there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

Idea of Proportion -Does It Still Exist?

Proporsi – Apakah proporsi adalah segaanya dalam mendesain? Banyak faktor yang mempengaruhi proporsi, sehingga golden ratio dan golden section ini sendiri kemudian patut dipertanyakan. Apakah arsitektur modern menggunakan konsep proporsi ini dalam merancang bangunannya?

Dalam menentukan proporsi yang sesuai, Vitruvius memberikan pernyataan bahwa simetris adalah proporsi yang ideal, seperti apa yang beliau katakan bahwa,

Ordering is the proportion to scale of the work’s individual components taken separately, as well as their correspondence to an overall proportional scheme of the symmetry.” –  Vitruvius

Apa yang disebut simetris disini? Berkaitan dengan golden section kah? Dari sini kita dapat melihat bahwa hal yang indah berbentuk simetris. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar dibawah ini, keindahan bangunan yang simetris.

 

Hal ini sangat bertolak belakang dengan keindahan yang menjadi tren di arsitektur modern. Penggunaan digital processing dalam merancang struktur bangunan, memberikan kemudahan untuk merealisasikan hal yang tampak tidak mungkin dan menentang nilai estetika keindahan dari golden section ini sendiri.

 

 

Frank Gehry merupakan seorang arsitek kontemporer yang menggunakan gabungan dari komputasi digital dalam mengkomposisikan struktur bangunan yang dirancangnya sehingga menghasilkan bentuk yang unik. Dalam salah satu perkataannya mengenai Eisenhower memorial, beliau mengatakan

“Well, I had to—it didn’t start out that way. And I’m not the kind of architect that does that. But we had to hold the tapestries up. And there had to be some—and I started out with cable structures in steel, but it didn’t seem dignified and appropriate for this topic. And I started making bigger and bigger, so that they had more presence, and I ended up with these columns”

gugenheim

The Guggenheim Museum, Biblao

Pernyataan Frank Gehry ini direalisasikan dalam beberapa karyanya, dan salah satunya adalah museum guggenheim ini. Tampak bahwa keinndahan tidak dibatasi dengan proporsi saja, namun ternyata bahwa penggunaan metode lain untuk mendeformasi bentuk geometri dapat memberikan kesan keindahaan juga. Proporsi yang dimaksud pada karya Frank Gehry ini berbeda dengan keindahan estetis klasik. Jadi apakah mungkin sebenarnya proposi bukanlah lagi kriteria dari membuat bangunan yang indah?

 

Referensi:

http://www.nccsc.net/essays/beauty-and-proportionality-architecture

Frank Gehry in His Own Words

http://priceonomics.com/the-software-behind-frank-gehrys-geometrically/

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: