there’s something about geometry + architecture

May 29, 2017

Utopia dalam film La La Land

Filed under: architecture and other arts,ideal cities — dindaayu6 @ 11:56
Tags: , , ,

La la land adalah sebuah film bertema romantis musikal yang berasal dari negara Amerika. Film ini mulai tayang dibioskop Indonesia pada bulan Februari 2017. Disutradarai oleh Damien Chazelle dan dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emma Stone. Film ini bercerita tentang hubungan antara dua tokoh, yaitu Mia (Emma Stone) dan Sebastian (Ryan Gosling) dengan kota Los Angeles sebagai latar belakang. Dalam cerita ini Mia dan Seb berusaha untuk menggapai mimpinya di kota Los Angeles sebagai aktris dan pemilik bar dengan tema Jazz.

Dalam film ini kota Los Angeles digambar sebagai kota utopia yang sangat berbeda dengan kenyataannya. Konsep-konsep utopia ini digambarkan dalam setiap lagu dalam film La La Land ini. Pada awal film digambarkan bahwa terjadi kemacetan di jalanan kota Los Angeles. Kemacetan ini menggamparkan perasaan Mia akan kota Los Angeles yang merupakan kota yang sibuk. Namun ditengah-tengah kemacetan ini, para warga kota bernyanyi lagu berjudul “Another Day Of Sun” dengan kostum yang berwarna warni.

Picture1a

(Sumber: http://brightlightsfilm.com/los-angeles-cinema-utopia-la-la-land-racism/#.WSuXUuuGPIU)

maxresdefault.jpg

“I think about that day / I left him at a Greyhound station / West of Santa Fé / We were seventeen, but he was sweet and it was true / Still I did what I had to do / ’Cause I just knew
Sunday nights / We’d sink into our seats / Right as they dimmed out all the lights / A Technicolor world made out of music and machine / It called me to be on that screen / And live inside each scene
Without a nickel to my name / Hopped a bus, here I came / Could be brave or just insane / Climb these hills / I’m reaching for the heights / And chasing all the lights that shine.”

Dalam lirik lagu Another Day of sun digambarkan kota Los Angeles merupakan kota impian dimana semua orang dapat menjadi orang yang sukses. Pada bagian lirik “Climb these hills/ I’m reaching for the heights/ and chasing all the lights that shine.”, menggambarkan bahwa warga kota Los Angeles merupakan orang-orang yang berusaha keras dalam mencapai mimpi-mimpinya. Lagu-lagu dalam film La La Land ini menggambarkan harapan yang dimiliki oleh warga kota Los Angeles, Mia dan Seb. Harapan merupakan ide dasar dari konsep utopia. Karena dengan adanya harapan, kehidupan yang ideal dapat diciptakan.

 Sepanjang film La La Land ini semua tokoh menggunakan kostum yang berwarna-warni dengan tone warna yang terang.

505587369.jpg

15131_1.jpg

Melalui kostum yang berwarna-warni ini, menggambarkan di dalam kota Los Angeles terdapat banyak warna pada setiap warga yang mendiaminya. Waran-warna ini dapat merepresentasikan beragam ras manusia dalam kota Los Angeles. Namun walaupun berbeda-beda warna, warga Los Angeles hidup dengan harmonis. Kehidupan yang harmonis ini yang menyebabkan tidak adanya kemiskinan, kriminalitas dan tindakan-tindakan rasis diantara warga kota Los Angles.

Selain itu Kota Los Angeles dalam film ini digambarkan sebagai kota yang penuh cinta dan harapan yang tersebar seperti cahaya di dalam kota ini. Film ini menggambarkan Kota Los Angeles sebagai wadah satu komunitas manusia yang memiliki ketertarikan secara komunal dan aktivitas kolektif. Warga kota ini digambarkan sebagai orang-orang yang senang-senang saja dengan yang terjadi di dalam kehidupannya, sebagai contoh Mia bekerja sebagai barista di sebuah kafe, namun Ia merasa cukup dengan gajinya yang tidak seberapa dan tetap berusaha menggapai mimpinya menjadi seorang aktris. Dalam film ini digambarkan tidak ada warga kota yang digolongkan dalam golong working-class, gay dan lesbian, kulit putih dan non-kulit putih. Hal ini digambarkan pada karakter Seb yang merupakan seorang pemain musik Jazz. Padahal musik Jazz merupakan musik yang populer dalam kalangan orang non-kulit putih, namun pada film ini musik Jazz digambarkan sebagai genre musik yang universal. Bahkan pada salah satu scene digambarkan bahwa Seb bermain musik Jazz di klub malam yang penuh dengan orang-orang kulit hitam. Dari penggambaran ini, diketahui bahwa Kota Los Angeles merupakan kota yang sangat harmonis.

Picture6a.jpg

la-la-head.jpg

Dinda Ayu Prameswari

1306403674

Sumber:

http://brightlightsfilm.com/los-angeles-cinema-utopia-la-la-land-racism/#.WSuXUuuGPIU

http://www.popmatters.com/feature/la-la-land-is-a-delightful-return-to-mise-en-scene-cinema/

http://thephilosophicalsalon.com/la-la-land-a-leninist-reading/

2 Comments »

  1. Halo Dinda,

    Menarik sekali anda membahas film La La Land karena film ini emang sarat dengan penggambaran konteks kota Los Angeles sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh si sutradara itu sendiri. Saya memiliki beberapa saran dan komentar tentang artikel anda disini:
    1. Konteks Utopia yang pada dasarnya dikemukakan oleh Sir Thomas Moore memiliki definisi “an imagined place or state of things in which everything is perfect”, yang mana pada film La La Land hal tersebut coba untuk ditentang oleh sang sutradara sendiri. Konsep kota Los Angeles yang baik untuk semua orang pada film ini coba untuk diputarbalikkan bahwa kota ini bisa saja menghancurkan mimpi bagi orang-orang yang ada di dalamnya. Hal ini tertuang dalam plot film dimana Mia dan Sebastian pada akhirnya tidak bersama oleh karena mengejar mimpi mereka. Walaupun hal ini terkesan sedikit psikologikal namun masuk akal jika konsep Utopia dari Los Angeles sendiri yang ditentang oleh film ini. Hal ini tentu diluar konteks yang anda kemukakan dimana tidak adanya segregasi baik sosial maupun ekonomi yang dibahas oleh film ini.
    2. Saya sangat setuju dengan bahwa harapan adalah konsep utama Utopia yang dituangkan ke dalam adegan pertama film ini, yakni Another Day of Sun. Namun jika ditelaah lebih dalam dari segi lagu maupun komposisi dari orkestrasi dan musik itu sendiri memiliki pesan di baliknya, antara lain bahwa lagu yang kelihatannya riang ini memiliki arti khusus bahwa mimpi yang kita jalani tidak selalu berjalan mulus. Contohnya saja adalah pada liriknya terdapat ketidakjelasan apakah sang aktris akan bertemu pacar lama nya, atau dari segi orkestrasi dimana pemilihan nada-nada mayor dan minor sangat diperhatikan sehingga lagu ini tidak terlalu ceria pada akhirnya. Secara garis besar, adegan ini hanya sebagai perkenalan kepada penonton bahwa film ini bergenre musikal dan akan berlanjut dengan tempo seperti ini di sepanjang cerita.

    Terimakasih banyak atas pengetahuan barunya.

    Comment by raynaldsantika — May 29, 2017 @ 13:41

  2. hay Dinda terimakasih telah mendiskusikan keterkaitan film La La Land dengan Ideal City, dalam pembahasan lagu Another Day of Sun saya belum melihat gambaran dari kota yang ideal pada lirik dan video lagu tersebut. namun saat kamu membahas bahwa lagu jazz dalam cuplikan film La La Land dinyanyikan bersama di sebuah bar yang berisi orang kulit hitam, saya dapat mengambil keterkaitan film dengan Ideal City yang berupa tidak adanya kesenjangan sosial yang diperlihatkan dalam film. selain itu aktor dan aktris di film juga berasal dari berbagai macam ras sehingga di dalam film memperlihatkan bahwa Kota Los Angeles merupakan tempat dimana manusia hidup bersama, aman dan tentram 🙂

    Comment by nurulgumayputri — May 31, 2017 @ 11:49


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: