagram matematika merupakan hal yang paling tepat dan ‘jujur’ untuk menggambarkan aktivitas subjektif manusia. Oleh sebab itu, ia menamakan metode ini sebagai “The Science of Representation”, representasi melalui sains (dalam hal ini matematika). Betts mengatakan bahwa matematika dan angka adalah mediator antara sesuatu yang ada dengan sesuatu yang tidak ada.

Betts merepresentasikan kesadaran dengan cara yang kompleks dan penuh pengandaian, ia menggambarkan ide manusia sebagai sudut, pikiran baik dan buruk sebagai warna, persepsi manusia akan sesuatu yang ia alami saat itu sebagai bentuk, dan berbagai macam pengandaian lainnya. Dibalik kerumitannya, diagram ini memiliki nilai lebih dalam hal estetika namun bukan dalam akurasi, karena pada saat itu ilmu neurologi dan psikologi masih belum berkembang dan informasi tentang kesadaran manusia masih terbatas. Oleh sebab itu, diagram ini lebih dapat dinikmati sebagai sebuah karya seni, bukan diagram matematis yang penuh dengan teori dan hitungan. Betts dinilai cukup berhasil dalam menggabungkan sains dan psikologi dalam sebuah karya yang bernilai seni.

Referensi :

http://www.brainpickings.org/2012/11/20/geometrical-psychology-benjamin-betts/

http://www.dataisnature.com/?p=1693

http://io9.com/5963143/the-19th-century-psychologist-who-tried-to-illustrate-consciousness-with-geometric-shapes

http://publicdomainreview.org/collections/b-w-betts-geometrical-psychology/

Shaby Hanifa D. / Arsitektur / 1206239996

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: