there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

Benarkan dengan penerapan Golden section, sesuatu akan terlihat lebih indah?

Filed under: Uncategorized — carynarviany @ 12:06

‘Arsitektur’  ketika pertama kali mendengar kata ini salah satu yang terlintas dalam pikiran orang awam adalah sebuah bangunan yang indah, sehingga keindahan sebuah bangunan menjadi salah satu hal yang penting, ini menjadi pembeda antara rancngan seorang arsitek dan bukan, seperti yang dikatakan seseorang yang terkenal dalam dunia arsitektur karena bukunya, yaitu virtuvius:

“…All these must be built with due reference to durability, convenience, and beauty. ….” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III)

“…and beauty, when the appearance of the work is pleasing and in good taste, and when its members are in due proportion according to correct principles of symmetry.” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III)

Jadi menurut virtuvius yang mempengaruhi keindahan adalah proporsi dan simetri. Seperti yang kita tahu bahwa menilai sesuatu indah atau tidak sangatlah subjektif, tergantung selera setiap orang. Dan selera itu pun di pengaruhi oleh berbagai factor. Sehingga kita memerlukan sebuah metode yang berlandaskan ‘sesuatu hal’ tanpa ada campur tangan perasaan manusia. Metode tersubut adalah golden section

“…Not to quantify  aesthetics throught geometry but rather to reveal visual relationships that have foundation in the essential qualities of life such as poportion and growth patterns as well as mathematica…” (Kimberly Elam : Geometry of Design. hal 5)

Lebih jelasnya golden section ini tidak subjektif, tidak dipengaruhi oleh budaya, jenis kelamin, suku, usia dan  lain-lain. Karena golden section ini berlandaskan proporsi  dan matematis yaitu yang membatasi jarak terbesar dan terkecil, yang sering di sebut bilangan phi atau 1:1,618. Adapun cara termudah menghitung golden section adalah menggunakan persegi panjang, yaitu:c1

Selain pada bangunan arsitektural Golden section ini telah ditemukan pada lukisan, patung dan benda-benda alam seperti pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Namun walaupun sudah terbukti adanya golden section pada setiap benda di dunia ini, Benarkan dengan penerapan Golden section, sesuatu akan terlihat lebih indah? Mari kita buktikan benda-benda dengan golden section dan tidak.

c2

Jika syarat keindahan menurut virtuvius adalah proporsi dan simetris maka akar  4 dan 5 sudah memenuhi walaupun bentuk salju berubah dari yang asli (terbentuk dari persegi panjang akar 3) namun tidak mengurangi keindahannya.  Sama halnya dengan bentuk salju di bawah ini yang telah saya modifikasi tidak berdasarkan golden section.

c3

Bentuk salju yang baru ini tidak simetris dan segi-6 yang tidak sempurna sama sisi, bahkan hampir menjadi segi-5 yang tidak sama sisi. Bentuk baru ini tidak membuatnya menjadi  tidak indah lagi, namun membuatnya hampir kehilangan identitasnya sebagai salju jika di modifikasi lebih jauh lagi.

Dari analisis bentuk salju di atas, kalimat bahwa sesuatu yang menggunakan golden section akan lebih indah dari yang lainnya tidak terlalu terbukti pada bentuk salju ini.

b. Golden Section Pada Manusia – Wajah

Seperti yang kita tahu bahwa golden section sudah diterapakan sejak lama pada patung Yunani dan romawi. Sekarang mari kita lihat perbedaan wajah yang mengandung golden section dan tidak. Akankah lebih indah atau sebaliknya. Di contohkan oleh patung Doryphoro yang di buat oleh Polykleitos berabad-abad yang lalu dan 3  jenis kepala dari  pembelajaran dalam Physiognomy:c4

Dari berbagai jenis kepala dia atas, terbukti bahwa kepala dengan golden section akan lebih indah daripada bentuk kepala tanpa golden section, karena jarak antara element pada wajah sudah pas tidak mengakibatkan adanya kejanggalan pada wajah seperti dahi luas, dagu panjang, atau dagu yang lebih ke dalam, dan mungkin masih banyak lagi kekurangan pada wajah jika tidak sesuai golden section.

c. Golden Section Pada Hewan – Ikanc5

Dari contoh ikan forel diatas terlihat perbedaannya yaitu dari proporsi kepala terhadap tubuh yang berbeda, kepala ikan forel asli   mengandung golden section namun kepala ikan forel modifikasi tidak mengandung golden section, secara visual ikan forel asli lebih indah dari pada modifikasi. Ikan modifikasi cenderung lebih seram karena ukuran kepala yang sangat besar dan tidak wajar. Sehingga dari contoh ini penerapan golden section pada ikan terbukti lebih indah.

 d. Golden Section Pada Furniturec6

Golden section juga sudah di terapkan pada furniture oleh para arsitek terkenal jaman dahulu, namun bagaimana jika furniture tersebut dimodifikasi

            Dari furniture diatas selain keindahan yang di timbulkan oleh golden section tapi kenyamanan, keamanan dan fungsinya juga sesuai dengan kebutuhan manusia. Berbeda dengan furniture yang telah di modifikasi, dapat di lihat pada gambar b bahwa ketidaknyamanan manusia jika kepala mereka berada lebih rendah atau lebih tinggi dari kaki mereka. Sehingga dari contoh ini golden section terbukti selain menciptakan kesan indah tapi ada juga utilitas dan firmitasnya.

KESIMPULAN

Setelah analisis benda-benda di atas mungkin tidak selamanya golden section akan menciptakan keindahan yang lebih di bandingkan benda tanpa golden section. Namun golden section hanya berusa menciptakan sesuatu dengan proporsi yang cukup tanpa campur tangan perasaan manusia, yaitu dengan cara di kaitkan dengan matematika. Selain itu Golden section dapat menghadirkan utilitas dan firmitas.

 

Referensi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: