there’s something about geometry + architecture

June 8, 2016

Emm… Menariknya Lapisan Martabak

Filed under: everyday geometry,Uncategorized — bennychandra @ 00:01

Kalo bicara mengenai soal martabak, pasti banyak yang akan berpikir martabak manis, ada juga yang berpikir martabak asin/ telur. Nah, ada yang perhatikan ga lapisan martabak manis dan martabak asin itu kenapa berbeda?

Gambar 1. Martabak manis dan martabak telur
(http://www.resepumi.com/wp-content/uploads/2014/11/Resep-Martabak-Telor.jpg ; http://resep-makanan.net/wp-content/uploads/2015/07/Resep-martabak-manis.jpg)

Mari kita pisahkan satu satu elemen dari martabak!

Lapisan martabak telur terdiri atas bahan sebagai berikut :

  1. Adonan
  2. Daging Giling
  3. Telur (orak arik)
  4. Irisan daun bawang
  5. Garam merica

Lapisan martabak manis (standar/lengkap) terdiri atas :

  1. Adonan
  2. Susu Kental Manis (biasanya putih)
  3. Meses coklat
  4. Parutan cheddar
  5. Kacang tanah (alternatif keju)

Lapisan yang sering dijumpai :

Dalam martabak telur, lapisan yang sering dijumpai adalah adonan dalam adonan, dan di dalam adonan ini sudah tertempel dengan campuran daging giling, telur, irisan daun bawang, garam dan merica. Lapisan ini kemudian diulang agar tebalnya 2 kali. Sehingga rasa dari martabak telur selalu merata. Lapisan dapat dilihat di diagram berikut.

3

Gambar 2. Diagram lapisan martabak telur

Sedangkan dalam martabak manis, lapisannya terpisah. Biasanya dimulai dari lapisan terbawah yaitu adonan, mentega, meses coklat, susu kental manis, keju/kacang, mentega kemudian adonan. Mirip seperti lapisan hamburger. Sehingga ada bagian yang lebih dominan terasa buttery, legit, dan asin-manis. Lapisan tersebut dapat terlihat di diagram berikut.

4

Gambar 3. Diagram lapisan martabak manis

Nah apa yang menjadi daya tarik lapisan diatas?

Tentunya, cara penyusunannya. Kenapa martabak manis harus berlayer sedangkan yang telur saling overlay. Sehingga mari kita menelusuri lapisan manakah yang lebih unggul?

Secara topologi, lapisan martabak telur tidak berbeda sebab terjadinya kontak antara adonan, telur, daging, dan daun itu dari awalnya sudah tercampur sebab elemen tersebut saling mengisi kekurangan yang lain. Daging bersifat masif dan mempertahankan bentuk, kemudian ada irisan daun dimana lebih fleksibel dalam bentuk namun memiliki kelemahan dalam mengisi volum sebab volum daun terbatas. Terakhir adalah telur yang merupakan elemen yang mempunyai fleksibilitas tinggi karena sifat cairnya yang mengisi rongga.

Topologi yang selalu terjadi:

5

Gambar 4. Topologi martabak telur

Sehingga walaupun anda meletakkan daun, kemudian daging dan telur. Topologi lapisan tersebut tidak akan berubah dan hasil martabak telur anda pasti akan selalu sama. Dengan syarat ada adonan sebelum lapisan isi, sebab adonan merupakan basisnya.

Namun berbeda dengan layer yang tersusun rapi dengan martabak manis. Secara topologi jika posisi isian kita ubah maka bagian rasa legit dan asin manisnya juga berubah.

Topologi umum martabak manis :

6

Gambar 5. Topologi martabak manis

Rasa yang terdapat pada martabak ini pada bagian adonan, mentega, keju, susu, meses, mentega, adonan adalah bagian lapisan atas buttery kemudian asin kemudian asin manis, legit dan akhirnya buttery.

Rasa : buttery -> buttery asin -> asin manis -> manis legit -> buttery manis

7

Gambar 6. Topologi martabak manis versi baru

Jika diubah maka rasa yang akan timbul pada bagian adonan, keja, mentega, susu, meses, mentega, adonan adalah pada lapisan atas terasa asin, asin manis, manis buttery kemudian legit kemudian manis buttery.

Rasa : asin -> buttery asin -> buttery manis -> manis legit -> buttery manis (rasa “buttery” dan “asin manis” hilang, muncul rasa “asin”)

 

Referensi :

http://saelekko.com/resep-martabak-manis-dan-cara-membuat-martabak-manis/

http://www.likethisya.com/cara-membuat-martabak.html

http://www.indirania.com/2015/06/resep-membuat-martabak-manis.html

http://resepcaramasak.com/rahasia-manis-dan-nikmat-martabak-coklat-kacang-bangka/

BENNY CHANDRA
1306412741

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: