there’s something about geometry + architecture

March 29, 2016

Jika Golden Ratio Merusak Keindahan

Filed under: classical aesthetics — muhamadnurichsan @ 22:58
Tags: , , ,

Selama ini golden ratio menjadi salah satu metode yang digunakan dalam men-define keindahan agar keindahan tersebut dapat dijelaskan mengapa hal tersebut dapat dikatakan indah.

 

“When the appearance of the work is pleasing and in good taste, and when its members are in due proportion according to correct principles of symmetry.” (Vitruvius : Ten Books on Architecture. Book I. Chapter III.). Proporsi dan simetri menjadi 2 kunci utama bagi Virtuvius, hal serupa yang juga ingin disampaikan Matila Ghyka pada 1952 melalui tulisannya A Practical Handbook Of Geometrical Composition And Design menjelaskan pentingnya proporsi dalam suatu komposisi baik itu secara sadar maupun tidak sadar. Konsep proporsi yang dijelaskan oleh ghyka ini muncul dari konsep rasio (Ratio : Quantitative comparison between 2 things; Proportion : equality of 2 ratio). Kemudian berdasarkan proporsi dan ratio inilah muncul golden ratio dimana term ini merujuk bahwa adanya dugaan terhadap sesuatu yang disebut indah tersebut pastilah memiliki golden ratio didalamnya.

 

Lalu bagaimana jika sesuatu yang sudah indah dimasukan golden ratio ??? apakah hasilnya akan tetap indah atau menjadi lebih indah 2x lipat karena sebelumnya sudah terdapat golden ratio didalamnya atau malah menjadi sesuatu yang dianggap banyak orang akan menjadi tidak indah

 

Ada beberapa percobaan yang telah dilakukan untuk membuktikan hal tersebut terutama pada beberapa wajah selebriti dunia yang dianggap menarik, rupawan, menawan dan sebagainya kemudian dari situ dicoba untuk dimasukan lagi unsur golden ratio di dalamnya.

 

nicholas cage

Nicolas Cage

bryan crastone

Bryan Cranston

aaron paul

Aaron Paul

sylvester stallone

Sylvester Stallone

jack nicholson

Jack Nicholson

 

 

Ternyata hasilnya cukup mencengangkan karena beberapa hasilnya bisa dikatakan cukup aneh dan tidak menarik

 

Jadi dengan begini apakah golden ratio masih relevan terhadap keindahan ???

 

References  

Morgan, Hicky Morris. 1960, “Vitruvius: The Ten Books On Architecture”, Dover Publication, Inc., New York.

Ghyka, Matila. 1952, ”A Practical Handbook Of Geometrical Composition And Design”, Alec Tiranti Ltd, London.

http://www.likecool.com/The_golden_ratio_turns_famous_faces_into_fibonacci–Pic–Gear.html

Advertisements

1 Comment »

  1. Saya akan sedikit berbantahan dengan Anda tentang bahasan yang Anda salurkan di sini. Pertama, mengapa wajah manusia yang telah memiliki keindahan simetris dan sempurna dari Tuhan perlu diberikan golden ratio lagi? Tentu kita pun sepakat bahwa golden ratio itu diperlukan kita saat akan baru menghasilkan ‘sesuatu’ seperti contohnya proporsi pada bangunan, proporsi geometri pada bangunan yang ada, proporsi pada lukisan, proporsi pada fotografi, dan sebagainya. Dan menurut analisis, memang ditemukan golden ratio pada wajah manusia. Golden ratio itu sendiri telah ada pada wajah manusia dan tidak perlu ditambah-tambahkan lagi karena justru membuatnya rancu. Jika menilik lebih lanjut, tentang apa-apa saja bukti geometri golden mean yang ada pada wajah manusia maka contohnya dapat dilihat pada situs ini http://www.goldennumber.net/face/ seperti halnya ternyata wajah dapat diberlakukan sebagai rectangle nya dan mata sebagai garis tengahnya, dan mulut dan hidung ditaruh pada golden section diantara wajah dan dagu… dan ternyata bagian tengah dari pupil mata segaris dengan ujung bibir dan ujung dagu. Contoh lainnya dapat dilihat dari website tadi.

    Cara meng-analisis adanya golden ratio pada wajah dapat pula dilihat pada video di link ini: https://youtu.be/kKWV-uU_SoI

    Namun ternyata, golden ratio bukan satu-satunya cara untuk mendefinisikan keindahan / kecantikan dari wajah. Dr. Stephen Marquardt, seorang dokter ahli bedah dari Californa dan lulusan UCLA, menemukan cara baru untuk mendefinisikan kecantikan dari wajah manusia. Slogan nya adalah “Kecantikan adalah ketika kamu melihatnya, akan tetapi bisakah kamu mendefinisikannya?”. Jadi Dr Marquardt memakai teknik memetakan pentagon dan decagon pada wajah manusia dan menilai kesempurnaan. Sample/foundation dari mask pentagon dan decagon yang ada diambil dari bentuk-bentuk wajah pada orang asia, negro, caucasian,mesir kuno, yunani, dan roma. Lalu salah satunya mask dari hasil sampling itu dipetakan pada wajah manusia yang ada memakai photoshop dan ternyata hasilnya adalah wajah orang itu menjadi lebih cantik. Hal ini menarik sekali lebih lengkapnya dapat dilihat di http://www.beautyanalysis.com/

    Comment by Anneli Puspita Xenia — April 25, 2016 @ 10:51


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: