there’s something about geometry + architecture

April 6, 2015

EMOSI DALAM MERANCANG

Filed under: Uncategorized — citrawallad @ 01:02

Seperti yang kita ketahui, manusia dalam merancang sangat dipengaruhi oleh kerja otaknya. Sedangkan sistem kerja otak secara umum, dibagi menjadi dua, yaitu sadar (conscious) dan tidak sadar (unconscious). Hal ini akan mempengaruhi banyak hal, terutama melibatkan hati atau perasaan dalam mendesain. Ketika mendesain, emosi menjadi bagian dan pemegang peran yang penting. mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan emosi merupakan jembatan atau penerjemah kedua sistem kerja otak tersebut, yaitu conscious dan unconscious. Conscious dan unconscious memang dua hal yang terpisah dan berdiri sendiri namun saling berkaitan. karena akan ada saatnya dimana kedua hal ini akan bekerjasama dan posisinya akan menjadi suatu hierarki/tahapan maupun sebab dan akibat.

Intuisi adalah fungsi pengolahan informasi yang kuat dari bawah sadar, sementara emosi adalah hasil dari proses ini dikomunikasikan kepada sadar. Emosi adalah persepsi pemetaan dari pemecahan ruang bawah sadar ke ruang dimensi rendah sadar masalah dimensi tinggi.


Salah satu karakteristik utama dari emosi adalah kekayaan mereka, heterogenitas, ketidakjelasan dan keterbukaan untuk multitafsir. Ini adalah salah satu aspek yang paling menarik tetapi juga sering diabaikan dan diremehkan emosi.
Emosi dapat didasarkan pada pengolahan informasi sadar dan bawah sadar. Kedua proses memiliki pengaruh pada perilaku aktual, kontrol perilaku dan adaptasi internal melalui pembelajaran.

Penelitian dalam psikologi telah mencoba untuk membuat struktur perasaan emosional prototipikal ke kategori dasar diskrit. Karena emosi yang kompleks, dalam dan dengan beberapa aspek, ada cara yang berbeda untuk membangun kategori-kategori dasar tersebut. Batas-batas emosi fenomena begitu kabur (blur) bahwa hampir setiap perasaan, suasana hati dan persepsi internal lainnya dapat dikategorikan sebagai emosi. Fenomena emosi terlalu luas untuk masuk ke dalam satu kategori ilmiah tunggal. Emosi bervariasi sepanjang dimensi tertentu (yaitu intensitas, jumlah kesenangan, tingkat aktivasi, dll). Berikut ini ada ilustrasi yang menjadi salah satu model atau contoh yang paling menonjol didasarkan pada dua dimensi: ‘tidak menyenangkan-menyenangkan’ dan ‘aktivasi-deaktivasi’ sebagai inti yang mempengaruhi.
Kategori Emosi melakukan tidak mengelompok pada sumbu, dan dengan demikian struktur emosi telah dikatakan-keadaan yang rumit.
illus2
Fig. 3.The two dimensional core affect model

Emosi-emosi yang dikategorikan diatas sangat menentukan arah mendesain karena dapat mempengaruhi keadaan diri dalam situasi tertentu dimana keadaan diri tersebut dapat menghadirkan persepsi dan kepekaan yang akhirnya akan menjadi salah satu penentu arah dalam mendesain.


Salah satu aspek yang menjanjikan pengolahan informasi sadar adalah menemukan solusi yang optimal dalam multidimensi sensor dan pengetahuan ruang bawah sadar untuk mengendalikan perilaku dengan terletak forcasting waktu dekat dan jauh. Tapi bagaimana alam bawah sadar berkomunikasi ini ‘solusi’ untuk sadar? Sebelum aku bisa memberikan jawaban, saya harus memperkenalkan ‘pemetaan masalah ‘dari tinggi (yaitu sadar) ke dimensi rendah (yaitu sadar)
. berikut ini akan dijelaskan melalui ilustrasi sederhana dan metaforik.

illus1

Fig. 4.The projection of a ball shaped 3D object on a 2D surface results in its form of a flat
Ilustrasi ini menjelaskan kasus tentang komunikasi antara conscious dan unconscious dalam contoh 3D2D. Abbott menulis buku Flatland‘. Flatland adalah dataran yang hanya memiliki dua dimensi, dan diisi dengan garis-garis, segitiga, bujur sangkar, poligon, dan lingkaran; orang-orang menganggap lingkungan 2D mereka berbeda
daripada kita melihat dimensi (3D) lingkungan tiga dimensi kita. Ide dasarnya adalah
untuk menjelaskan perbedaan utama tentang dimensi keempat di luar dunia 3D.
Flatlanders tidak dapat memahami dimensi ketiga, dan kita memiliki masalah yang sama dengan 4D, dan pasti untuk dimensi yang lebih tinggi. Dalam Flatland misalnya adalah bola dari dunia 3D dianggap sebagai perubahan diameter lingkaran, yaitu ‘bayangan2D. Dari hal ini dapat dilihat bahwa peran emosi jelas yaitu sebagai penghubung dari dimensi yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, dimana dimensi yang lebih tinggi merupakan unconscious manusia dan yang lebih rendah adalah conscious manusia. dimana conscious disini merupakan hal yang selanjutnya akan diolah.
Untuk pemahaman yang lebih sederhana lagi, akan diberikan contoh lain melalui ilustrasi berikut.
illus3
Pemetaan bawah ke ruang tiga dimensi dari hasil hypercube di delapan kubus yang berbeda. Gambar diatas tidak bisa eksis di dunia nyata dengan ruang 3D; selain Gambar ini sendiri merupakan proyeksi benda dimensi yang lebih tinggi ke dua dimensi permukaan ini kertas 2D. Jika sekarang berasumsi bahwa pengolahan informasi sadar sering digambarkan sebagai intuisi berlangsung di ruang dimensi tinggi, maka harus dipertanyakan bagaimana solusi yang ditemukan dalam ruang dimensi tinggi ini dapat dipetakan ke dalam ruang dimensi rendah, penalaran sadar? inikah solusinya?
Dapat disimpulkan bahwa conscius, unconscious yang kemudian ditengahi oleh emosi adalah naluri manusia yang dari dahulu hingga sekarang menjadi faktor besar dalam perkembangan desain, khususnya arsitektur. Namun yang akan menjadi berbeda, baik menjadi masalah atau suatu keuntungan adalah bagaimana manusia menentukan porsinya, yaitu dalam self control. Hal ini akan menguji bagaimana seorang arsitek melampaui dirinya sendiri untuk kepentingan bersama.
Referensi:
Matthias Rautterberg, Emotions as a Communication Medium between the Unconscious and the Conscious http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.389.9354&rep=rep1&type=pdf
Bernard J. Baars, A Cognitive Theory of Consciousness
http://cogweb.ucla.edu/Abstracts/Baars_88.html

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: