there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

DIAGRAM VORONOI SEBAGAI TOOLS DESAIN ARSITEKTURAL

Voronoi diagram is a tool, that its aesthetic potential remains largely unknown. One prior art use of it is to produce natural fractal patterns using the Voronoi diagram in a series of steps back (Shirriff, 1993)
Tools dalam desain arsitektural dapat diperoleh dari berbagai hal, salah satunya diagram matematis Voronoi yang membahas kasus umum n-dimensional. Grafik ini menyediakan semua informasi yang berkaitan dengan jarak antara satu set poin (atau benda pada umumnya). Contoh dalam membaca peta, kita dapat mengetahui rumah sakit mana yang paling dekat dari lokasi kita dengan mengibaratkan titik pada diagram Voronoi sebagai rumah sakit dan titik lain sebagai lokasi kita berada.
Gambar berikut menunjukkan bagian-bagian dari diagram Voronoi.
voronoi2

voronoi1.jpg
Gambar di atas merupakan contoh bentuk diagram Voronoi yang ada di alam. Garis merah menunjukkan bagaimana Voronoi Cell saling terhubung melintasi Voronoi Space dan menyeberangi Voronoi Foam yang membagi personal space masing-masing cell.

Secara geometris, Voronoi terbentuk dari Terraswarms (kumpulan yang sangat banyak), secara umum disebut “Tooling” yang kemudian membentuk Tilings (bentukan ubin) (Ferre, 2007). Dengan begitu, personal space dari setiap poin (cell) dibagi oleh garis netral (foam) yang juga berasal dari poin sekelilingnya. Garis ini memiliki jarak yang sama dengan titik yang dibagi.
voronoi3
Diagram Voronoi merupakan cara membagi ruang dari serangkaian titik yang menjadikannya terorganisir. Hal ini dapat digunakan dalam mendesain site dalam NKPAC competition serta Tulum Museum. Terlihat bahwa zonasi menciptakan struktur alami sebagai satu kesatuan dengan konteks, tidak serta merta disusun acak dan dengan sendirinya menjadikannya estetis.
voronoi4voronoi5
Auliana Salma
1306413681
Referensi:
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjRvLPDuOHLAhUiHqYKHVA0Cc8QFggoMAU&url=http%3A%2F%2Fwww.cibtech.org%2Fsp.ed%2Fjls%2F2015%2F01%2F195-JLS-S1-212-0%2520(125).pdf&usg=AFQjCNGeoUHz4a1Ls5CapIDg82FijbprWA&sig2=i6g2dYEfngUvucuaNS81pw&bvm=bv.117868183,d.dGY
http://improved.ro/blog/2010/10/f-voronoi/
http://mathworld.wolfram.com/VoronoiDiagram.html
http://www.academia.edu/11492530/Analisa_Desain_Parametrik_Pada_Bangunan
https://bustangbuhari.wordpress.com/2011/10/10/voronoi-diagram-sebuah-pengantar/

3 Comments »

  1. “Garis merah menunjukkan bagaimana Voronoi Cell saling terhubung melintasi Voronoi Space dan menyeberangi Voronoi Foam yang membagi personal space masing-masing cell.” Dan bagaimana kah secara konkritnya mereka saling terhubung?

    Comment by Anneli Puspita Xenia — March 28, 2016 @ 03:59

  2. Pembahasan Anda mengenai diagram Voronoi sepertinya akan membantu bagaimana sebuah desain kontekstual dapat dilakukan, sebab terkadang melatih intuisi dalam melihat dan menilai sesuatu di antara sekitarnya (figure and ground) masih harus dikembangkan. Ground yang biasanya menjadi lebih dominan secara ukuran (berukuran besar) juga terkadang membiaskan kemampuan kita merasakan keruangan yang lebih skalatis pada manusia (saya sempat membahas tentang fractal geometry yang ternyata ada dalam pembahasan Anda). Pertanyaan saya adalah apakah diagram Voronoi ini hanya berasal dari sesuatu yang ada di alam atau kita dapat membentuknya sendiri (man made) ? Selain itu, adakah pertimbangan bagaimana garis yang terhubung antara Voronoi cell dikatakan baik atau lebih baik ?

    Comment by stevannyp — March 28, 2016 @ 10:25

  3. Pembahasan anda cukup menarik dan saya belum pernah mendengar diagram ini sebelumnya. Sepertinya diagram ini banyak digunakan pada peta atau perkotaan. Anda menjelaskan tentang ruang yang terbagi oleh titik-titik itu, tetapi bagaimana titik-titik itu mengidentifikasi ruang yang terbagi? Dengan besar-kecil kah? Atau jauh-dekatkah? Apakah ruang yang dapat tersambung hanya pada voronoi foam yang bersinggungan saja? Mungkinkah voronoi yang berjauhan dapat tersambung? Terima kasih.

    Comment by faradinarifiani — March 28, 2016 @ 17:18


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: