there’s something about geometry + architecture

June 19, 2015

Experimenting The Theories of Perception with OkGo’s “Writings on The Wall”

Filed under: Uncategorized — AnnisaFauzia @ 07:34

Ada bermacam-macam teori tentang bagaimana manusia mempersepsikan sesuatu. Suatu persepsi didapat dari hasil pengolahan stimulus-stimulus yang dibawa oleh indera, ke otak. Pengolahan ini meliputi konten-konten stimulus, urutan pengolahan, hingga menghasilkan suatu hasil berupa persepsi.

Ada dua teori yang menjelaskan cara manusia memproses informasi-informasi atau stimulus-stimulus tersebut, salah satunya adalah Top-down Processing, di mana, manusia mempersepsi dengan melihat secara keseluruhan, misalnya dengan menyadari pattern-pattern tertentu. Adapun Teori Psikologi Gestalt juga membahas tentang bagaimana sesuatu yang dipersepsi secara keseluruhan, tidak sama dengan penggabungan dari bagian-bagiannya, dan bagaimana objek-objek kecil dapat berkelompok menciptakan suatu objek yang lebih besar.

Lewat videoklip yang dibuat oleh satu account youtube bernama OkGo ini, mari kita pelajari lebih lanjut bagaimana suatu figur 2Dimensi (sumbu x, y), dapat dibentuk oleh gabungan dari objek-objek kecil yang disusun dengan posisi dan jarak tertentu secara 3Dimensi (sumbu x, y, z).1

Menurut teori figure-ground, oleh Gestalt, manusia hanya melihat satu bagian dari suatu figur terhadap lingkungannya, sebagai foreground, dan sisanya sebagai background. Pada gambar di atas, apabila diasumsikan, pembentuk pattern adalah warna, berarti di dalam gambar tersebut terdapat warna-warna, merah, putih, abu-abu, dan biru. Namun, mengapa first-impression yang didapat pada first-glance merupakan persegi berwarna merah?

Pertanyaannya adalah, kapan suatu pattern akan menjadi fore-ground dan kapan ia menjadi background? Bagaimana urutannya?

Mari coba bedakan dari pattern yang dibentuk oleh warna-warna tersebut. Pattern yang dibentuk oleh warna merah, menyerupai bentuk geometris dua dimensi, yaitu persegi. Sedangkan warna lainnya, misalnya putih dan abu-abu, membentuk kombinasi warna monokrom, yang ternyata lebih lambat disadari oleh mata dibandingkan dengan warna merah yang mencolok.

2

3

4

Pattern persegi merah tadi, dapat dipersepsikan hanya dari sudut pandang tertentu, yaitu tegak lurus di depannya. Namun, ketika dilihat dari tampak samping, ternyata pattern persegi merah tadi tersusun dari beberapa benda dengan bentuk berbeda, namun diposisikan pada posisi-posisi tertentu. Apabila dari tampak depan, seolah-olah pattern persegi merah berada pada satu bidang datar, sedangkan ternyata ketika dilihat dari samping, benda-benda penyusunnya disusun secara 3 dimensi (pada sumbu x, y, z), yang memang benar-benar berbeda dibandingkan persepsi awal. Di sini didapat bahwa, ternyata illusion yang diciptakan dari visual perception melibatkan adanya konfigurasi tertentu akan posisi, jarak, sudut pandang, dan kontras warna.

 

Referensi:

 

Kleinmann, Paul. 2012. Psychology 101. USA: Adams Media, a division of F+W Media, Inc.

 

Go, Ok. “The Writings on The Wall”. 2014. https://www.youtube.com/watch?v=m86ae_e_ptU

 

1 Comment »

  1. videoklip yang dibuat oleh okgo ini merupakan video yang keren karena permainan ilusi yang dilakukannya pada setiap scene nya, namun disini saya ingin menanyakan apakah sebuah persepsi selalu berawal secara dua dimensional ? lalu bagaimana figure dan ground bisa dirasakan secara tiga dimensional ?

    Comment by tridamayanti — June 19, 2015 @ 23:07


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: