there’s something about geometry + architecture

March 30, 2015

before and after

Filed under: Uncategorized — ranynasir @ 12:17

Before and After
Pernah melihat seorang wanita yang merias diri menggunakan make up sehingga tampil lebih cantik? Pada topik berikut saya mencoba menganalisa tentang peranan geometri yang dijadikan acuan dalam membuat riasan wajah agar tampil lebih cantik.
Wajah wanita memiliki beberapa bentuk yang berbeda. Untuk mendapatkan hasil riasan yang memuaskan maka si perias harus memahami terlebih dahulu bentuk wajah orang yang diriasnya. Saya melihat dalam merias wajah, seperti terdapat suatu garis patokan imajiner berupa segitiga dan segi empat. Tampaknya para perias cenderung menggunakan patokan ini dalam menghasilkan suatu karya rias.

2

Walaupun bentuk wajah berbeda namun pada prinsipnya acuan bentuk geometri yang digunakan cenderung sama. Saya mencoba membuktikan analisa saya ke dalam beberapa contoh sebagai berikut :

1

4

Tampak pada wajah sebelum dimakeup, posisi alis lebih pendek dan jika ditarik garis lurus dari ujung alis ke ujung mata, garis tersebut jatuh di dagu. Berbeda dengan gambar 2 yang sudah mendapatkan sentuhan makeup dengan membuat alis jadi lebih panjang sehingga saat ditarik garis lurus dari ujung alis ke ujung mata maka garis tersebut jatuh di tengah bibir bagian atas. Dan ini sesuai dengan bentuk imajiner segitiga yang telah dijelaskan sebelumnya. Jadi lebih cantik bukan?

3

Demikian juga halnya dengan contoh selanjutnya. Pada contoh sebelum dimakeup, jika ditarik garis dari ujung alis ke ijung mata maka akan jatuh di ujung hidung. Sementara setelah mendapatkan sentuhan makeup maka jika ditarik garis dari ujung alis ke ujung mata maka akan jatuh tepat di atas bibir.
Untuk para wanita, ternyata segitiga imajiner dapat membantu kita dalam merias wajah. Selamat mencoba…:)
Sumber :
http://www.emlii.com/5b1c06bf/This-Guy-Reveals-How-We-Are-Cheated-and-Deceived-Every-Single-Day-of-Our-Lives
http://www.stylist.co.uk/beauty/the-golden-rules-for-contouring-your-make-up

6 Comments »

  1. Pembahasan yang menarik. Kira-kira para dokter spesialis bedah plastik apakah juga menggunakan metode yang serupa ya dalam merekonstruksi wajah pasiennya?

    Comment by achastex — March 30, 2015 @ 19:37

  2. thx rahma…..menurut saya mungkin ada juga metode yang sama digunakan para ahli bedah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seandainya saya adalah dokter bedah, mungkin saya akan menggunakan suatu pola wajah selebriti yang cantik untuk saya aplikasikan pada wajah pasien saya. dengan begitu hasilnya akan lebih maksimal karena menggunakan contoh yang sudah pasti.

    Comment by ranynasir — March 31, 2015 @ 08:25

  3. saya suka dengan topik pembahasannya. dalam geometri arsitektur, kita juga membahas golden section dalam mencari suatu keindahan. dan terlintas pertanyaan ini dari saya, apakah segitiga yang anda sebutkan dalam hasil make up tersebut juga didapatkan dari analisa golden section? atau mungkin, secara natural atau sebelum make up pun unsur garis pada wajah sudah membentuk kecantikannya sendiri? terima kasih😀

    Comment by Rumaishatul Ulya — April 1, 2015 @ 17:51

  4. Dalam pembahasan ini saya tidak sedikitpun menyentuh topik Golden Section. Di sini saya hanya mencoba menunjukkan hasil analisa saya dengan mengambil suatu image cara merias wajah yang benar. Dari image itu saya coba menarik garis , vertikal, horizontal dan beberapa garis yang ternyata membentuk segitiga. Dari seluruh image tersebut saya menemukan sepertinya patokan yang digunakan merupakan suatu patokan yang sama walaupun bentuk wajahnya berbeda-beda.

    Comment by ranynasir — April 12, 2015 @ 19:29

  5. Halo! menarik sekali topik pembahasannya. Saya juga pernah membaca mengenai segitiga imajiner yang digunakan dalam merias wajah dan ingin berbagi dari yang saya pernah baca hehe. Dari sumber yang saya dapatkan, segitiga tersebut merupakan alat bantu dalam merias wajah yakni highlight&countour serta penegasan pada mata (alis terutama). Hal tersebut diperlukan untuk menegaskan garis wajah serta bagian yang ada didalam segitiga imajiner tersebut merupakan daerah yang terkena cahaya lebih banyak sehingga perlu penegasan. Hehe sekian, semoga membantu ya, terimakasih😀

    Comment by AlishaShabrina — June 14, 2015 @ 22:46

  6. *contour

    Comment by AlishaShabrina — June 14, 2015 @ 22:47


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: