there’s something about geometry + architecture

May 7, 2016

Perception in “Powers of Ten”

the view, the ambient arrays of energy surrounding the observ
er—light, sound waves, patterns of pressure on tactile re
ceptors, and so on—are structured by the objects and surfaces in the environment in ways that specify those objects
and surfaces; thus, information arrives at sensory receptors
already richly imbued with structure. This structure is not
carried in a static image; it is only apparent in relations that
emerge over transformations in space and time (movement
of objects or the observer, edges, gradients, flow, etc.).
Structured arrays of energy contain the information through
which perception of the self and environment occurs

(E. J. Gibson, 1970)

Secara gamblang begitulah teori persepsi Gibson, bahwa apa yang dilihat manusia bergantung dari struktur lingkungan dimana manusia tersebut berdiri, dimana ada relasi antara ruang dan waktu. Menurut Gibson, ada beberapa poin yang mempengaruhi persepsi manusia dalam melihat sesuatu :

  1. Optical Array: Posisi stimulus (benda) di lingkungan terhadap kita. Behubungan dengan keadaan dan waktu sehingga mempengaruhi bagaimana cahaya masuk ke mata.contoh: posisi, ukuran, interposisi.  Berangkat dari ground theory, bahwa bukan posisi objeknya yang penting tapi bagaimanan objek ini ditempatkan pada surface. Gibson beranggapan bahwa posisi manusia terhadap ruang dan waktu penting untuk menentukan persepsinya sehingga ketika manusia bergerak variabel jarak dan visual field juga berubah.
  2.  Optic Flow: Keadaan dimana kita bergerak dan poin penglihatan kita menjadi statis, sedangkan field of vision kita yang lain menjadi dinamis.
  3. Invariants: hal yang berada di lingkungan yang tidak berubah. Contoh: tekstur dan gradien, pola alur, densitas tekstur, motion parallax (bagaimana satu objek bisa terlihat dan tidak terlihat tergantung posisi benda terhadap visual field),affordance.

 

Disini kita akan mencoba membedah suatu video karya Charles dan Ray Eames, mereka adalah salah satu pasangan arsitek yang paling berpengaruh di abad 20. (tidak hanya membuat bangunan tetapi furnitur, instalasi dan video juga. ps: haha baru tahu kaan!)  Video ini mengajak kita untuk mengeksplorasi skala relatif kita terhadap suatu titik (titik ini adalah pasangan yang sedang berpiknik di Chicago) dengan  bergerak sejauh pangkat sepuluh meter  setiap sepuluh detik. (10, 10^1, 10^2). Kita dapat melihat bagaimana persepsi visual kita akan berubah seiring kita bergerak.

 

tumblr_msnqpfsAKd1rot1ico1_400

eames-powers-of-ten-o

Kita coba telaah dari posisi 10 m – 100m. Awalnya tekstur rumput, posisi orang, dan alat – alat makan masih terlihat jelas, namun seiring bergeraknya kamera tekstur tersebut menjadi kabur sehingga kita tidak dapat menangkap informasi “ada manusia yang sedang piknik” dan hanya melihatnya menjadi sebuah objek. Objek manusia tersebut juga tidak bisa ter – define karena ada pengaruh jarak mata ke objek, bentuk manusia menjadi kabur. saat jarak menjauh, tekstur tidak terlihat sehingga kita tidak bisa memprediksi kedalaman benda tersebut. Dimana objek piring dan gelas? Dimana posisi kedua manusai itu?, tidak tertangkap informasinya dan menganggap kegiatan piknik itu sebagai satu objek.

Saat jarak 10 m kita masih dapat mengetahui ukuran karpet yang lebh besar dari manusia, namun saat kamera bergerak terjadi motion parralax sehinga objek lain (jalan) masuk ke dalam field of vision kita. Sehingga karpet tadi yang kita anggap besar menjadi kecil jika dibandingkan dengan jalan. Disini terjadi perubahan persepsi kita terhadap ukuran sebuah benda seiring kita bergerak.

Kita juga dapat merasakan optic flow dimana titik (orang piknik) seakan statis dan yang lain menjadi dinamis saat kita bergerak menjauh.

ggg

Kita coba melihat dari skala yang lebih besar,  dimana titik fokus kita sudah beralih menjadi bumi. Seiring bergeraknya kamera densitas tekstur bumi menjadi berkurang dan semakin kabur hingga akhirnya tekstur baru (tekstur galaksi) dapat terlihat. Akibat perbedaan tekstur ini informasi yang kita terima juga berbeda.  Motion Parrallax yang terjadi di penjelasan sebelumnya juga terjadi disini. Bandingkan frame 10^8 dengan frame 10 ^ 14. Disana kita dapat melihat: akibat bertambahnya objek pada field of vision kita, skala objek terhadap lingkungan menjadi relatif. Bumi pada jarak tertentu menjadi objek yang mendominasi, namun pada jarak lebih jauh bumi hampir menjadi sama ukurannya dengan objek – objek angkasa lainnya, bahkan tidak bisa dibandingkan lagi.

Setelah dari skala yang besar coba kita lihat dari skala yang lebih kecil

 

Pada skala mikron kita dapat melihat adanya interposisi. awalnya kita dapat melihat sel darah putih dalam visual field kita, namun seiring bergeraknya kamera, sel darah putih tersebut ternyata berada di dalam pembuluh darah, sehingga sel tersebut tidak dapat terlihat lagi dan informasi mengenai adanya sel tersebut hilang. Begitu pula informasi akan tekstur dan pola dari sel.

Informasi mengenai densitas dan pola tekstur DNA dapat terlihat jelas saat kamera mulai mendekatinya, informasi tersebut belum dapat diterima saat jarak kamera berada pada 100 angstrom , pola belum dapat ter – define dengan jelas. Akibat adanya tekstur ini, kita dapat memperkirakan kedalaman dari DNA ini, dimana yang posisinya lebih di depan dimana yang posisinya lebih di belakang.

Itulah beberapa paparan mengenai persepsi pada video Powers of Ten. Disana saya hanya memaparkan beberapa contohnya saja, namun teori – teori Gibson dapat ditemukan selama 9 menit pemutaran video tersebut. Kalian dapat mulai dengan menonton videonya dan menemukan sendiri penerapannya!

Nadia Amira

1306405206

 

Sumber Referensi:

http://www.eamesoffice.com/the-work/powers-of-ten /

The Ecological Approach to Visual Perception. James J.
Gibson. Houghton Mifflin, Boston, 1979. 332

Goldstein, Bruce. (1981).The Ecology of J.J Gibson’s Perception . Leonardo, [online] Volume 14, p. 191 – 195.

Adolph,Karen E. Kretch, Kari S.  (2015 ).Gibson’s Theory of Perceptual Learning. NYU Psychology, [online].

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: