there’s something about geometry + architecture

March 28, 2016

Penggunaan Golden Ratio dalam Desain Grafis

Filed under: Uncategorized — luthfieryando @ 06:37

Proporsi dan komposisi adalah faktor yang penting dalam membuat suatu Desain. Baik dalam arsitektur dan seni murni, Golden Ratio dinyatakan sebagai acuan yang utama dalam membuat sebuah rancangan. Arsitek terkenal seperti Le Corbusier mengacukan desain-desainnya terhadap Golden Ratio ini.

Orang pertama yang menulis buku tentang golden Ratio adalah Luca Pacioli yang menulis buku De Divina Proportione. Namun ia tidak membahas Golden Ratio sebagai teori untuk diterapkan sebagai teori estetika dan harus diterapkan di dunia kesenian. Leonardo Da Vinci lah salah satu seniman yang menggunakan Golden Ratio untuk membuat lukisan-lukisannya.

sumber gambar : http://in2visualdesign.blogspot.co.id/2011/04/week-7-golden-ratio.html

Namun, dalam dunia digital seperti sekarang, aspek desain tidak hanya terbatas pada Arsitektur dan Seni Murni. Digital Art yang memiliki banyak hasil yang lebih dari sekedar ilustrasi. Digital art dapat diterapkan untuk Web Design, Packaging, Branding, dan segala hal yang memerlukan design.

Sumber Gambar : http://designtaxi.com/news/379998/Infographic-Everything-You-Need-To-Know-About-The-Golden-Ratio/

Dapat ditemukan bahwa aspek terkecil dari sebuah Graphic Design menerapkan konsep Golden Ratio. Golden Ratio dapat ditemukan dalam logo-logo perusahaan.

Hal tersebut dapat ditemukan jika kita menganalisis layout web design. Golden Ratio dapat digunakan untuk cara membagi-bagi sebuah website. Dan juga untuk layouting secara umum untuk segala produk Desain.

Namun apakah Golden Ratio sesuatu yang efektif untuk digunakan di dalam proses membuat desain? Akan membutuhkan waktu lama untuk menerapkan Golden Ratio dalam membuat suatu design.

Sumber Gambar : http://code.tutsplus.com/tutorials/the-golden-ratio-in-web-design–net-2272

Dalam merancang sesuatu, teori yang lebih praktis dan lebih sering digunakan adalah “Rule of Third” walaupun itu turunan dari Golden Ratio, namun dalam waktu yang cepat, itu adalah yang lebih aplikatif. Rule of Third bisa diterapkan tanpa harus menghitung dan tetap akan dapat membuat sebuah desain enak dipandang dan pas.

Muhammad Luthfi Eryando

1306367246

Referensi

http://www.hongkiat.com/blog/golden-ratio-in-moden-designs/

http://code.tutsplus.com/tutorials/the-golden-ratio-in-web-design–net-2272

http://designtaxi.com/news/379998/Infographic-Everything-You-Need-To-Know-About-The-Golden-Ratio/

http://www.fastcodesign.com/3044877/the-golden-ratio-designs-biggest-myth?fb_ref=Default

4 Comments »

  1. pembahasannya cukup menarik dengan mengaitkan golden ratio pada design grafis, saya tertarik pada kesimpulan terakhir anda dimana anda mengatakan “rule of third” dapat lebih mudah digunakan dan dipahami dibandingkan dengan golden ratio, akan lebih menarik lagi jika anda dapat mengcompare kedua metode diatas untuk dapat sampai kepada kesimpulan yang anda kemukakan. Jika kami para pembaca dapat melihat langsung perbandingan diantara kedua metode, mungkin akan menimbulkan persepsi yang semakin beragam akan metode yang lebih tepat dalam membuat design grafis🙂

    Comment by idfanovia — March 28, 2016 @ 08:48

  2. Saya tertarik dengan pembahasan anda terkait hubungan antara estetika dan golden ratio. pada uraian di atas anda menyebutkan golden ratio haruslah memiliki ratio 1,6 dan memiliki keterkaitan dengan angka Fibonacci. yang menjadi pertanyaan saya apakah bentuk dari golden ratio haruslah seperti itu? atau jangan jangan dengan metode yang telah disebutkan kita bisa membuat bentuk baru yang dapat merepresentasikan diagram golden ratio? dan mengapa golden ratio harus terbentuk dari sesuatu yang simetris? apakah karena pengaruh psikologis manusia yang menemukan kenyamanan melalui adanya sesuatu yang simetris?

    Comment by farahfadhilahiskandar — March 28, 2016 @ 10:16

  3. Pemaparan dan pengaplikasian golden ratio yang diterapkan ke desain grafis sangat menarik. Saya ingin bertanya lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud rule of third? apakah penerapan yang dimaksud dengan menggunakan aspek “feeling” saja atau ada sesuatu yang lain? dan apakah penggunaan grid menjadi faktor yang penting untuk membantu mendapatkan view yang pas dan enak dipandang?terima kasih:)

    Comment by achmariaannisa — March 28, 2016 @ 10:21

  4. Terimakasih atas pembahasannya yang cukup menarik ini, namun jika saya memandang dari segi penggunaan software dalam membuat suatu logo misalnya, tentu banyak tools yang dapat digunakan, dan dapat membentuk berbagai jenis bentuk geometri yang beragam. Golden ratio memang bukan satu-satunya cara atau metode yang sering digunakan dalam membuat suatu logo, komposisi dalam pembuatan logo juga dapat dihasilkan dari pesan yang tersembunyi dibalik logo tersebut, selain “eye-catching” suatu logo juga memiiki makna tersendiri yang dikandung di dalamnya. Dalam menganalisa suatu logo menggunakan golden ratio juga apakah hanya di pas-paskan saja? atau memang menelaah dari sumbu mana, sudut mana, garis apa, titik awal mana, dan sebagainya. Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang dapat membuat suatu penelitian lebih lanjut dan terus berkembang juga tidak menutup kemungkinan untuk dapat menimbulkan teori-teori baru.

    Comment by shintiaapriyani — March 28, 2016 @ 15:23


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: