there’s something about geometry + architecture

March 30, 2015

Keabu-abuan Penggolongan Geometri dalam Arsitektur Vernakular

Filed under: Uncategorized — avisovia @ 11:01
Tags: , ,

Wajah arsitektur Indonesia yang memiliki bermacam-macam suku tampak pada rumah tradisionalnya. Rumah tradisional masyarakat tertentu merupakan hasil kebudayaan masyarakatnya selama bertahun-tahun. Arsitektur tanpa arsitek yang merupakan cerminan dari kebudayaan itu biasa disebut arsitektur vernakular maupun arsitektur etnik. Pembahasan ini tentunya sangat menarik dilakukan di Indonesia yang notabene mempunyai bermacam-macam rumah tradisional yang masing-masing berkarakter kuat. Lalu, bagaimana geometri muncul sebagai jati diri pada rumah-rumah tradisional ini? Apakah bentuk-bentuk arsitektur tersebut masih dikatakan sebagai bagian dari geometri walaupun tidak mengikuti kaidah platonic solid maupun Euclidean?

Rumah tradisional masyarakat Indonesia dimaknai tidak hanya sebagai rumah tempat tinggal melalui hal yang terlihat. Tapi memiliki arti yang lebih dalam lagi. Kepercayaan, kebiasaan, larangan, cinta, dan apapun yang suku adat tertentu anggap lebih penting mereka ‘masukkan’ ke dalam rumah mereka. Keterkaitan antara manusia adat dengan tempat ia tinggal sangat sederhana sekaligus sangat rumit dalam satu waktu. Bagaimana masyarakat adat memahami ruang secara intuitif di alam. Kita mempersepsikan dunia dari referensi sudut tegak lurus di dalam hubungannya dengan bidang horizontal dan vertikal (1).

Pada alam tempat geometri ini berada, dimana manusia dapat mempersepsikan dunia secara horizontal dan vertikal mengakibatkan manusia dapat menentukan posisi serta orientasinya terhadap suatu tempat. Pada arsitektur tradisional biasanya orientasi dilakukan melalui kondisi geografis seperti letak sungai, gunung, lembah, air terjun, dan sebagainya. Melalui titik orientasi, penarikan titik orientasi terhadap kedudukan manusia itu sendiri menjadikan manusia memahami geometri menjadi simetris, non simetris, golden section, dsb. Bentuk geometri yang terjadi di alam ini pun tidak bisa dengan sederhana dinyatakan sebagai bentuk tertentu.

Terbentuknya sebuah bentuk (form) merupakan resultan dari kehadiran banyak force yang berada di dalam atau di sekitarnya. Bentuk akan terus berevolusi dengan beradaptasi terhadap force yang ada. (2). Terjadinya arsitektur vernakular dipengaruhi beberapa hal yaitu; material yang tersedia di alam, metode konstruksi yang diterapkan turun menurun, pemilihan tapak berdasarkan kepercayaan masyarakat, hubungan sosial masyarakat dan adat-adat yang biasa diterapkan (3)

Arsitektur tradisional alias vernakular yang dijelaskan oleh orang-orang tersebut terlihat melalui rumah adat di Indonesia yang sangat dinamis ditunjukkan oleh geometri yang sangat beragam dari sabang sampai merauke. Pengaruh force dan evolusi atau lebih sederhana disebut trial and error menjadi awal terbentuknya rumah-rumah adat masyarakat suku di Indonesia yang kita lihat sekarang. Karena hal itulah rumah-rumah adat pada masyarakat di Indonesia tidak bisa dinyatakan geometrinya secara singkat melalui platonic solid, Euclidean, non-Euclidean, dan sebagainya karena pendekatan yang terjadi melalui trial and error, bukan dengan proses perancangan layaknya pada masa setelah revolusi industri di Eropa.

(1) Crowe, Norman, 1995. Nature and the Idea of a Man-made World-An Investigation into the Revolutionary Roots of Form and Order in the Built Environment. Cambridge Massachusetts: The MIT Press. United States of America.
(2) Thompson, D’Arcy. 1961: On Growth and Form, Cambridge University Press, United States of America. 1942. Page 12
(3) Rapoport, Amos. 1969. House, Form and Culture. Prentice Hall International. United States of America. Page 78

–1206238980

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: