there’s something about geometry + architecture

March 26, 2017

Persepsi Visual dan Video Musik Awkarin

Filed under: Uncategorized — divauliahmad @ 23:33

The Whole is other than the sum of the parts – Kurt Koffka

Quotasi diatas mungkin bisa menggambarkan bagaimana kita, manusia, mempersepsikan sesuatu secara visual, ketika dihadapkan akan sekumpulan objek, mata kita cenderung melihat objek tersebut sebagai satu kesatuan utuh, satu kelompok, sebelum akhirnya kita melihat nya sebagai satu objek individual. Manusia melihat sesuatu sebagai a whole daripada sekumpulan parts. Dan apabila sebagian itu kemudian dipisahkan menjadi sebagian sebagian lagi, kita cenderung mengelompokan mereka menjadi beberapa whole sesuai dengan persamaan karakter/identitas, hal-hal tersebut menjadi dasar dari Teori Persepsi yang dikemukakan oleh Gestalt

Ketika dihadapkan unutuk mengidentifikasi sebuah objek, hal yang pertama kali kita lakukan adalah cenderung mengidentifikasi outline nya, yang kemudian mencocokan outline tersebut dengan bentuk dan forma dari objek yang telah kita ketahui untuk mendapatkan keselarasan. Setelah the whole muncul sebagai garis outline barulah kita kemudian mulai mengidentifikasi parts yang membentuk ke wholeness an dari forma yang kita lihat.

awkarin1.png

Dalam video musik berjudul candu yang dinyanyikan oleh penyanyi muda Awkarin, pertama penonton dikenalkan kepada sosok awkarin dengan menampilkan gambar close up awkarin sedang terbaring diatas kasur, hal yang wajar ketika kita mulai mengidentifikasi mulai dari warna rambutnya, pakaiannya, sinar matanya, sampai lekat di pikiran kita akan bayangan awkarin yang ingin ditampilkan seperti apa, sehingga bisa dikatakan, kita mendapat general form dari Awkarin.

awkarin2

Di cuplikan beberapa detik setelahnya, tampak penggabungan dari dua visualisasi yang tampak seperti sosok awkarin yang kita lihat di cuplikan sebelumnya dengan sosok lelaki sedang berdiri.  Akan sulit membedakan mana yang objek dan mana yang sebenarnya ditampilkan, yang kita sebut dengan Reifikasi, yaitu aspek dari persepsi dimana objek yang dipersepsikan mengandung lebih banyak muatan spasial dibanding apa yang sebenarnya ditampilkan, kamu mungkin tidak tau apakah cahaya lampu di sisi kanan dan kiri itu milik awkarin atau ternyata bagian spasial dari pria yang sedang berdiri ditengah. Ketika mata kita berusaha mencocokan kita cenderung melihat pola pola familiar yang apa yang sudah tersimpan di memori kita sebelumnya.

Kamu dengan mudah mengenali mana yang awkarin dan mana yang bukan karena sebelumnya kamu sudah punya bayangan akan awkarin yang ditampilkan di awal video. Hal ini juga berkaitan dengan figure-ground theory dimana elemen cenderung diartikan sebagai figure atau groud dalam hal ini, kecepatan repetisi dan tingkat opacity mempengaruhi persepsi visual akan figure-ground dari video musik awkarin

awkarin3

Figure-ground­ juga dapat dengan mudah kamu identifikasikan di beberapa cuplikan lain dalam video, tampak dua orang sedang menari nari dan menjadi figure dari cuplikan tersebut, dan meskipun awkarin menjadi ground dan di blur kan dalam cuplikan, mata kita tetap tertuju pada awkarin sebagaimana kita tahu bahwa ia memang dimaksudkan menjadi bintang dalam video klip ini

awkarin4

Dan dalam beberapa cuplikan lain awkarin ditampilkan dengan bentuk yang kurang jelas namun kita sadar betul bahwa sosok yang ditunjukan didalam ketidakjelasan tersebut tetaplah awkarin

Sama halnya dalam mendesain, manusia pada umumnya akan mengidentifikasi elemen yang ada diawali dari general form yang ada di kepala mereka, lalu mendistinct mereka dari form lain ketika mulai memasuki bentuk yang sedikit kompleks, dari sudut pandang desain, jika kamu ingin mengubah persepsi seseorang, jangan mengubahnya sekaligus, melainkan carilah cara agar mereka bisa melihat alternatif dari persepsi tersebut, dan kuatkan alternatif sembari berangsur-angsur melemahkan yang asli

Diva Aulia Ahmad

1406605710

Advertisements

4 Comments »

  1. halo Diva. Setelah membaca postingan Anda ini, saya baru sadar ternyata penerapan teori-teori yang terasa memusingkan dapat diterapkan secara sederhana dan ada pada kehidupan sehari-hari kita tanpa kita sadari. dan hal ini sangatlah menarik. bagaimana Anda dapat menyadari adanya teori-teori yang terselip didalamnya seperti yang telah anda jelaskan.
    Kini yang saya pertanyakan adalah. apakah penerapan visual persepsi ini adalah sebuah kesengajaan dengan suatu harapan tertentu yang telah di rencanakan oleh sipembuat video clip atau merupakan sebuah ke tidak sengajaan yang ternayata memiliki landasan teori?

    Comment by khusnulhotimahdwiyanti — March 27, 2017 @ 00:16

  2. Sangat menarik! Jarang sekali terpikirkan kalau teori-teori ini ternyata ada dalam pembuatan video klip, media yang terus bergerak. Saya lebih sering memperhatikan pada media yg diam seperti gambar hehe mungkin skrg akan mulai memperhatikan juga di film:)

    Comment by divamizanni — March 27, 2017 @ 00:40

  3. terimakasih khusnul sudah membaca tulisan saya! menjawab pertanyaan anda, terlepas dari consious atau unconsious teori persepsi visual si pembuat video maupun awkarin sendiri dalam video clip ini menurut saya tidak perlu didiskusikan terlalu panjang, karena saya sendiri tidak tahu intensi dari video klip ini sebenarnya, namun ketika saya pertama melihat video ini memang yang paling menarik perhatian saya adalah visualnya terlepas dari auditori nya yang mungkin menjadi intensi sebenarnya, dan saya berusaha mencari pemahaman akan teori yang selama ini kita pelajari dikelas, dengan pengalaman visual-spasial yang saya rasakan ketika melihat video ini, apakah ada teori lain yang ternyata ada sangkut pautnya dengan pengalaman yang saya alami? hal tersebut tentu akan menarik jika dikaji lebih lanjut!

    Comment by divauliahmad — March 27, 2017 @ 00:45

  4. halo diva! terimakasih sudah membaca tulisan saya! semoga kedepannya kita lebih aware terhadap media visual lain ya, saya yakin anda pasti juga secara sadar memperhatikan kok 😉

    Comment by divauliahmad — March 27, 2017 @ 00:48


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: