there’s something about geometry + architecture

April 5, 2015

Golden Ratio: Ayam atau telur

Filed under: classical aesthetics — kanigaraa @ 08:28

“Eh golden ratio ada di logo A lho”

“Si B menggunakan golden ratio sebagai basis lukisannya”

“Di wajah yang cantik itu ada golden ratio-nya”

 * * *

                                Diatas merupakan hal yang saya sering dengar mengenai golden ratio. Pembicaraan mengenai golden ratio entah kenapa menjadi semakin sempit seiring perkembangan (dalam hal ini syaa melihat dari tren post yang ada dalam blog ini dan juga pembahasan yang ada dalam blog-blog geometry).  Pertanyaan yang muncul pun hanya seputar eksistensi golden ratio dalam sebuah hasil rancangan

Dari fenomena munculnya kalimat-kalimat diatas, muncul 2 pertanyaan bagi saya:

  1. Jika memang benar demikian, Apakah golden ratio memang berlaku sebagai acuan dasar sehingga jejak penggunaannya muncul pada desain? Sebagai ayam?
  2. Apakah hanya sesuatu yang dicari-cari dari sebuah perhitungan matematis pada desain-desain yang berhasil? Sebagai telur?

Mengutip Herz Fitcher

“The golden Rectangle, whose length and width are the segments of a line divided according to the Golden Section, occupies an important position in painting, sculpture, and architecture, because its proportion have long been considered the most attractive to the eye.”[1]

Sebenarnya apakah golden ratio, dan apakah kegunaannya untuk perancang? Dalam hal ini objek dikatakan memiliki nilai estetik dan daya tarik bagi manusia ketika memiliki golden ratio di dalamnya. yang selama ini tertanam pada benak sebagian orang yang terkesima dengan mukjizat golden ratio, namun buta terhadap fakta-faktanya. Terkadang menemukan golden ratio pada suatu objek sudah menjadi kepuasan tersendiri.  .

Ada beberapa bukti yang menyatakan keabsahannya, ada pula yang menegasikan argumen-argumen tersebut contohnya, dalam makalah tulisan George Markowsky yang berjudul Misconception about Golden Ratio, dipertontonkan perbedaan argument mengenai hal ini.  Saya tidak bisa memastikan bahwa golden ratio dapat memberikan efek sesigniifkan itu untuk persepsi manusia.

Jika demikian, mari berspekulasi memang golden ratio memiliki mukjizat demikian. Bagi saya “tidak ada bukti” dan “bukti yang menyatakan tidak ada” adalah hal berbeda. Anggaplah Golden Ratio memang memberikan efek sedemikian rupa, lalu harus diapakan? Bagi saya pertanyaan dan analisis kita harus lebih dari sekedar ditemukan atau tidak. Tidak ada gunanya bagi perancang, jelas hal itu akan ditemukan jika memang kondisi pertama benar.

Kanigara Ubaszti Putra

1206244592

[1] Roger Herz-Fischer, A Mathematical History in Division and Mean Ratio, Wilfrid, Laurier University Press, Waterloo, Canada, 1987.

Markowsky, George. Misconceptions about the Golden Ratio. The College Mathematics Journal (1992)

Green, Christopher D. All That Glitters: A Review of Psychological Research on the Aesthetics of the Golden Section. (1995)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: