there’s something about geometry + architecture

June 23, 2015

Origami, Geometri, dan Visual Perception

Filed under: Uncategorized — shintyawahyu26 @ 10:23

Seperti yang kita ketahui, Origami begitu erat kaitannya dengan Geometri, sebab origami sendiri merupakan seni melipat kertas untuk menjadikannya sebuah objek yang Baru. Objek yang baru tersebut terdiri dari beberapa bentukkan geometri yang kemudian membuat kita mepresepsikannya menjadi suatu objek yang kita kenal. Hal ini disebabkan adanya memori dalam otak kita yang mentranslasikan apa yang kita lihat ‘serupa’ dengan informasi visual yang telah ada di otak kita.

Seperti contohnya

Origami Bangau commons.wikimedia.

bangau

Pada gambar diatas terlihat bahwa sebenarnya origami bangau terdiri dari bentuk-bentuk geometri segitiga yang sebenarnya berbeda jauh dnegan bentuk bangau yang penuh dengan lekukan-lekukan dan halus. Namun bagaimana kita tetap membacanya sebagai bangau?

Hal ini dikarenakan salah adanya visual perception yang kemudian dapat dikaitkan dengan beberapa law of Gestalt, yaitu Law of Simplicity dan Law of Experience.

Law of Simplicity berarti menunjukkan bahwa unsur-unsur selalu dirasakan dengan cara yang paling semudah mungkin. Selanjutnya, kesederhanaan keseluruhan menekankan pentingnya fitur mencolok(1)

Bila dikaitkan dengan gambar origami dan bangau diatas, bisa dibilang kita menyederhanakan bentuk dari bangau, mensimplisasi komponen-komponennya menjadi sesuatu yang kemudian bisa kita aplikasikan dalam bentuk seni melipat.

bangau2

Seperti di lihat pada gambar diatas, kita mensimplisasikan sayap bangau , kepala, hingga buntutnya menjadi bentuk-bentuk origami. Ini merupkan salah satu aplikasi dari law of simplicity.

Lalu bagaimana dengan origami bangau yang terdiri dari bentuk-bentuk geometri namun masih tetap bisa di presentasikan sebagai sebuah bentuk bangau?

Bila dikaitkan dengan teori gestalt, terdapat satu law yang bekerja yaitu law of experience. Law Experience ini menjelaskan bahwa kita bisa mengharapkan orang lain untuk menggunakan pengetahuan mereka sebelumnya dalam rangka untuk memahami unsur-unsur tertentu (2)

Ini berarti kita membaca bentuk-bentuk geometri yang ada pada origami bangau sebagai bagian-bagian tubuh dari bangau

.bangau3

Seperti gambar di atas, warna orange mengigatkan kita pada sayap bangau, warna pink mengingatkan kita pada leher bangau, warna kuning mengingatkan kita pada badan bangau dan warna ungu mengingatkan kita pada buntut bangau. Yang berarti karena bentuk tersebut dan letak bentuk tersebut mengingatkan kita pada komponen-komponen pada tubuh bangau, sehingga secara keseluruhan origaminya kita baca sebagai sesuatu yang mengingatkan kita kepada bangau.

Disinilah kemudian terlihat bagaimana ternyata law of experience dan law of simplicity terdapat pada kerja otak kita dalam membaca sesuatu. Sehingga bila disimpulkan, ternyata dalam aplikasi origami kedua law ini pun bekerja baik dalam cara kita mengcompose bentuk origami agar sesuai dengan apa yang ingin kita serupai serta dalam cara kita membaca karya origami sehingga mengingatkan kita akan apa yang origami tersebut rupai.

Referensi:

1. http://blog.usabilla.com/gestalt-laws-simplicity-symmetry-experience/

2. http://blog.usabilla.com/gestalt-laws-simplicity-symmetry-experience/

3. commons.wikimedia.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: