there’s something about geometry + architecture

March 30, 2015

The Geometry of Thought

Filed under: Uncategorized — AnnisaFauzia @ 00:52

Visuals are The Language of Intuition

Pada alam bawah sadar, Shapes menyampaikan emosi, menangkap kesatuan atau keseluruhan dari suatu konsep, dan memberikan sebuah pemahaman kontekstual. Pemahaman mengenai shapes ini akan tetap tersimpan walaupun makna utamanya sudah hilang oleh waktu. Misalnya, beberapa hal sehari-hari seperti pohon atau batu, akan ditangkap oleh setiap orang secara berbeda-beda karena bentuk yang ditangkap setiap orang dalam menghasilkan suatu idea (form) dalam fikirannya, berbeda-beda.

Sering kali, tubuh kita secara intuisi akan lebih mengetahui, lebih dari bagaimana otak kita mengerti tentang apa makna suatu gambar. Bahasa dari shape, dilafalkan dengan bantuan intelijensi spasial dan kinetis, di dibaca secara visual. Walaupun penggunaan dan pemahaman kita terhadap shapes ini bentuknya intuitif dan unconcsious, namun ternyata kita selalu berkomunikasi dengan bahasa shapes setiap harinya.

Humans Share this Universal Language

Ketika kita bepergian ke suatu daerah yang memiliki perbedaan bahasa, etnik, dan budaya, namun kita perlu melakukan komunikasi dengan warga setempat, misalnya menanyakan arah jalan atau menanyakan area-area tertentu, kita biasa berkomunikasi dengan gesture. Orang-orang dengan perbedaan umur, tradisi, ras, dan letak geografis, akan tetap memiliki sebuah konsep umum mengenai bagaimana suatu ide, konsep, atau forma mengenai bentuk, yang mirip satu dengan lainnya. Oleh karena itu, banyak organisasi-organisasi global yang menggunakan “visual language”dalam menyampaikan tujuan dan program. Gambar-gambar yang paling berpengaruh adalah yang memiliki bentuk yang sederhana yang bentuknya mirip dengan gesture-gesture yang bisa kita buat dengan tangan kita. Ketika dunia menjadi terasa semakin kecil dan lingkup komunikasi kita meluas, cara komunikasi satu sama lain akan semakin sederhana yaitu dengan hanya gesture, karena akan semakin banyak partner bicara kita yang memiliki sangat sedikit kesamaan dengan kita. Cara komunikasi ini memang terbatas tidak sampai hal-hal detail, namun setidaknya, dapat menyampaikan “big picture” dari suatu hal yang ingin disampaikan.

Words Capture Ideas; Images Free Them

Selama lebih dari 20 Abad, seni dan komunikasi dipisahkan dalam peradaban dunia Barat. Seni digunakan untuk hiburan dan dekorasi, sedangkan komunikasi dilakukan dengan kata-kata, baik ditulis atau diucapkan. Lukisan gua dianggap kuno dan buku bergambar dianggap hanya untuk anak-anak. Namun, hal-hal ini mulai berubah sejak akhir abad ke- 20, dengan kemajuan World Wide Web, bentuk komunikasi “many-to-many”, dan kemajuan inovasi.

Ada empat tingkatan mengenai bagaimana suatu gambar digunakan, pada masa ini.

1. The Random Use of Images. Gambar digunakan sebagai dekorasi dalam penulisan teks supaya teks terlihat dan dianggap menarik.

2. Art to Invoke Meaning and Emotion. Seniman-seniman yang mengajak untuk “berbicara secara intuitif”, dengan menggunakan tangan dan anggota tubuhnya untuk menyalurkan pemahamannya mengenai shape of thought ke dalam dunia yang pesat teknologi ini.

3. The Shape of Thought Approach: Merespon suatu imagery dengan keinginan mendalam: untuk memahami makna utama dari shapes and symbols, dan mengaplikasikannya dengan penuh pertimbangan.

4. Developping The Shape of Thought. Membokar dan menemukan pattern-pattern baru dalam suatu data dan mengintegrasi pengetahuan baru ini kepada suatu aturan baru dalam visualisasi. Dalam tingkatan tertinggi dari suatu imagery, kita belajar dari pattern-pattern yang muncul secara natural dari suatu informasi. Shapes of thoughts sangat membantu kita ketika patterns menyediakan informasi yang belum dapat kita pahami sebelum kita memvisualisasikannya.

Menurut saya, teori shapes of thoughts ini ada kaitannya dengan teori Rasionalisme. Di mana, suatu pengetahuan berasal berdasarkan reason. Penganut rasionalis, mengklaim bahwa tanpa memiliki prinsip dan kategori-kategori dalam dirinya, manusia tidak akan mampu mengorganisasi dan menginterperetasikan informasi-informasi yang diberikan oleh indera. Maka dari itu, menurut rasionalisme, manusia harus sudah memiliki innate concepts, dari dalam dirinya untuk mereka bisa memahami suatu ide yang ditangkap indera dengan bantuan ide atau forma yang sudah mereka miliki di fikiran.

Dalam hal ini, kaitannya adalah bukan dari manakah innate concepts tersebut didapat, namun, bagaimana sistem konsep ini bekerja. Menurut saya, sistem konsep pada pikiran dalam teori rasionalisme, memang dapat diaplikasikan kepada teori ini. Apabila manusia memang memahami sesuatu dengan mengkaitkannya dengan konsep dalam pikiran, maka gesture yang mereka gunakan untuk mengkomunikasikan ide tersebut kepada partnerkomunikasinya akan bergantung pada bagaimana forma ide tersebut dalam pikiran mereka. Misalnya, manusia ingin membicarakan tentang gunung. Konsep dalam pikirannya, gunung memiliki bentuk geometri segi tiga, dengan satu puncak tertinggi dan melebar pada kaki-kakinya. Maka, ketika membicarakan gunung, manusia akan cenderung menyambungkan ujung ke dua tangan mereka membentuk suatu sudut lancip menyerupai ide tentang gunung tersebut.

References: 

http://shapeofthought.typepad.com/shape_of_thought/2010/07/what-is-the-shape-of-thought.html

Kleinman, Paul. 2013. Philosophy 101. USA: Adams Media, a division of F+W Media, Inc.

1 Comment »

  1. Menurut saya, bahasan ini sangat menarik, karena merupakan basic dalam membahas banyak hal, karena kaitannya langsung dengan bagaimana manusia berpikir dan bereaksi. namun yang kemudian menjadi pertanyaan adalah hierarki dari ‘shape of thoughts’, kehadiran suatu image dan forma, dan realitanya jika dikaitkan dengan rasionalisme dan dengan konteks arsitektur, sehingga dapat terlihat jelas bagaimana peran dari cara berpikir manusia terhadap ruang dan bagaimana manusia dan ruang saling bereaksi. terimakasih banyak.

    Comment by citrawallad — March 30, 2015 @ 01:44


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: