there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

GEOMETRI ADALAH BAGIAN EKSPRESI KEBEBASAN BENTUK

Filed under: architecture and other arts,everyday geometry — debilaa @ 03:17
Tags:

Geometri itu sebagai sesuatu yang mengikat ataupun membebaskan di dalam dunia arsitektur, mungkin tidak akan ada habisnya untuk dibahas atau dicari solusinya, semuanya itu tergantung dari persepsi kita masing-masing. Antara geometri itu mengikat atau membebaskan, masing-masing memiliki kedudukan atau posisi yang sama kuat. Tetapi pada kesempatan ini, saya akan coba membahas geometri sebagai sesuatu yang membebaskan di dalam dunia arsitektur. Mungkin pertanyaan yang timbul adalah: Seperti apakah kebebasan yang ada di dalam geometri? Dalam wujud apakah kebebasan itu?”

“…,because we don’t want to exclude everything in architecture that makes us uneasy. We want architecture that has more to offer. Architecture that bleeds, exhausts, that turns and even breaks, as far as I am concerned. Architecture that glows, that stabs, that tears and rips when stretched. Architecture must be precipitous, fiery, smooth, hard, angular, brutal, round, tender, colorful, obscene, randy, dreamy, en-nearing, distancing, wet, dry and heart-stopping. Dead or alive. If it is cold, then cold as a block of ice. If it is hot, then as hot as a tongue of flame. Architecture must burn! ” (Coop Himmelb(l)au, Covering and Exposing: The Architecture of Coop Himmelb(l)au)

Mungkin kata-kata atau filosofi utama dari Coop Himmelb(l)au inilah yang akan mengawali pembahasan geometri sebagai sesuatu yang membebaskan di dalam dunia arsitektur. Dia adalah salah satu praktisi arsitektur muda pada masa itu dengan ide-ide baru yang cukup radikal. Modernisme dengan dominasi rasionalitasnya dianggap membatasi arsitek dalam menjelajahi kemungkinan bentuk-bentuk baru dalam bahasa arsitektur. Oleh karena itu, Coop Himmelb(l)au berusaha mengeksplorasi dan mencari kemungkinan-kemungkinan lain dalam “bahasa arsitektural”. Coop Himmelb(l)au berusaha menciptakan perubahan mendasar pada arsitektur, urbanisme, struktur, dan tektonik. Dapat dikatakan Coop Himmelb(l)au berusaha mencari ”arsitektur yang merdeka”.

 

Gambar. Musee des Confluences, Lyon, France
Sumber: Covering and Exposing: The Architecture of Coop Himmel(b)lau

Dari pendapat dan pemikiran Coop Himmelb(l)au inilah, saya berpendapat bahwa geometri sebagai sesuatu yang membebaskan, atau lebih tepatnya geometri menghasilkan bentuk (form) arsitektur yang bebas. Walaupun cara-cara pemikiran dari geometri beserta dengan aturan atau kaidah yang ada di dalamnya bersifat mengikat, namun hasilnya pada akhirnya akan membawa kita ke dalam suatu kebebasan bentuk dan ekspresi, yaitu dunia arsitektur yang merdeka. Karena yang kita rasakan adalah form dan experience dalam bentuk ruang 3 dimensional dan waktu.

            Hal-hal seperti itu jarang kita sadari, karena pada dasarnya, dari pendidikan sekolah umumnya di Indonesia sendiri, kita hanya mengenal bentuk-bentuk geometri dasar, seperti kubus, kotak, limas, balok, prisma, silinder, bola, dan bentuk lainnya. Dan pada saat itu kita hanya bisa menerima karena kita berpikir bahwa ya memang seperi itu adanya. Sehingga semuanya seakan terbungkus menjadi suatu doktrin dipikiran kita, bahwa seperti itulah geometri. Padahal jika kita telusuri lebih dalam lagi, geometri bukanlah hanya seperti itu. Geometri berarti ilmu ukur suatu ruang. Dan ruang yang dimaksud adalah bumi, tempat kita sebagai manusia hidup dan menetap. Kata-kata ”bumi” (geo) inilah yang tidak disadari oleh kita, padahal kata-kata “bumi” merupakan sesuatu yang sangat krusial di dalam pengertian dasar mengenai arti dari geometri.

Pengertian kita mengenai geometri hanya terpaku oleh bentuk-bentuk Euclidean geometry saja, padahal pengertian dari geometri  lebih dari itu. Sama halnya dengan pengertian dari kata yang diucapkan oleh Coop Himmelb(l)au, ”Architecture must burn” ini tidak hanya sekedar arsitektur, tetapi lebih kepada bagaimana kita melihat dunia ini. Dunia arsitektur seharusnya mengungkapkan suatu potensi baru di dunia nyata yang tidak pernah kita sadari.

Dunia geometri sebenarnya merupakan dunia yang kaya akan potensi yang baru.Sebagai contoh adalah suatu bentuk geometri adalah berupa form yang menghasilkan suatu visual perception, di mana perception merupakan conscious experience of object. Masing-masing orang sebagai subjek yang merasakan ruang (experience) mempunyai kebebasan di dalam mempersepsikan ruang tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika persepsi masing-masing orang mengenai ekspresi maupun bentuk geometri itu berbeda-beda.

Geometri juga diberikan kebebasan untuk menggunakan ide di dalam merancang suatu karya arsitektur (form). Ternyata banyak sekali alternatif atau pilihan prinsip geometri di dalam merancang, seperti menggunakan prinsip classical idea, euclidean, non-euclidean, topologi, teori gestalt, teori gibson, taksonomi, dan lainnya. Sehingga suatu bentuk dan karya arsitektur yang dihasilkan pun akan sangat kaya dan beragam ekspresinya maupun wujudnya.

Bentuk atau form yang ”bebas” bukanlah berarti suatu bentuk yang sebebas-bebasnya. Arsitektur tetap harus dapat menjadi perlambang sesuatu, atau pun perlambang dirinya sendiri. Arsitektur harus dapat menyampaikan isi atau makna yang terkandung di dalamnya. Lebih jauh lagi, arsitektur harus dapat memicu pertanyaan, ”Mengapa dan bagaimana ia diciptakan?”. Sesuatu di dalam geometri itulah yang sangat penting sebagai proses pembentukan suatu form atau karya arsitektur. Arsitektur yang baik adalah arsitektur yang dengan jujur mengupas segalanya hingga menjadi jelas. Proses pembentukan form ini seringkali menjadi hal yang terlewatkan untuk kita sadari ketika sedang merancang. Padahal proses pembentukan form itulah yang sangat penting untuk kita ketahui. Suatu bentuk yang sederhana sekali pun, pada dasarnya memiliki arti di dalamnya, baik itu proses pembentukan maupun kehadirannya.

Referensi

Betsky, A. & Adigard, E. (2000). Architecture Must Burn. London: Thames & Hudson.

Architecture and Anthropology. (2006). Architectural Design Magazine. Academy Group.

Covering and Exposing: The Architecture of Coop Himmelb(l)au.

http://en.wikipedia.org/wiki/mobius strip

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0701/21/desain/3249855.htm

http://www.math.wayne.edu/~rrb/topology.html

http://www.webopedia.com/TERM/T/topology.html

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: