there’s something about geometry + architecture

June 19, 2015

Seni “Membungkus”

Filed under: Uncategorized — tridamayanti @ 22:22

apakah anda masih menggunakan kantong plastik ntuk membungkus barang bawaan  ?

mungkin ini adalah salah satu cara untuk mengganti kantong plastik.

Furoshiki (wrapping cloth) adalah salah satu kebudayaan jepang,  seni membungkus benda dengan menggunakan kain persegi empat. Fungsinya untuk membungkus benda, baik benda itu berbentuk segi empat, segi tiga, atau pun bentuk lain. Biasanya digunakan untuk membungkus buku, kotak bekal (bentou), botol, bahkan semangka. Furoshiki ini dulunya digunakan saat pergi ke pemandian umum sebagai pembungkus pakaian yang ditanggalkan saat mandi. Lalu kemudian menjadi Di Indonesiapun ada kebiasaan yang mirip dengan furoshiki ini. Misalnya, saat ada syukuran, biasanya tamu undangan akan membawa pulang nasi (besek) yang dibungkus dengan kain.

furoshiki

Yang menarik dari furoshiki ini adalah kita dapat membungkus berbagai macam benda hanya dengan menggunakan selembar kain yang sisinya sama panjang. Teknik yang dilakukan untuk dapat membungkus benda bermacam, macam, mulai dari  melipat, membalik, menggulung, mengikat dll sehingga kain tepat membungkus benda yang ada di dalamnya. Sifat dari material kain yang memberikan fleksibilatas dalam membungkus.

Untuk dapat membuat bungkusan yang kuat dan rapi, maka cara yang dilakukan disesuaikan dengan benda yang akan dibungkus. Urutan dalam membungkus juga berbeda-beda sesuai dengan bentuk benda.  Hal ini menunjukkan adanya proses yang dilakukan dari inside menuju outside. Yang terjadi di luar adalah kemenerusan yang  terjadi di dalam.

Dalam hal ini terjadi proses mengubah surface menjadi sebuah ruang pembungkus yang melibatkan proses-proses lain. Kain yang memiliki dua surface yang berbeda, ketika mendapat perlakuan tertentu akan memberikan perubahan pada ruang dan surface itu sendiri. Surface yang sama bisa terjadi pada ruang yang berbeda, ataupun sebaliknya. Pada akhirnya, dengan sendirinya sebuah ruang akan terbentuk, terbagi dan terbungkus. Kemenerusan dari sebuah surface yang membentuk ruang pada akhirnya akan memberikan hal berbeda pada setiap bagiannya.

Berdasarkan hal tersebut, intervensi pada ruang bisa saja  dilakukan melalui sebuah seni “membungkus”.

Reference

gambar 1 http://www.notechmagazine.com/wp-content/uploads/2014/04/060403-5.jpg

http://furoshiki.com/techniques

Martinko Katherine, 2013, With Furoshiki You Won’t need wrapping paper this holiday season. http://www.treehugger.com/culture/furoshiki-youll-never-need-wrapping-paper-again.html#14347280629101&action=collapse_widget&id=0&data=

1 Comment »

  1. posting anda menarik🙂 saya ingin bertanya; bagaimana bentuk intervensi ruang jika menggunakan seni membungkus? apakah berarti akan ada ruang yang nantinya akan dibungkus dan digambarkan oleh sebuah surface ataukah hanya berupa programming yang dibungkus? terima kasih🙂

    Comment by deynantiprimalaila — June 20, 2015 @ 09:23


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: