there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

Geometric Abstraction

Filed under: classical aesthetics,contemporary theories,Uncategorized — hanggoropurwohananto @ 01:08
Tags: , , ,

Ketika kita berfikir mengenai seni yang abstrak, seringkali kita berfikir jika seni yang abstrak itu tidak merepresentasikan sebuah objek nyata karena tidak terdapat unsur geometri yang dapat merepresentasikan ukuran absah atau proporsi yang sebenarnya terhadap suatu titik, bidang, bahkan volum.

Namun terdapat suatu sub-bagian dari seni abstrak, yaitu Geometric Abstraction. Pada abstraksi geometris ini terdapat penerapan garis dan bidang berbasis forma geometris dalam menentukan suatu komposisi. Dimana di balik setiap karya seni tersebut, terdapat perhitungan dengan tujuan tertentu. Seni ini muncul ketika seorang seniman ingin merepresentasikan apa yang dilihat secara akurat namun dengan melalui pendekatan yang abstrak.

gray-tree

Pada karya Mondrian yang satu ini dengan judul Gray Tree yang dibuat pada tahun 1912, terdapat bentukan-bentukan geometris yang representatif. Dimana pohon asli dibalik insipirasi lukisan ini, di abstraksikan dengan bentukan garis dan bidang dalam menentukan komposisi  yang menunjukan representatif dari proporsi objek asli.

 

Referensi:
http://www.elizabethreoch.com/geometric-abstraction-piet-mondrian/
https://www.dartmouth.edu/~matc/math5.geometry/unit16/unit16.html

 

HANGGORO PURWOHANANTO

1306449454

2 Comments »

  1. Saya menangkap bahwa geometri planar dapat dipresentasikan geometri garis. Namun saya ingin bertanya lebih lanjut, jika kita menggunakan garis untuk mempresentasikan planar (tanpa isinya) apakah penyampain komunikasi kita akan tersampaikan dengan jelas? Mungkin karya Van Gogh, The Starry Knight dipresentasikan dengan garis hingga membentuk bentukan seperti bintang maupun bulan. Namun menurut saya itu hanya mengkomunikasikan secara feeling apa yang ada, tidak bersifat detail. Apa kelebihan mereduksi planar menjadi garis? Apakah karya Mona Lisa, Da Vinci bisa direduksi menjadi garis?

    Comment by bennychandra — March 28, 2016 @ 01:26

  2. Geometric Abstraction, judulnya sangat menarik. Setelah membacanya, saya mendapati bahwa memang terdapat tujuan tertentu dalam mencapai komposisi yang sesuai dari penggunaan garis dan bidang yang mempunyai forma geometris. Saya mencoba untuk lebih menggali tentang geometric abstration yang diterapkan pada karya-karya seni baik 2 dimensi ataupun 3 dimensi. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah terdapat sebuah kaidah atau aturan dalam mencapai proporsi dan komposisi geometri yang abstrak? Apakah terdapat penerapan golden section yang memang dapat diaplikasikan dalam membuat karya-karya seni bergaya geometric abstraction ini?

    Comment by rifqipratamap — March 28, 2016 @ 10:58


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: