there’s something about geometry + architecture

March 26, 2017

GOLDEN SECTION, DE STIJL DAN FASHION

Filed under: classical aesthetics,everyday geometry,Uncategorized — khusnulhotimahdwiyanti @ 21:27
Tags: , ,

Golden section atau golden ratio yang sama dengan 1,618 yang merepresantasikan phi (Φ),dipercaya bahwa membuat gambar berdasarkan persegi dari golden ratio atau golden section ini  akan menghasilkan proposi yang baik dan akan terlihat indah bagi mata.

fibanacci
Fibonacci Spira\
 

Telah banyak seniman ataupun arsitek yang menggunakan golden section terutapan golden rectagle sebagai pernentu proposi dalam menghasilkan karya-karyanya. Bahkan pada kehidupan sehari haripun kita dapat menemukan golden ratio pada proposi tubuh dan wajah, kelopak bunga, bahkan ukuran kertas seperti A1,A2,A3.

golden-section-screen-print-detail1.png
Fibonacci Spirral x De Stijl

Salah satu hasil karya yang menerapkan golden ratio sebagai landasan proposi pada karnyanya adalah karya dari aliran Seni belanda De Stijl.

De stijl adalah sebuah aliran seni yang hanya menggunakan unsur-unsur sederhana seperti garis lurus horiznntal maupun vertikal dan juga bentuk-bentuk dasar persegi dan persegi panjang. Pemilihan warnanya pun hanya mengkerucut pada warna-warna primer seperti merah, kuning, dan biru. Dan juga tiga warna primer hitam, putih dan abu-abu.

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian. Salah satu contoh penerapan goldden section oleh mondrian adalah lukisan abstrak “ composisition wilh red, black, blue , yellow dan grey_Piet Mondrian pada tahun 1920

design-dictionary-de-stijl-mondrian.jpg
Composisition with red, black,blue,yellow and grey By Piet Mondrian 1920

Pengaruh de stijl Mondrien juga memberikan pengaruh pada bidang fashion. Salah satunya dimulai saat Yves Saint Laurent pada tahun 1960 an membuat sebuah gaun yang iconic yang menerapkan De stijl mondrian pada rancangannya,

Picture13(11).jpg
Mondrian Dress by Yves Saint Laurent 1960

Penerapan De Stijl pada bidang fashion menjadi sebuah trend yang disenangi. Hal ini dikarenakan de stijl yang mengacu pada golden ratio membuat sebuah keharmonisan dan ritme dalam pengkomposisiannya menjadi indah saat dilihat mata. Dimana, warna de stijl yang mengacu pada warna primer yang terang dan di imbangi dengan warna dasar yang netral membuat hasil rancangan fashion dengan gaya de stijl menarik mata ,fashionable, terlihat estetik dan mudah diterapkan dalam berbagai item fashion.

Berikut adalah beberapa item fashion yang dipengaruhi oleh aliran de stijl :

3c13bfee-23f3-4cbb-8357-fa361995478f
TOP BIGBANG Mondrian Suit
design-dictionary-de-stijl-fashion
Fashion Item with Mondrian De stijl Influence
Picture12(13)
NIKE Mondrian Style Trainings
KHUSNUL HOTIMAH DWIYANTI – 1406530691
 REFRENSI :

http://designseminar4.blogspot.co.id/p/industrial-design-and-fashion.html

http://uchi.co.uk/blog/uchis-golden-section/

http://www.decorartsnow.com/design-dictionary-de-stijl/

 

5 Comments »

  1. halo Khusnul! setelah membaca tulisan ini, sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ada pada pikiran saya. terlihat sangat menarik ketika aliran de stjil mempengaruhi fashion, mulai dari sepatu, baju, nail art ataupun hal lain yang anda coba paparkan di atas. tetapi seperti yang kita semua ketahui, bahwa aliran de stjil ini di aplikasikan pada bidang bidang yang rigid dan berbentuk layaknya euclidean geometry. lalu ada beberapa furniture seperti red blue chair yang memakai aliran ini juga. tetapi, apakah golden section pada produk produk fashion seperti baju dan sepatu masih bisa dijelaskan dengan teori golden section? mengingat baju dan sepatu tidak seperti layaknya rigid geometry, melainkan mereka dicetak pada surface datar dan lalu disambung dengan proses menjahit. lalu ketika proses penggabungan/menjahit itu dilakukan, apakah proporsi terhadap golden section akan hilang?

    Comment by ghaisaningumay — March 26, 2017 @ 22:23

  2. setuju dengan ghaisani, menarik bagaimana pengaruh de stijl terus dikembangkan dan digunakan sampai saat ini dengan mengaplikasikannya ke berbagai hal, mungkin akan lebih baik jika pengembangan dari tulisan ini nantinya menjelaskan sejauh mana elemen golden section pada de stijl diaplikasikan kepada benda sehari-hari, keep up the good work!

    Comment by divauliahmad — March 26, 2017 @ 23:45

  3. Halo! terima kasih telah membaca postingan saya. saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. sebelum menjawab bisa atau tidak bisa saya akan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana hubungan antara golden section, de stijl dan fashion menurut sudut pandang saya.
    Disini golden section hanya memiliki hubungan secara langsung dengan de stijl sebagai sebuah aliran seni, sedangkan dengan fashion hanya karena fashion tersebut terinfluence dengan aliran de stijl. sehingga jika dikatakan bisakah fashion yang saya lampirkan pada postingan ini dijelaskan dengan golden section yang terpakemkan dengan hitungan? jawabannya Tidak.
    Karena pengaruh golden section pada fashion disini hanya karena pengaruh d stijl yang berkiblat pada Golden Section walaupun tetap ada pengaruh keharmonisan warna dalam segi visualnya.

    lalu untuk pertanyaan kedua. karena sudah saya terangkan bahwa golden section tidak secara langsung terlibat pada fashion yang saya lampirkan dan hanya berpengaruh secara visual, sehingga menurut saya proporsinya tidak akan hilang asalkan masih menjadi suatu kesatuan visual yang utuh.
    fyi, untuk proporsi golden section yang benar-benar mengutamakan proporsi ada pada dunia fashion. search ‘geometry in fashion’ 🙂

    Maaf jika panjang. semoga dapat menjawab apa yang dipertanyakan.

    Comment by khusnulhotimahdwiyanti — March 26, 2017 @ 23:55

  4. Halo Diva terima kasih telah membaca postigan saya
    terimakasih juga atas sarannya. lain kali akan saya coba dengan membahas pada pengaplikasan yang lainnya seperti pada furnture contohnya pada red blue chair 🙂

    Comment by khusnulhotimahdwiyanti — March 27, 2017 @ 00:05

  5. Halo Khusnul, menarik sekali ulasanmu terkait Golden Section, De Stijl dan Fashion ini. Dari ulasan yang Anda sajikan, saya menangkap bahwa ada berbagai unsur yang berperan dalam komposisi fashion ala De Stijl. Salah satunya adalah yang sudah Anda sebutkan pada awal tulisan ini, yaitu terkait dengan pemilihan warna. Terkait hal tersebut, terbesit pertanyaan di benak saya, selain pilihan warna yang sudah dibatasi, yakni warna merah, kuning, dan biru; dalam menentukan pewarnaan untuk keseluruhan komposisi, adakah aturan tertentu agar fashion tersebut tetap merupakan komposisi De Stijl, bukan komposisi yang lain? Adakah satu warna tertentu yang harus tampil lebih banyak atau lebih sedikit dibanding dua warna lainnya? Kemudian, bagaimana tata komposisi pewarnaannya? Mana saja “kotak” yang boleh diwarnai, dan mana saja yang tidak? Adakah rumus tertentu terkait hal tersebut?

    Comment by afifahkar — March 27, 2017 @ 20:26


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: