there’s something about geometry + architecture

March 26, 2016

Golden Triangle dalam Penrose Tiling

Filed under: Uncategorized — ameliacarolina @ 21:34
     Dalam arsitektur, geometri tidak hanya meiliki peran sebagai penentu komposisi masa bangunannya saja, tetapi juga memiliki peran dalam pembuatan dekorasi arsitektur. Salah satunya ialah Tilings (tessellations). Apa itu Tilings (tessellations)? Tilings (tessellations)  merupakan sebuah pola yang teratur terdiri dari bentuk datar yang disusun secara berulang yang kemudian digabungkan antara tepinya tanpa kesenjangan atau tumpang tindih (overlap). Bentuk-bentuk tersebut tidak semua harus sama, tetapi pola harus mengulang. Atau dikenal sebagai dekorasi mosaic pada keramik.
Lalu bagaimana golden triangle mempengaruhi penyusunan pola pada Penrose Tiling?
      Penrose Tiling dirancang oleh Roger Penrose terbentuk dari sebuah bentuk belah ketupat yang terbagi menjadi dua quadrilaterals; yaitu bentuk layang-layang (kite) dan panah (dart).
a. img32
 b.penrose,.jpg
c. Kites_Darts.jpg
    bentuk belah ketupat tersebut yang memiliki unsur golden ratio yang φ (Phi) kurang lebih 1.618,  yaitu  phi.jpg. (Gambar C)­­
kite.png
    Gambar tersebut merupakan ilustrasi dari bentuk kite dan dart yang dimana dalam penyusunannya untuk membuat suatu Penrose Tiling bagian tepi poin yang diberi warna hitam harus disambungkan dengan tepi poin hitam pada pola tiles yang akan dibentuk. Dengan adanya golden ratio bentuk Penrose Tiling menjadi teratur dan simetri.

PenroseTiles_1000ScreenShot2014-04-09at11.33.56PM

    Penambahan pola setengah lingkaran pada kite dan dart juga merupakan salah satu cara yang digunakan untuk pembuatan Penrose Tiling sehingga bentuknya menjadi simetri antara sambungan kite dan dart-nya tanpa ada kelebihan bentuk yang bisa menyebabkan adanya kesenjangan jarak atau saling tumpang tindih (overlap).
Example3

Pola Penrose Tiling

Example

ilustrasi poin sambungan terkait golden triangle

      Dengan adanya penerapan Golden Ratio yang berupa Golden Triangle dapat memberikan keindahan penyusunan bentuk geometri kites dan darts pada Penrose Tiling yang berbeda akibat adanya cara penyusunan antar tepi bagian kites dan dartsnya dengan penyusunan keramik persegi yang pada tepi bagian persegi manapun dapat disambungkan dengan tepi manapun persegi lainnya. (seperti ilustrasi poin merah dan biru).
1151154620X310

Pola Keramik Persegi dengan tepi yang sama

1151154620X3110

Ilustrasi titik tepi sambungan antar persegi

Amelia Carolina
1306367460
Referensi :

 

3 Comments »

  1. penrose tiling ini sangat menarik. saya perhatikan dalam contoh contoh diatas semuanya menggunakan dua warna yang membedakan kedua modul (kite dan dart). saya penasaran apakah warna dapat mempengaruhi poin estetika pada penrose tiling diatas prinsip golden ratio yang mendasarinya? bagaimana jika dua warna yang digunakan untuk meonjolkan perbedaan kedua modul dihilangkan atau bahkan dibuat samar dengan penggunaan warna yang sangat beragam dalam satu jenis modul?

    Comment by syarifarofiany — March 27, 2016 @ 20:54

  2. Terima kasih atas pertanyaannya, menurut saya perbedaan warna pada penrose tiling ini merupakan suatu elemen komposisi untuk poin estetikanya, jika diberikan warna yang beragam bisa saja dan tidak akan menganggu proporsi penyusunannya karena kite dan dart yg sudah ada perbandingan rasionya yang jika poin-poinnya dihubungkan akan bisa menyatu dengan pas tanpa tumpang tindih maupun ada kesenjangan jarak antar keduanya, namun menurut saya jika diberi warna terlalu banyak akan memperburuk komposisi penyusunannya secara visual. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diberi warna berbeda pada modulnya

    Comment by ameliacarolina — March 27, 2016 @ 22:50

  3. Penrose tiling ini sangat menarik karena pola pengulangan yang dilakukan berasal dari dua bagian yang berbeda. Penyusunannya pun dapat dilakukan secara tak terhingga tanpa ada bagian yang overlap. Apakah metode penrose tiling seperti ini dipakai juga dalam art yang lain seperti lukisan dan arsitektur?

    Comment by kharismannisa — March 28, 2016 @ 10:16


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: