there’s something about geometry + architecture

June 21, 2015

Apakah arsitektur dapat dianalogikan seperti kendaraan?

Filed under: Uncategorized — jailamuhardila @ 09:26
perang

Motor sebagai alat berperang

pizza

Motor sebagai kendaran pengantar pizza

Topologi adalah sebuah ilmu tentang bagaimana sebuah hal/objek dsb memiliki koneksi atau keterhubungan dengan hal/objek lainnya sehingga posisi sebuah objek terhadap lainya menjadi sangat penting (J. Burry & M.Burry 2010). Posisi-posisi tersebut tentunya berimplikasi menjadi sebuah network atau jaringan yang menghubungkan objek satu dan lainnya (De G. Christina 2007). Dalam essay 2 saya ini, saya melihat bahwa jaringan dalam topologi ini serupa dengan sistem transportasi yang digunakan oleh manusia saat ini, yang mengatakan bahwa, prinsip transportasi adalah selalu menghubungkan seseorang atau barang dsb dari satu tempat ke tempat lain, seperti contoh pesawat terbang, mobil, motor, kereta,dan sebagainya. Dalam hal ini, saya akan membahas kendaran motor.

Motor merupakan satu-satunya kendaraan roda dua yang selain cepat, bentuknya pun ramping, sehingga kendaraan inilah yang paling mungkin menjamah gang-gang dan jalan kecil lain di kota besar.Dalam essay ini, saya mengangkat Jakarta sebagai area yang rentan kemacetan dan motorlah merupakan alternatif kendaraan jika dikira dapat melewati kemacetan tersebut.

Sifat motor yang dapat teramati adalah

1. Motor memiliki bentuk yang ringan, simple namun kuat.

2. Motor tidak butuh network, namun menciptakan network. Maksudnya adalah, motor adalah satu-satunya kendaraan yang simple, kecil, ringan, dan cepat yang dapat menjamah seluruh gang-gang kecil di kota besar yang mana kendaraan besar tidak bisa melakukannya. Motor dapat menciptakan jalurnya sendiri kemanapun dan kapanpun.

3.Praktis. Kendaraan motor memang diciptakan sebagai kebutuhan orang-orang yang ingin bergerak cepat (in a rush situation)

Lalu, hal apa yang dapat diadaptasi dari kendaraan motor untuk arsitektur,khususnya di Jakarta? Dari penjabaran diatas, saya ingin menyampaikan bahwa ternyata sifat motor yang dapat bergerak lincah, gesit ,dan cepat yang dapat masuk ke jalan-jalan kecil memiliki morfologi khusus yang dapat diadaptasi oleh arsitektur,khusunya dalam cakupan urban yang membutuhkan network (jaringan) yang luas dan rumit.Berikut morfologinya :

motor miringWalaupun bentuk motor berbeda-beda, mereka pada dasarnya memiliki bentuk dasar yang sama,yaitu kepala, badan dan alat gerak. Ciri-cirinya adalah:

1. Bentuknya ramping, sesuai dan pas untuk 2 orang.

2. Bentuknya menghilangkan sudut(streamline) karena kinerja motor memang menghilangkan angin

3.Pergerakan motor terhadap gang sempit yang meliputi maneuver, turning dll merupakan karakteristik motor yang menonjol dan menjadi keunggulan dibanding kendaraan lain.Terlihat bahwa pegerakan motor adalah flexible dan bergerak ke segala arah. Fungsi inilah yang membuat motor menjadi istimewa dibanding kendaraan lain menurut saya. Pergerakan inilah yang membuat motor flexible dalam gang sempit.

Lalu, jika dikaitkan dengan arsitektur, mari kita lihat keterhubungannya:

1. Orientation

Orientasi yang dimaksud adalah Ke-flexible-an motor. Motor memiliki kemampuan untuk bergerak memutar sehingga jika dilihat dari sequence pergerakannya, motor itu sebetulnya dapat memiliki orientasi yang banyak dalam 1 waktu.Dalam dunia arsitektur, orientasi bangunan merupakan implikasi dari keinginan untuk mencapai pencahayaan yang baik yang bergantung pada arah matahari dsb.orientat2. Insidedness

Kapasitas orang yang dapat menaiki motor adalah 2 orang. Kapasitas yang sedikit tersebut merupakan implikasi dari bentuk motor yang ramping. Menurut saya, ini serupa dengan logika keterbangunan arsitektur bahwa bangunan akan menjadi lebih berat jika kapasitas yang masuk lebih banyak. Dalam duni arsitektur, ukuran akhir sebuah bangunan arsitektural merupakan impact dari kebutuhan kapasitas di dalamnya.

3.Outsidedness

Mengambil dari konsep ramping motor tadi, outsidedness merupakan impact terhadap lingkungan sekitarnya. Saat ini, masih banyak rumah-rumah mewah nan megah di jakarta yang hanya ditempati oleh 2- 3 orang yang mana hanya akan semakin mempersempit Jakarta. Menurut saya, prinsip functionalism juga ikut andil disini. Bangunan yang sesuai mungkin sebaiknya menjulang keatas , bukan melebar ke samping agar bangunan di sampingnya tidak merasakan sempit.

outsidedness4.Conectivity

Jika kembali kepada analogi motor yang telah dibahas diawal, bentuk akhir motor adalah sebagai implikasi dari kebutuhan pergerakan dia yang menghasilkan konektifitas pergerakan terhadap jalan yang tak terbatas ( jalan sempit dan lebar).

motorrrArsitektur tipologi merupakan anti type yang mana sebetulnya sebuah bangunan arsitektur itu merupakan respon langsung dari site tempat bangunan itu berada (tidak egois). Konektifitas yang ada dalam arsitektur pun tidak hanya ada dalam bangunan itu sendiri melainkan terhadap alam dan bangunan di sekitarnya (Proffesor Christophe, 2012).

5. Compactness

compactcompacttt

Walaupun motor kecil, didalamnya terdapat mesin dan semua unsur yang membuat motor dapat bekerja. Seperti dalam bangunan, bangunan seharusnya memiliki unsur lengkap di dalamnya, seperti unsur safety, pengudaraan , dan listrik yang menunjang untuk kinerja bangunan itu sendiri. Jika semua sudah terpenuhi, bangunan arsitektur pun akan sangat baik.

6. Continuity

Dari perspektif arsitek, mengatakan bahwa :

(from the architect’s perspective, says)

“Topology is the study of the behavior of a structure of surfaces which undergo deformations. The surface registers the changes in the differential space time leaps in a continuous deformation.” (Henderson, L. D. 2013)

Saya sangat setuju dengan statement tersebut bahwa topologi itu membuat bangunan arsitektur sangat merespon alam sehingga intersection dan overlapping sangat mungkin membuat bentuk akhir arsitektur bagaikan mutasi.

Bagi Jakarta sendiri, konsep topologi merupakan salah satu tools yang bisa dipelajari dalam penataan sebuah kota sehingga continuity yang baik dapat terjadi. Image Jakarta yang selalu terlihat padat, tidak teratur dsb, dapat dirapihkan dengan topologi ini. Kepekaan terhadap kebutuhan urban suatu kota seperti Jakarta yang selalu terdapat pergerakan didalamnya dapat diselesaikan dengan metode yang sesuai dengan konteks Jakarta tentunya.

Dari uraian diatas, ternyata kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ternyata banyak aspek dari morfologi motor yang dapat dipelajari untuk mengatasi kondisi kepadatan di kota Jakarta. Untuk menciptakan networking seperti yang diciptakan motor ,ternyata, arsitektur di Jakarta sebaiknya bersifat fleksible ,yaitu dari form yang ramping, non-oriented building, bangunan compact yang berdasarkan pada banyaknya user dan unsur utama di dalamnya,hingga konektifitas sebuah bangunan terhadap alam sekitar.

Referensi

Apinino ,Rio. “10 Kota dengan Lalu Lintas Terpadat di Dunia, Jakarta Urutan Atas”. Media released at 04 Feb 2015. Dilihat pada 10 Mei pada 17:54 WIB. http://otomotif.liputan6.com/read/2170977/10-kota-dengan-lalu-lintas-terpadat-di-dunia-jakarta-urutan-atas?p=1\

Burry, J., Burry, M. (2010): The New Mathematics of Architecture, Thames and Hudson, London

DE CRISTINA, G.(2007): Architecture as Topological Transformation, in M. Emmer, ed., Mathematics and Culture V, Springer Verlag, Berlin, pp. 127-139.

Henderson, L. D. (2013): The Fourth Dimension and Non-Euclidean Geometry in Modern Art, new revised edition, The MIT Press, Boston.

  1. Spitznagel, Carl. “The Möbius Band and Other Topological Surfaces”. 10 Mei 2015. http://webserv.jcu.edu/math//vignettes/Mobius.html

Girot, Proffesor Christophe. “Topology – A new measure of quality in landscape architecture”. © Copyright 2012. Dilihat pada 10 Mei 2015. http://girot.arch.ethz.ch/research/design-precision-topology/archives-design-precision-topology/topology-a-new-measure-of-quality-in-landscape-architecture

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: