there’s something about geometry + architecture

June 12, 2015

Colorblindness….which one? Deuteran, Protan or Tritan?

Filed under: Uncategorized — ranynasir @ 10:47
Tags: ,

Selama ini kita (terutama saya) menduga bahwa penderita buta warna hanya dapat melihat hitam dan putih saja. Saya membayangkan hidup mereka seperti menonton televisi hitam putih, tanpa ada warna sedikitpun. Apa yang terjadi dengan penderita buta warna sebenarnya? Apakah ada kemungkinan penderita buta warna ini mendapatkan bantuan dalam mengalami ruang hidupnya sehari-hari, jika dilihat dari ilmu arsitektur?
Pada kondisi normal, manusia memiliki suatu bagian di matanya yang disebut sebagai photoreceptor, yang terdiri dari Rod and cone ( Tom Van Beveren, http://wearecolorblind.com/article/a-quick-introduction-to-color-blindness/ ). Bagian inilah yang disebutkan oleh Tom Van Beveren jika berfungsi secara normal maka akan dapat membedakan warna dan melihat warna dengan normal. Menurut Tom, saat bagian yang disebut sebagai cone, yang berfungsi menterjemahkan warna mengalami gangguan, maka akan ada penyimpangan informasi terhadap warna yang diterima oleh mata orang tersebut. Setiap cone akan membawa tiga jenis pigmen warna yang berbeda, yaitu biru, merah dan hijau. Penyimpangan inilah yang dijelaskan oleh Tom sebagai kondisi buta warna. Misalnya saat ada penyimpangan informasi warna hijau, maka penderita buta warna akan mengalami kondisi yang disebut sebagai Deuteran. Untuk warna merah disebut Protan dan untuk penyimpangan terhadap warna biru disebut Tritan.

rodcone

http://facweb.cs.depaul.edu/sgrais/color_perception.htm
Apa yang dilihat oleh para penderita buta warna tersebut? Berikut beberapa contohnya.

cvd-examples-2

http://www.stonesc.com/wordpress/2010/05/what-about-color-blindness/

Color-Blindness-Types

http://www.myinterestingfacts.com/color-blindness-facts/
Saya melihat, sepertinya  hal inilah yang mendasari bentuk tes buta warna yang biasa kita jumpai saat menjalani tes kesehatan. Jenis gambar yang ditampilkan disesuaikan dengan tiga golongan buta warna. Pada mata normal, figure warna yang berbeda akan segera muncul sehingga mata normal akan dengan mudah mengenali angka yang tersembunyi di dalam gambar tersebut. Sementara penderita buta warna akan mengalami kesulitan dan tidak menemukan angka atau bahkan menemukan angka yang berbeda di dalam gambar tersebut.Pada penderita buta warna, warna akan membaur, seolah semuanya sama atau muncul sebagian sehingga menampilkan suatu angka yang baru.

Gambar berikut adalah gambar yang biasa ditampilkan dalam tes buta warna :

redgreen

http://cataract-surgery.info/colour_blindness_test.html

redgreen1

Dari gambar sebelumnya, ditemukan angka 8, 29, 5 dan 3.

Menurut sumber (http://cataract-surgery.info/colour_blindness_test.html), pada gambar di atas, penderita yang tidak bisa membedakan warna hijau dan merah, akan mengalami dua kemungkinan, yang pertama, mereka akan menemukan angka yang salah, atau mereka tidak dapat melihat sama sekali angka berapa yang tersembunyi di dalamnya. Hal ini terjadi karena figur warna yang muncul menurut mereka yang menderita buta warna, akan tampak membaur dengan latar warna yang seolah nampak sama bagi mereka.

Pembahasan di atas mengingatkan saya pada sesuatu,  misalnya dalam rambu lalu lintas, pada lampu merah, penderita yang tidak bisa membedakan warna hijau dan merah tidak akan dapat mengenali warna lampu lalulintas dengan baik. Bagaimana jika lampu lalu lintas tersebut dibuatkan beberapa versi, misalnya untuk penderita buta warna hijau, dibuatkan lampu berwarna merah, jingga dan kuning. Untuk buta warna merah dibuatkan lampu berwarna Hijau tua, biru dan kuning. Jumlah lampu merah akan jadi banyak, tapi penambahan jumlah lampu lalu lintas tersebut berpeluang untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. Menurut saya, dalam ilmu lain di bidang arsitektur, masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu penderita buta warna. Bagaimana menurut anda?

Referensi :

1. http://www.stonesc.com/wordpress/2010/05/what-about-color-blindness/
2. http://www.myinterestingfacts.com/color-blindness-facts/
3. http://www.myinterestingfacts.com/wp-content/uploads/2013/07/Color-Blindness-Types.jpg
4. http://cataract-surgery.info/colour_blindness_test.html
5. http://wearecolorblind.com/article/a-quick-introduction-to-color-blindness/
6. http://facweb.cs.depaul.edu/sgrais/color_perception.htm

1 Comment »

  1. Saya sangat setuju banyak sekali hal yang dilakukan untuk mebantu orang buta warna dari segi arsitektur, misalkan dengan menggunakan permainan bentuk sehingga tidak hanya warna. Saya kurang setu juga dengan pembuatan rambu lalu lintas tambahan karena akan membuat bingung karena banyak sekali lambu dan ada tambahan warna yang akan mempengaruhi pengguna lain(normal). Saya lebih setuju untuk misalanya penambahan tulisan merah, kuning, hijau atau bentuk yang tidak hanya lingakaran. Sepengetahuan saya bentuk juga bisa melambangkan peringatan seperti halnya lampu tersebut
    R M Gulam Nurul Imam/ 1306413694

    Comment by rmgulam — March 27, 2016 @ 12:37


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: