there’s something about geometry + architecture

March 30, 2015

Fibonacci Numbers and Phi in Music

Filed under: Uncategorized — ranynasir @ 03:14

Deret fibonacci dan golden section biasa muncul dalam hasil karya dua atau tiga dimensi yang diidentikkan dengan keindahan. Namun ternyata deret fibonacci juga digunakan oleh para komposer dalam lagu.
Tangga nada dalam musik barat berdasarkan pada natural harmoni yang dibuat menggunakan rasio frekwensi. Rasio tersebut merupakan 7 deret pertama pada deret fibonacci yaitu 0,1,1,2,3,5,8.
Berikut tabelnya :

tbl

Dari beberapa lagu yang cukup familiar diantaranya adalah lagu Just Give Me a Reason (PINK) yang mengandung unsur deret fibonacci dan Golden section yang digunakan pada bagian-bagian penting lagu tersebut sehingga menyebabkan lagu tersebut terdengar sangat populer (The song attained worldwide success, topping the charts in twenty-one countries including the United States, Austria, Australia, Canada, Czech Republic, Iceland, Ireland, Lebanon, Italy, Luxembourg, Mexico, Netherlands, New Zealand, Poland, Portugal, Scotland, Slovakia, Sweden, as well as peaking within the top five in more than ten countries as United Kingdom, Belgium, Brazil, Denmark, Finland, France, Israel, Norway, Switzerland and Spain. In the US — http://en.wikipedia.org/wiki/Just_Give_Me_a_Reason ).
Seperti apakah bagian yang mengandung unsur deret fibonacci dan golden section pada lagu tersebut?

11
Vokal dimulai pada kunci G (5)

12
Pre Chorus

13
Jeda 3 ketuk sebelum reff ( three beat long paused)

14
Reff

15

Bridge, bagian kontras dari lagu ini

Bagaimana meletakkan bridge pada lagu tersebut? Kisaran peletakannya juga berdasar pada phi (61,8%). Cara menghitungnya adalah sebagai berikut :
Durasi lagu x 60 = 4.02 x 60 = 242
Lalu 242 x 0.618 =149,556
Dan 149,556/60 = 2,49
Di menit ke 2 sekitar detik 49, merupakan kisaran peletakan bridge tersebut.
Jika durasi pada lagu dikalikan dengan 0,618 maka pada kisaran menit tersebut akan didapati suatu bagian yang berbeda dari sebuah lagu. Bisa berupa reff, melodi, dan yang lainnya.

Contoh lainnya dapat dilihat pada lagu :
Hujan Gerimis Aje – Benyamin S (2:12)  1:20
You’re All I Need – White Lion (4:32)  3:00
Tak ada logika – Agnes Monica (3:45)  2:30
Hijrah Cinta – Rossa (5:10)  3:30

Menurut saya hal ini sangat menarik. Karena ternyata sesuatu yang biasa didengar di telinga memiliki suatu cara tertentu dalam pembuatannya agar terasa enak didengar dan tidak membosankan.
Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=uv7rpcU29Nk
https://www.youtube.com/watch?v=kijpcUv-b8M
https://www.youtube.com/watch?v=OpQFFLBMEPI
https://www.youtube.com/watch?v=fWNaR-rxAic
https://www.youtube.com/watch?v=zvCBSSwgtg4
http://www.goldennumber.net/music/
https://www.youtube.com/watch?v=tXEqcvJ4XUE&index=9&list=PLCF5FCFD7CFFC0B2E
https://www.youtube.com/watch?v=dFXUnBbDU0k
https://www.youtube.com/watch?v=plDMIAPF6GU
https://www.youtube.com/watch?v=2DbHkjX-C1E

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: