there’s something about geometry + architecture

June 7, 2016

Motion Perception in Animation Character

Cinematic/ Motion perception mengacu pada proses kognitif dan sensorik yang kita gunakan saat melihat adegan, peristiwa, narasi, efek cahaya, mimik yang ada pada gambar hasil editing. Visual media yang dinamis  seperti film dan televisi telah menjadi bagian sehari-hari kita. Apa yang kita tangkap secara visual beberapa dapat ditangkap, dan mungkin beberapa tidak (“ah, itu kan cuma film doang.” Atau “itu kan cuma di tv doang.”).  Segala respon yang kita miliki, tidak jauh dari persepsi akan pemahaman yang kita dapat mengenai perbedaan antara pengalaman visual yang kita terima dan pengalaman di dunia nyata sekitar kita.

Menurut Michael Rice, 2011, persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencapai suatu pemahaman terhadap lingkungan sekitar dengan mengatur dan menejemahkan informasi sensorik. Bagaimana kita memahami ruang yang ada disekitar kita dimulai dari respon fisiologis yang merupakan bagian dari proses holistik, Artinya, terjadi tidak hanya dari aspek tertentu, melainkan melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin (interwoven) satu sama lain.

Tokoh lain yang membahas mengenai persepsi adalah James Jerome Gibson, lahir pada tanggal 27 Januari 1904 di Mc Connelsville. Beliau meninggal pada tanggal 11 Desember 1979. Beliau adalah lulusan Universitas Princeton. James. J. Gibson seorang psikolog Amerika, yang telah dianggap sebagai salah satu dari psikolog-psikolog  penting pada abad ke-20an dalam bidang persepsi visual. Pada awal hingga pertengahan abad ke-20 psikolog, ini dikatakan yang mental versus fisik muncul dalam oposisi dari behavioris dan sekolah Gestalt pemikiran. James Gibson seperti tokoh revolusioner di bidang psikologi, bukan hanya karena ia seorang pencoba cemerlang, tetapi juga karena kerangka teorinya menjadi awal yang radikal dari dualisme Cartesian implisit yang melanda psikologi dan filsafat selama ratusan tahun. Dia mampu bergerak di luar kerangka stimulus-respon dan masuk ke skema konseptual yang membawa organisme dalam lingkungan yang serius.

Menurut Gibson persepsi adalah cara dimana pengamat tetap berhubungan dengan segala hal di sekitar mereka sehingga dalam beberapa kasus menyebabkan penolakan, tidak hanya dari behaviorisme, tetapi disebabkan dari teori persepsi juga. Persepsi visual adalah perkembangan pertama mengenai persepsi yang dikemukakan oleh James. J. Gibson. Persepsi ini menjelaskan tentang ide persepsi secara langsung dari lingkungan di sekitar kita. Gibson menentang respon psikologi ini, awalnya dengan menggunakan metodologi penelitian dualisme, kemudian yang kedua dengan mengedalilkan kerangka teoritis untuk hasil penelitiannya. Dalam karya klasik yang diciptakan oleh James. J. Gibson yaitu, Persepsi Dunia Visual (1950), ia menyatakan bahwa ia menolak teori behaviorisme dan pendekatan klasik yaitu persepsi untuk melihat berdasarkan karya eksperimental, teorinya mempelopori gagasan bahwa sampel pengamat informasi dari dunia visual luar menggunakan sistem perseptual aktif bukan pasif, dan menerima masukan melalui mereka indera dan kemudian memproses input ini untuk mendapatkan sebuah konstruksi dunia. Bagi Gibson, di dalam dunia ini berisi berbagai macam informasi yang dapat diakses secara langsung ke sistem persepsi manusia maupun hewan yang melakukan penyesuaian diri untuk mengambil informasi melalui persepsi secara  langsung.

Kemudian persepsi visual berkembang menjadi The Senses Considered as Perceptual System. Persepsi isi menyajikan sesuatu seperti yang telah ada di lingkungan sebagai awal dari persepsi. Gibson mempelajari persepsi yang terdiri dari 2 jenis yaitu, menanggapi rangsangan fisik yang sebelumnya tidak ditanggapi, serta belajar sesuai dengan yang seharusnya dapat menjadi bahan perbaikan untuk berhubungan dekat dengan lingkungan. Gibson menyajikan teori persepsinya dalam The Senses Considered as Perceptual System (1966). Hal ini dimulai dengan seluruh organisme yang menjadi perseptor, hal ini dimulai dengan lingkungan yang akan dirasakan. Jadi, munculnya pertanyaan-pertanyaan bukan karena perseptor construct dunia dari input sesorik dan pengalaman masa lalu, melainkan informasi yang ada di lingkungan sekitar ketika manusia atau hewan berinteraksi dengannya.

Lalu terakhir berkembang menjadi The Ecological Approach to Visual Perception. Selama beberapa tahun terakhir, banyak peneliti perkembangan perseptual pada bayi yang dituntun oleh pandangan ekologi dari Eleanor dan James J. Gibson. Persepsi ini mencerminkan perkembangan pemikiran dan penekanan pada makna interaksi antara persepsi dan tindakan, affordances lingkungan hidup. Gibson menggunakan pendekatan ekologi untuk persepsi, yang didasarkan pada interaksi antara pengamat dan lingkungan. Beliau menciptakan istilah affordance yang berarti kemungkinan interaktif dari sebuah obyek atau suatu lingkungan. Konsep ini telah banyak memberikan pengaruh dalam bidang desain dan ergonomis, serta berguna dalam konteks interaksi antar manusia dengan mesin. Menurut pandangan ekologi Gibson, bahwa manusia secara langsung mempersepsikan informasi yang ada di dunia sekitar kita. Persepsi membuat kita memiliki hubungan dengan lingkungan untuk berinteraksi dan beradaptasi terhadap lingkungan tersebut. Persepsi memberi manusia informasi-informasi tentang cara atau tindakan yang harus dilakukan oleh seseorang dalam kehidupannya.

Setelah apa yang telah saya jabarkan diatas berdasarkan pendapat Rice dan teori Gibson mengenai persepsi, hal ini erat kaitannya dengan banyak seniman yang mencoba menggambarkan animasi karakter hewan ke dalam manusia berdasarkan visual persepsi yang mereka alami masing-masing. Persepsi visual adalah Persepsi didapatkan dari indera penglihatan, yang artinya setiap individu dapat menghasilkan persepsi yang berbeda-beda.

Motion perception pada kartun berbentuk hewan dalam film berjudul Zootopia msialnya menghasilkan karakter berbentuk manusia. Bagaimana para seniman ini menerjemahkan apa yang mereka tangkap dari tokoh-tokoh hewan dalam film menjadi sangat menarik saat mereka tuangkan dalam bentuk manusia, dan bagaimana mereka mengetahui apakah harus digambarkan sebagai seorang wanita atau pria. Hewan yang sebenarnya dalam dunia nyata sebenarnya sulit dibedakan apabila kita melihatnya sebagai satu species, sedangkan dalam film ini diceritakan satu species saja bisa menjadi hewan yang sangat berbeda-beda. Mereka mencoba menangkap identitas, mengetahui gender, dan memahami karakter dalam film dengan motion perception yang alaminya. Disamping dari audio perception, apakah pengisi suaranya tersebut lembut yang berarti wanita atau berat yang berarti pria, dengan sebuah visual persepsi pun dapat mengetahui hal-hal tersebut.

Beberapa cara agar dapat memahami karakter hewan dari visual persepsi motion dalam film adalah dengan memperhatikan beberapa hal berikut: cara berpakaian setiap individu hewan, bentuk lekuk tubuh, mimik wajah, bahasa tubuh, gaya berbicara, dan semacamnya. Hal-hal tersebutlah yang diinterpretasikan dari  karakter hewan menjadi karakter manusia oleh beberapa seniman, dengan hasil sebagai berikut.

Menurut Olivia, 2011, bagaimana kita dapat mempersepsikan adegan visual? Selama beberapa dekade penelititan mengenai perilaku bahwa motion perception dimulai dari tingkat global. Pertama, spatial layout dan sudut pandang pengamat yang perlu dievaluasi dalam memepersepsikan sebuah adegan visual (visual scene). Setelah itu, mulai beranjak ke pengenalan bagian dan objek-objek sekitar dalam sebuah scene dengan proses yang lebih lambat. Dengan kata lain, kita dapat mengetahui bahwa kita sedang berada di rumah dan di kamar tidur yang luas, sebelum mengetahui bentuk-bentuk tertentu secara detail, bahwa disana terletak meja tidur ataupun tempat tidur. Memori manusia untuk sebuah scene sangat rentan akan terjadinya kesalahan ataupun kemungkinan distorsi, namun dengan kesalahan-kesalahan ini dapat mengungkapkan bagaimana otak merespon ruang yang kompleks. Lingkungan memiliki semacam keteraturan (regularities) yang kita simpan didalam memori, yang kemudian akan kita pakai ketika kita merasa mengenal atau pernah mengalami apa yang ada didepan kita.

Annisa Putri Lestari

1306367694

Referensi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: