there’s something about geometry + architecture

March 27, 2017

Benarkah Semua Peta di Dunia Salah?

Filed under: everyday geometry,perception,Uncategorized — raynaldsantika @ 11:00

Peta pada dasarnya merupakan sebuah proyeksi dari dunia (dalam konteks ini, globe; sebuah sphere sempurna) yang diafiliasikan dengan mentranslasikan dunia ke dalam bentuk dua dimensional. Peta menerapkan konsep arsitektur sebagai sebuah representasi dari koordinat Cartesian dimana objek-objek yang ada pada peta seharusnya diidentifikasi dengan koordinat-koordinat yang akan memudahkan orang dalam membaca peta tersebut dan kaitannya dengan penjelajahan di dunia nyata. Peta sendiri sebenarnya memiliki grid dan axis sendiri yang telah dibuat oleh pendahulu-pendahulu kita pada zaman penjelajahan melalui laut dan karena alasan keterbatasan alat maka mereka tidak dapat memetakan garis pantai dan area suatu wilayah dengan tepat, melainkan hanya dengan insting dan persepsi ruang mereka.

Claudius_Ptolemy-_The_World.jpg
A printed map from the 15th century depicting Ptolemy’s description of the Ecumene, (1482, Johannes Schnitzer, engraver). http://en.wikipedia.org/

Peta yang kita lihat sekarang sebenarnya sudah sangat merepresentasikan dunia yang kita tinggali sekarang, namun mengapa sebenarnya semua peta yang sudah dibuat di dunia ini sebenarnya salah? Pada dasarnya, sebuah globe tidak akan pernah bisa diproyeksikan ke dalam bidang dua dimensi dengan persis tepat. Hal ini dikarenakan adanya prinsip Non-Euclidean Geometry yang sebenarnya merupakan bentuk asli dunia pada globe yang memiliki konsep spherical geometry (curvature) dimana postulatnya antara lain jumlah semua sudut segitiga ketika kita membentuk segitiga diantaranya melebihi 1800 (melebihi kaidah Euclidean Geometry) dan dua garis yang sudah bertemu di satu titik jika diteruskan pasti akan bertemu kembali di titik lain di lokasi yang berbeda.

aspects_all.jpg

Map projection method // science.howstuffworks.com

Hal ini mengakibatkan peta yang sudah diproyeksikan, seperti Mercator dan Gall-Peters, memiliki kelemahan-kelemahan yang sebenarnya sangat melenceng dari dunia yang sebenarnya ketika kita amati bersama. Sebutlah pada peta Mercator wilayah Greenland dan benua Afrika mempunyai besaran area yang sama ketika pada dunia nyata sebenarnya wilayah Afrika adalah 14x wilayah Greenland, atau pada peta Gall-Peters wilayah Brazil menjadi sangat gepeng dan tidak dapat digunakan untuk navigasi.

mercator-84.jpg

Tissot Indicatrix untuk perbandingan luasan area pada peta versi Mercator // www.geography.hunter.cuny.edu

gall-peters.jpg

Tissot Indicatrix untuk perbandingan luasan area yang terdistorsi pada peta versi Gall-Peters // www.geography.hunter.cuny.edu

Pada akhirnya, sebenarnya cara paling benar untuk kita melihat dunia adalah dengan melalui globe, dimana spherical geometry diterapkan dengan presisi (looking at the world as it is) baik dalam besaran area maupun jarak antar lokasi. Namun, jika kita menginginkan navigasi, peta Mercator yang diadaptasi Google Maps dengan sudut yang sama dalam setiap jengkalnya dapat menjadi pilihan utama.

Raynald Santika – 1406566413

Referensi:

http://www.vox.com/world/2016/12/2/13817712/map-projection-mercator-globe

https://www.scienceabc.com/social-science/what-is-wrong-with-all-our-maps.html

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2596783/Why-world-map-youre-looking-WRONG-Africa-China-Mexico-distorted-despite-access-accurate-satellite-data.html

1 Comment »

  1. Saya sependapat dengan argumen Raynald jika peta Gall-Peters tidak dapat digunakan untuk navigasi karena kesamaan di dunia nyata dan peta hanya bisa didapatkan di peta bumi bulat atau Globe, yang dalam argumen Raynald berupa Peta Mercator. Namun saya juga belum mempercayai 100% bahwa bumi sebagai tempat tinggal kita sekarang memiliki bentuk yang sama persis dengan yang digambarkan dalam peta bumi bulat. Karena kembali lagi manusia hidup di dunia nyata, kenyataannya terdapat perubahan-perubahan yang terjadi di permukaan bumi setiap detik tentunya tidak dapat langsung di prediksi oleh peta bumi bulat, seperti kenaikan air laut yang mempengaruhi garis pantai menjadi semakin maju ke daratan di berbagai pulau dan benua di dunia. Terimakasih sudah berbagi ilmu!

    Comment by nurulgumayputri — March 27, 2017 @ 15:24


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: