there’s something about geometry + architecture

March 23, 2016

How Geometry Creates a Scene

The word geometry descends from two greek words, gea meaning “earth” and meterein meaning “measurement” (Solomonovich, Mark. Eucledian Geometry: a First Course. Bloomington, NY (USA): iUniverse)

Dalam mempelajari geometri, ada berbagai cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan Postulat Euclid.

  • 1. Given two points, there is a straight line that joins them.
  • 2. A straight line segment can be prolonged indefinitely.
  • 3. A circle can be constructed when a point for its centre and a distance for its radius are given.
  • 4. All right angles are equal.
  • 5. If a straight line falling on two straight lines makes the interior angles on the same side less than two right angles, the two straight lines, if produced indefinitely, will meet on that side on which the angles are less than the two right angles.

Postulat ini mempelajari garis, bangun datar, dan bangun ruang. Kali ini saya akan membahas bagaimana Eucledian Geometry digunakan oleh seorang sutradara ternama yaitu Akira Kurosawa dalam membangun cerita dan drama pada film – filmnya.

triangle

The Bad Sleep Well (1960)

Dalam adegan ini, Pria berkacamata (B) baru saja menyembunyikan sejumlah uang pada tas (C) yang diberikan kepada  pria lainnya ( A). Penonton diminta untuk memhami bagaimana B berusaha menyembunyikan tindakannya terhadap A selama adegan berlangsung. Kurosawa memanfaatkan segitiga untuk membawa penonton mengetahui jalan ceritanya. Segitiga memegang peranan penting sebagai pemersatu aktor untuk membawa penonton membaca situasi, bagaimana B yang resah melirik  terhadap A yang membuka C tanpa mengetahui bahwa ia (A) sedang dijebak.

 

The-Bad-Sleep-Well-Every-Frame-A-Painting-600x238

The Bad Sleep Well (1960)

berlanjut kemudian datanglah pria lainnya (C). Kurosawa memanfaatkan segitiga untuk membangun adegan konfrontasi. C menuduh A mengambil uang miliknya. A dan C saling berdebat, tetapi dengan cerdasnya penonton dapat tetap memperhatikan reaksi B sebagai pengamat perdebatan ini. Setiap titik segitiga mengacu pada 3 peran yang berbeda: A berinteraksi dengan C, dan B sebagai pengamat. 3 titik ini selalu dipertemukan dalam sebuah geometri segitiga sehingga penonton dalam satu adegan dapat mengetahui peran setiap aktor walau adegan ini minim dengan dialog. Segitiga ini dibangun menggunakan postulat 1 Euclid yang menghubungan 2 titik dengan sebuah garis.

 

Seven Samurai (1854)

Seven Samurai (1954)

FilmKurosawa yang lain  menceritakan mengenai kehidupan samurai di Jepang pada zaman dahulu. Adegan ini menceritakan para samurai tetua yang sedang berdiskusi dengan para pengikutnya. Dalam frame ini penonton dapat mengidentifikasi dengan jelas kelompok yang lebih dominan. Dengan lingkaran , dapat terlihat bahwa yang berada diluar lingkaran adalah kelompok followers dan yang berada di dalam lingkaran adalah kelompok dominan. Lingkaran disini berfungsi sebagai batas aktivitas antara 2 kelompok. Kurosawa memanfaatkan bentuk geometris agar penonton dapat langsung membaca peran aktor dengan cepat.  Lingkaran ini digambarkan berdasarkan postulat 2 Euclid.

Capture

The Most Beautiful (1944)

Adegan ini menampilkan marching band dengan anggota yang semuanya perempuan. Kurosawa ingin membawa penonton merasakan pergerakan dan megahnya marching band ini. Dengan memanfaatkan garis yang saling pararel satu sama lain, pergerakan marching band dibagi menjadi 3 baris manusia yang memenuhi frame  dengan gerakan satu arah menuju sisi kiri frame. 3 baris manusia menegaskan banyaknya jumlah pemain dalam satu adegan , sedangkan garis pararel merupakan alur gerak manusia yang menuju pada satu arah: menegaskan pergerakan yang masif. Satu garis ini dihasilkan berdasarkan postulat 2 Euclid, sedangkan 3 garis pararel  dihasilkan dari postulat 5 Euclid.

Capture

Yojimbo (1961)

Adegan ini memperlihatkan sang samurai yang akan berangkat berperang diantar oleh warga desa. Kurosawa ingin menekankan suasana melepas pergi antara warga desa dan samurai ini, bagaimana emosi warga yang berharap kembalinya sang samurai. Dengan memanfaatkan sudut siku – siku yang terbentuk dari 2 garis, samurai  diletakan pada garis vertikal sebagai center of attention. Dengan ini penonton akan dapat melihat tokoh mana yang menjadi poin dalam adegan ini. Garis horizontal yang berukuran lebih panjang diisi dengan warga desa yang yang melihat kepergian samurai. Penonton dapat merasakan banyaknya manusia yang mendominasi frame akibat dominasi horizontal, memberi informasi bahwa tokoh utama merupakan tokoh penting (hanya satu) dibandingkan dengan warga desa yang banyak. Ekspresi warga desa yang harap -harap cemas ditekankan dengan dominasi horizontal ini, memberi drama pada suasana melepas pergi . Postulat 4 Euclid digunakan untuk membentuk sudut siku – siku ini.

 

Ternyata setelah di ulik lebih lanjut, suatu bangun datar yang simpel dapat dimanfaatkan sebagai pembentuk dari suatu adegan. Entah sebagai batas aktivitas, menekankan alur atau menekankan peran setiap aktor. Geometri dapat membantu membawa penonton merasakan emosi dan suasana yang diharapkan oleh seorang sutradara.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penggunaan geometri pada film – film kurosawa dapat dilihat pada link berikut:

Bagi kalian yang  ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana Kurosawa mengkomposisi film – filmnya dapat dilihat pada link berikut:

 

Nadia Amira

1306405206

 

Sumber referensi:

https:// http://www.youtube.com/watch?v=jGc-K7giqKM

http://www.britannica.com/topic/Euclidean-geometry

Solomonovich, Mark. Eucledian Geometry: a First Course. Bloomington, NY (USA): iUniverse

http://blog.digitaltutors.com/compose-scenes-using-geometric-principles/

https://www.criterion.com/explore/3-akira-kurosawa

 

 

 

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: