there’s something about geometry + architecture

June 5, 2015

Kicir-Kicir – Figure-Ground Lagu Daerah Jakarta

Filed under: Uncategorized — Rumaishatul Ulya @ 20:29

Jakarta yang dulunya jauh dikenal sebagai Batavia kini sedikit demi sedikit kehilangan warna ke-betawi-annya. Kalian pernah tahu kegiatan Ngelenong, Ngiring Ondel-Ondel, tradisi Palang Pintu dan lain sebagainya? Beberapa kegiatan tersebut termasuk dalam kekayaan dan peninggalan budaya Betawi yang kini semakin redup di ibu kota. Salah satu kekhasan adat Betawi adalah sajak-sajak pantunnya. Mulai dari percakapan sehari-hari, bertema pantun lucu, romantis, hingga nyeleneh. Pantun-pantun Betawi terhitung pantun lama dengan rima yang sama, yaitu a-a-a-a atau a-b-a-b. Biasanya terdapat dalam skenario lenong, balas pantun palang pintu dan lagu-lagu daerah Jakarta. Salah satunya lagu Kicir-Kicir. Pada kesempatan ini, Kicir-kicir, lagu daerah Jakarta, menjadi pertanyaan saya untuk memperlihatkan adanya suatu keterkaitan antara teori figure-ground (visual perception Gestalt) dan susunan sajak pada lirik lagu Kicir-Kicir.

Figure-ground berfokus pada bagaimana seseorang mengorganisasi persepsinya terhadap suatu figure yang paling menonjol dari pada latar belakang karya yang kurang terdefinisikan (Reuven, 1990). Apa yang menjadikan suatu hal sebagai figure dalam satu momen (dalam suatu karya) tergantung pada pola stimulasi sensor dan point of interest si penerima suatu karya. Seperti contoh pada karya optical illusion, biasanya seniman membagi ke beberapa bagian bidang gambar. Hal ini bertujuan untuk mengorganisasi elemen kontras yan akan ia tampilkan (figure/ground/mild shifts of attention seperti dalam karya Woodcut II by Escher). Sehingga penerima karya akan memiliki persepsi yang berbeda saat mengartikan karya optical illusion (visual perception). Dalam hal seni, hubungan figure-ground menjadi cukup penting guna mengorganisasikan kepekaan sang seniman terhadap kehidupan nyata. Sehingga hasil karyanya dapat diterima dengan baik di kalangan masyarakat. Jika dikaitkan dengan konsep meruang dalam arsitektur, konsep figure-ground ini menandakan adanya organisasi ruang, ruang transisi dan suasana ruang yang terbentuk dalam suatu karya.

gambar 1

analisis penulis

Seperti pada karya-karya pantun lama, satu bait terdiri dari dua baris di mana baris 1 dan 2 merupakan pembuka dan pada baris 3 dan 4 merupakan isi pantun. Jika dilihat dari peruntukannya, baris 1 dan 2 akan berfungsi sebagai ground dan baris 3 dan 4 sebagai figure. Mengapa? Pada baris 1 dan 2 (pembuka) penyair berusaha membangun suasana pantun agar pendengar merasa rileks/santai sebelum dialihkan ke penyampaian isi pada baris 3 dan 4.

analisis penulis

analisis penulis

Dari analisis ini, pantun bisa jadi penggambaran organisasi figure-ground dalam keseharian kita. Berbeda dengan karya 2D, pantun dikemas dengan susunan dan padanan kata yang sesuai realita kehidupan kita. Hal ini menghasilkan proses berpikir manusia untuk menimbulkan persepsi dalam membagi perhatian dari satu baris ke baris lainnya. Hingga akhirnya penerima pantun mendapatkan arti dan efek dari figure-ground pantun tersebut.

Daftar Pustaka

Anonym. Visual Perceptual Processing. Diakses pada 3 Mei 2015. Tersedia di:

<http://www.visiontherapy4kids.com/contentpage.aspx?id=52 >

Todd, James T. 2004. The visual perception of 3d shape. Trends In Cognitive Science. Diakses pada 3 Mei 2015. Tersedia di:

<http://ftp.tuebingen.mpg.de/pub/kyb/roland/ForDaniel/Todd_TICS_2004.pdf>

Tsur, Reuven. Metaphor and Figure-Ground Relationship. Diakses pada 3 Mei 2015. Tersedia di:

<http://www.tau.ac.il/~tsurxx/Figure-ground+sound.html>

Anonym. Figure-Ground Perception. Diakses pada 3 Mei 2015. Tersedia di:

<http://psychology.jrank.org/pages/246/Figure-Ground-Perception.html>

1 Comment »

  1. Kicir-kicir memang merupakan lagu yang sangat menarik untuk didengar, dan ternyata ada pesan-pesan unik yang tersembunyi di dalamnya. Hanya, saya masih bingung bila figure ground dianggap pesan tersembunyi dalam pantun, figure ground seperti apakah dalam hal arsitektur yang dapat ditemukan dalam keseharian? Dalam hal ini secara 3 dimensi, terimakasih.

    Comment by nashabahasoean2012 — June 18, 2015 @ 16:51


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: