there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

Eating the Composition C

Filed under: Uncategorized — nurinamaliap @ 11:01

Melihat Karya Mondrian dalam Makanan

Bagaimana jika komposisi Mondrian pada karyanya Composition C (1920) diterapkan pada penataan makanan?

hannah rothstein

Foto di atas merupakan satu dari rangkaian foto bertemakan Thanksgiving Special oleh seniman asal San Fransisco, Hannah Rothstein, yang membayangkan penataan makanan oleh seniman-seniman ternama sepanjang sejarah dan salah satunya adalah Mondrian.

 

Postingan ini dibuat berdasarkan ketertarikan saya terhadap posting Geometry in Food Presentation mengenai seni dalam penataan makanan. Dari beberapa teknik yang ditawarkan, teknik horizontal lines membuat saya kagum. Saya mencoba mencari keterkaitan teori komposisi Mondrian pada peletakan makanan dengan teknik horizontal lines.

plates

  1. Daniel Humm – horizontal lines ; 2. Canlis, Seattle – horizontal lines; 3. Canlis, Seattle ; 4. Canlis, Seattle

Empat horizontal lines plating yang diambil sebagai sampel secara acak

 

Dalam karya-karyanya, Mondrian menyatakan bahwa tidak ada perhitungan khusus dalam pembuatannya. Karya-karyanya merupakan bentuk paling sederhana dari objek lukisannya dalam komposisi elemen horizontal dan vertikal elemen. Hal tersebut dilakukan karena Mondrian percaya adanya energi misterius dalam keseimbangan yang terjadi di dunia ini. Dengan begitu ia berusaha membuat komposisi yang dinamis dari keseimbangan yang terjadi di dunia ini (universal balance).

grid

Grid dari setiap elemen dalam makanan sampel

Setelah penarikan garis dari setiap elemen pada sampel gambar penataan makanan, kemudian saya mencoba menyederhanakan warna yang ada berdasarkan teori color system milik George Field. Pada teori tersebut disebutkan bahwa warna-warna utama (primary colors) terdiri dari warna merah, kuning, dan biru. Selain warna primer tercipta pula warna sekunder dan tertier dari warna-warna primer yang saling tumpang tindih.

george field

Color System oleh George Field (1846) dalam bukunya berjudul Chromatics

Screen Shot 2016-03-28 at 9.59.13 AM

Penyederhanaan warna berdasarkan color system oleh George Field (1846)

 

Dari penyederhanaan warna yang dilakukan di atas, ditemukan bahwa adanya penggunaan warna yang berulang dari keempat makanan sampel tersebut yaitu warna merah, kuning, hijau, dan jingga. Keempat warna tersebut ditemukan pada 4 sampel foto penataan makanan dan menjadikannya sebagai warna primer dalam food plating dengan metode horizontal lines.

 

Namun jika karya Mondrian sebagai acuannya maka, beberapa dari warna-warna tersebut masih berupa warna-warna tersier dan sekunder yang tidak ditemukan pada karya milik Mondrian. Sehingga step selanjutnya yang saya lakukan adalah mencoba menyederhanakan lagi warna-warna tersebut hingga menjadi 3 warna utama dengan mereduksi warna hijau menjadi warna biru dan warna jingga sebagai warna merah, sebagai contoh.gb-combined

Pereduksian warna hijau menjadi biru dan jingga menjadi merah

composition c-and foods

Composition C – Piet Mondrian (1935) dan pereduksian warna dari susunan warna yang beberapa warna telah disederhanakan menjadi warna primer

mondrian-combined

Penemuan komposisi Mondrian pada susunan warna dari sampel plating (diberi tanda hijau)

Dari keempat sampel plating hanya 3 yang menggunakan susunan komposisi warna milik Piet Mondrian dari karyanya Composition C. Meskipun tidak banyak kemiripan yang ditemukan namun dari hasil yang didapat, dapat diketahui bahwa peletakkan warna pada plating menerapkan komposisi penempatan warna dari karya Composition  C milik Mondrian.

REFERENSI:

George Field – Color System. http://www.colorsystem.com/?page_id=801&lang=en diakses pada 28 Maret 2016

Mondrian, Piet. Composition C. 1935. http://www.piet-mondrian.org/composition-c.jsp diakses pada 28 Maret 2016

Piet Mondrian – Dutch Painter. http://www.theartstory.org/artist-mondrian-piet.htm diakses pada 28 Maret 2016

 

Nurin Amalia P

1306367126

 

 

 

 

4 Comments »

  1. Bagi saya, kasus makanan menjadi menarik karena selain aspek warna yang telibat di dalam penyusunan geometris, aspek tekstur dan bentuk alami makanan yang diolah juga berkontribusi besar cukup signifikan di dalamnya. Berbeda dengan elemen garis dan bidang sederhana seperti karya seni 2 dimensi, makanan yang merupakan benda 3 dimensi asimetris punya ragam bentuk unik tersendiri, dan ke depan ini bisa menjadi bahasan baru bagi komposisi makanan (dalam hal ini kasus Mondrian). Jika ada orang lain selain Hannah Rothstein yang ingin mengeksplorasi geometri pada makanan, maka pertimbangan akan materialitas makanan itu juga saya rasa perlu. Terima kasih.

    Comment by muhamadnurichsan — March 28, 2016 @ 15:39

  2. Saudari Nurin, bahasan Anda sangatlah menarik terkait hal-hal ini. Saya pun kagum bagaimana bahwa peletakkan makanan menghasilkan sisi geometris tersendiri dan dapat dihubungkan dengan karya komposisi lukisan seseorang melalui teknik penyederhanaan primary colors. Jadi yang saya tangkap di sini adalah Anda menyederhanakan warna-warna yang ada pada peletakan makanan itu dan karya Mondrian sampai ketemu primary colors-nya, Lalu bagaimana hasilnya ketika dibalikkan kepada segi ‘asli’ penampakkan dari si peletakkan makanan dan karya Mondrian? Tentu pun manusia meletakkan makanan dengan warna-warna utama ada alasan-nya? Dan apakah ia cenderung memisahkan bagian makanan yang primary dan secondary? Dan bagaimana pula alasan Mondarian pada karya-nya meletakaan warna primary dan secondary itu? Apakah horizontal line menjadi satu-satunya teknik untuk mencari hal-hal ini atau apakah ada teknik-teknik lain?

    Comment by Anneli Puspita Xenia — April 25, 2016 @ 11:28

  3. hal yang saya pahami dari blog anda adalah karya mondrian dapat dijadikan acuan dalam penataan makanan dan telah dibuktikan oleh anda sendiri. lalu apakah fungsi dari penataan ala mondrian ini? apa keunggulannya dari penataan lain? lalu apakah sebenarnya peran utama geometri dalam penataan ini? mengacu pada keindahan kah? atau mungkin ambil peran dalam mengingkatkan nafsu makan? sejauh ini paparan anda menarik tetapi membuat saya bertanya tanya apakah ada keunikan dan efek yang disebabkan oleh penataan ini. dan mungkin apakah mungkin ada kaitannya dengan dunia arsitektur? terima kasih banyak, semangat!

    Comment by syarifarofiany — May 6, 2016 @ 23:59

  4. hai syarifa, post ini saya buat untuk membuktikan rasa penasaran saya yang muncul dari penyederhanaan persepsi visual dari post Farah yang membahas mengenai tatanan makanan secara general. Dalam post ini saya mencoba untuk melihat susunan warna yang saya anggap rapi, lurus, dan tertata sehingga dalam benak saya yang terbayang adalah lukisan Mondrian dengan grid-grid dan warna. Penataan jenis ini saya pilih karena jenis ini paling mudah saya hubungkan dengan lukisan Mondrian berdasarkan persepsi saya. Penyederhanaan yang saya lakukan mungkin memang terlalu sederhana sehingga saya tidak melihat keberagaman geometri dari setiap elemennya. Karena tujuan awal saya adalah untuk membuktikan apakah ada kemiripan dari komposisi piring makan ini dengan karya Mondrian, saya kurang memfokuskan untuk mencari dampak dari tatanan jenis ini terhadap kaitannya dengan selera makan. Terimakasih banyak, Syarifa untuk komentar membangunnya. Semangat juga!

    Comment by nurinamaliap — May 8, 2016 @ 19:15


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: