there’s something about geometry + architecture

June 19, 2015

Filed under: Uncategorized — farizadear @ 04:31

Weightless merupakan judul film yang dirancang oleh Erika Janunger, seorang arsitek interior yang berkecimpung di dunia tari dan musik.. Film ini mengombinasikan sesuatu yang bersifat 2d, 3d, statis dan dinamis.

“The film tells a tale of how easily the eye can be deceived and one’s longing to break free from a force that will always keep movements caged, the relentless force of gravity.”(P.R, Shantal. 2009)

Film ini memperlihatkan seorang penari yang menggunakan keempat bidang ruangan (alas, atap, dan 2 dinding) sebagai ruang geraknya dalam menari.Mereka bercerita tentang kehidupan keseharian seseorang di living room dan bedroom.Tariannya menggambarkan bagaimana seseorang bangun dan tidur, bagaimana ruang private dan public diperlakukan dengan menggunakan metode menari constraint dan release.

Seolah-olah penari dalam film ‘Weightless’ tidak memiliki berat dan gravitasi, bahkan membuat kita meragukan dimana sisi yang memiliki gravitasi, karena ia bergerak, terseret, dan terjatuh di berbagai sisi.

Capture4

Pada mulanya. Erika ingin mempelajari movement dari pergerakan tubuh manusia dan kaitannya terhadap ruang. Ketika ia sedang memotret seorang penari, secara tidak sengaja gambarnya terputar dan memperlihatkan visualisasi yang menarik dan mengilusi. Akhirnya ia memiliki gagasan untuk membuat film Weightless tersebut dengan menerapkan ilmu deceptology.

Deceptology adalah ilmu yang mempelajari tentang deception atau membuat jebakan, kemagisan, kebohongan, kepura-puraan, dan juga ilusi yang sangat rapi dibuat dan membuat orang yang melihat terkagum sekaligus memiliki segudang pertanyaan ‘bagaimana hal itu bisa terjadi’. Deceptology—dalam konteks ini diciptakan dengan memahami teori persepsi Gestalt dan Gibson—merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan hal yang film ini lakukan. Dengan memiliki basic dibidang arsitektur interior dan art tentunya hal yang membuat film ini berhasil diwujudkan adalah dengan cara meng-compose elemen-elemen ruang dengan baik, body movement penari dalam mengeksplor elemen arsitekturalnya, juga backsound yang mengiringi tarian tersebut.

Capture3

Elemen-elemen ruang yang diatur dalam keempat sisi ruang yang akan dijadikan space menari diantaranya furnitur, bukaan, pencahayaan (alami dan buatan), dan termasuk material yang pasti mengikuti gravitasi bumi. Klasifikasi apa saja yang biasanya orang lihat dan pergunakan dalam keseharian menjadi penting untuk dilakukan karena suatu figur (dalam konteks ini adalah ruang) yang terekam dalam memori membuat seseorang cenderung melihat sesuatu demikian (seperti figure/ground pada teori Gestalt).

Sebagai contoh, orang terbiasa melihat jendela pada bidang vertikal bangunan dan cahaya alami yang terpancar bersumber dari salah satu bidang ruang ke sisi bidang lainnya yang berlawanan serta mereka juga terbiasa melihat sumber cahaya buatan yaitu berupa lampu, menggantung dari atap dan tergantung sesuai dengan arah gravitasi bumi. Namun pada film ini, Erika membuat kedua sumber pencahayaan tersebut bersumber pada bidang yang sama yaitu dari satu bidang vertikal menuju bidang lainnya yang berlawanan. Tentunya lampu lah yang paling terlihat mustahil karena ia seperti melawan kodratnya yaitu jatuh ke bawah atau mengikuti gravitasi bumi. Jika ada seseorang yang sadar akan adanya rotating dalam penyajian film ini, susunan dari sumber pencahayaan ini juga termasuk hal yang tidak biasa, tetapi tetap masuk akal jika jendela itu dianggap sebagai suatu bukaan pada atap. Namun, kerancuan terjadi ketika lebih banyak lagi elemen yang disusun dengan tidak seperti keseharian, orang akan kembali meragukan dimana sebenarnya bidang alas, atap, dinding pada film itu.

Capture1

Selain elemen-elemen arsitektural, Erika juga mengarang movement penari dengan memikirkan bagaimana elemen dan ruang dalam ruangan itu dapat dieksplorasi serta menambah ilusi dari ruang tanpa gravitasi yang jelas.Sang penari melakukan gerakan yang terkadang menghentak dan juga melambat sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan juga mengikuti alunan musiknya.

Misalnya ketika dalam gerakan melambat, penari membentuk badannya menjadi ±90° dan akhirnya membuat ilusi seolah-olah setengah dari keseluruhan badannya terkena dampak dari gravitasi bumi, namun kakinya masih tetap dapat kokoh berdiri pada dinding.Kelambatan dari gerakan tersebut memberi kesan dramatis bahwa adanya suatu perlawanan yang dilakukan ketika gravitasi menariknya.

Capture

Hal penting dalam perekaman film ini sehingga dapat tercipta deceptology yang sedemikian rupa adalah perekaman statis. Hal ini membuat terdapatnya beberapa elemen yang direkam—selain penari—berlaku statis yang membuat penonton terfokus kepada penari yang mengeksplor ruang dengan body movement-nya. Kestatisan elemen inilah yang membuat kita yakin bahwa elemen tersebut memang berada disana. Atap, alas, dinding sesuai dengan peletakan yang biasa kita lihat dalam keseharian. Hanya saja terdapat seseorang yang ‘ajaib’ dapat merayap di dinding dan menempel di atap dalam film itu. Ketika perekaman film dilakukan dengan camera-man menggerakkan kameranya untuk mengubah orientasi dan perspektifnya maka volume, shading, pencahayaan yang terjadi akan mengurangi derajat kemanipulasian tersebut atau bahkan hilang.

Film ini memperlihatkan bahwa deceptology dapat diciptakan apabila pengaturan objek statis dan dinamis berjalan dengan sinergis (sejalan dan saling membantu) maka banyak hal kreatif yang bahkan orang lain berpikir mustahil untuk mewujudkannya dapat terealisasikan.

Referensi

Harisah, Afifah; Zulfirtia Masiming.Persepsi Manusia Terhadap Tanda, Simbol dan Spasial.<pdf online>

“Weightless” Film On Youtube

On Website: https://youtu.be/uLfFV-FM0v

P.R, Shantal. 2009. Before

On Website: http://iloapp.erikajanunger.com/blog/www?Home&post=39

  1. Erika Janunger

http://www.timessquarenyc.org/times-square-arts/artists/erika-janunger/index.aspx

Hampton, Sam dan Smith. 2013. The designer’s guide to Gestalt Theory

On Website: http://www.creativebloq.com/graphic-design/designer-s-guide-gestalt-theory-10134960

Gibson’s Theory of Direct Perception – Optic Flow

On Website: http://www.users.totalise.co.uk/~kbroom/Lectures/gibson.htm

Deceptology Definition

On Website:

http://www.deceptology.com/2012/05/optical-illusion-of-weightless-dancing.html?m=1

http://www.deceptology.com/2012/your -eyes-react-to-optical-illusion.html?m=1

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: