there’s something about geometry + architecture

May 30, 2017

Barcelona’s Superblocks: The Ideal City?

Filed under: classical aesthetics,ideal cities,locality and tradition — raynaldsantika @ 08:46

Jawaban dari pertanyaan di atas tak lain dan tak bukan berdasarkan pada keinginan kita di era globalisasi ini; apakah kita seharusnya merancang sebuah kota yang ideal berdasarkan pada masyarakat yang ada di dalamnya (civitas) atau untuk kemajuan hidup manusia?

1677

Denah kawasan Eixample di Barcelona (1859), oleh Ildefons Cerdà. Ilustrasi: Archives of the Kingdom of Aragon, Barcelona/Ministerio de Cultura/Ministerio de Cultura

Barcelona pada awalnya memiliki konsep grid yang pada awal mulanya dirancang oleh Ildefons Cerdà, Bapak Urbanisasi, sekitar tahun 1850an. Konsep grid dengan setiap blok nya berbentuk oktagon ini pada awalnya didesain untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang saat itu sedang dalam tahap yang memprihatinkan, dimana banyak penyakit timbul diakibatkan oleh penataan kota yang sangat buruk; salah satunya adalah keberadaan ruang terbuka hijau yang sangat kurang. Cerdà, sebagai seorang arsitek, urban planner, dan juga humanis pada saat itu, mengembangkan konsep ini agar ruang terbuka hijau di Barcelona dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat dan jumlahnya bertambah banyak.

20568100a2f64eaf2c1dc6d9dd667f5b.jpg

Perubahan penggunaan konsep octagonal grid oleh Cerdà yang lambat laun mengubah ruang terbuka hijau menjadi ruang privat. Ilustrasi: Pinterest

Hal ini kemudian menjadi bumerang bagi Barcelona di era globalisasi dimana mobil merajalela dan solusi yang tadinya untuk kepentingan kesehatan justru berbalik menjadi sumber dari 1200 kematian yang ada di Barcelona setiap tahunnya karena level nitrogen dioksida yang melebihi batas maksimum. Oleh karena itu, pemerintah Barcelona kemudian menggodok kembali konsep grid ini dan menjadikan adanya Superblock dalam struktur kota. Superblock memungkinkan 9 blok untuk menjadi satu dan membuat jalan di dalamnya bebas dari kendaraan publik dan hanya boleh dilalui mobil pribadi dengan kecepatan 10 km/jam, sedangkan pada perimeter Superblock diperbolehkan kendaraan umum lainnya. Hal ini akan diujicoba pada beberapa neighborhood yang kemudian akan diterapkan pada seluruh wilayah kota.

01 esquema superilla

Rute Hitam memperbolehkan transportasi publik dan mobil dengan kecepatan 50 km/jam, sedangkan Rute Hijau hanya memperbolehkan mobil pribadi dengan kecepatan 10 km/jam dengan memprioritaskan pejalan kaki dan pengguna sepeda. Ilustrasi: BCNecologia

tumblr_inline_o7fbgcMsHW1r97ndl_540

Kawasan potensial di Barcelona yang akan diujicoba menggunakan Superblock (pembagian secara merata pada di seluruh kota). Ilustrasi: BCNecologia

Yang menjadi sorotan utama dari pembenahan kota ini adalah bagaimana pemerintah Barcelona kembali menerapkan kota yang berbasis pejalan kaki, seperti yang dikemukakan oleh Jane Jacobs pada argumennya. Order di dalam arsitektur banyak dikemukakan, oleh Mies Van der Rohe misalnya, merupakan hubungan antara parts to the whole. Parts dan whole ini yang kemudian diimplementasikan secara gamblang oleh konsep Superblock ini membuktikan bahwa order yang dibutuhkan dalam sebuah kota yang ideal adalah bahwa jika komponen di dalamnya bekerja dengan baik dan komponen-komponen di dalamnya bekerja secara semestinya dan tidak saling mengganggu satu sama lain (Lofland,1988). Urban room yang kemudian akan lebih diutamakan di dalam kota Barcelona ini kemudian menjadi salah satu konsep yang diambil dari para pendahulunya dimana kota yang ideal dimaksudkan untuk pejalan kaki. Namun, yang menjadi pembeda adalah bagaimana konsep kota ini diterapkan pada seluruh kawasan dan bukan hanya terpusat di kawasan bisnis atau dimana orang-orang borjuis bermukim. Hal ini kemudian menekankan bahwa ideal city adalah konsep yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat, seperti yang dikemukakan oleh Adrian Forty, dimana arsitektur merupakan instrument dari social order.

shutterstock_151691564

Konsep Superblock  akan menambah wilayah bebas kendaraan untuk pedestrian.
Ilustrasi: Filipe Frazao (Shutterstock)
La Rambla in Barcelona

Apakah anda setuju dengan konsep Superblock dalam menjadikan sebuah kota sesuai dengan konsep ideal city?

Raynald Santika – 1406566413

Sumber:

Bausells, Marta. 2016. ‘Superblocks to the rescue: Barcelona’s plan to give streets back to residents’. Barcelona: The Guardian. Accessed on May 30, 2017, 8.55 AM

Bausells, Marta. 2016. ‘Story of cities #13: Barcelona’s unloved planner invents science of ‘urbanisation”. Barcelona: The Guardian. Accessed on May 30, 2017, 9.00 AM

 

 

 

Advertisements

4 Comments »

  1. Halo Raynald,

    Setelah membaca post anda, saya setuju bahwa kota ideal yang cocok untuk konteks waktu saat ini adalah kota yang diperuntukan untuk manusia, bukan kendaraannya. Hanya saja, saya rasa pembahasan anda masih kurang mendalam untuk menjelaskan sebenarnya seperti apa sih konsep superblock yang diterapkan di Barcelona? Sebenarnya apa efek yang benar-benar signifikan dan terasa di sana sehingga Barcelona dikatakan sebagai kota yang ideal? Apakah hanya dengan menambah sidewalk untuk pedestrian dapat menjadikan sebuah kota ideal? Ataukah sebenarnya konsep superblock ini juga berpengaruh terhadap zonasi lahan, mix-used space dan sebagainya yang akhirnya berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan penduduk kotanya?

    Terima kasih sudah berbagi pengetahuan baru 🙂

    Comment by hutaari — May 30, 2017 @ 13:37

  2. sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Raynald karena telah memberikan banyak informasi baru kepada saya. Infromasi mengenai Kota Barcelona sangat menarik, saya baru mengetahui bahwa sebelumnya terdapat problem yang disebabkan oleh konsep grid sebelum adanya superblock. konsep grid yang pernah digunakan oleh Kota Barcelona sangat berpotensi untuk meningkatkan area ruang terbuka hijau di kota tersebut. saya juga pernah membaca buku dari Wiryomartono (2002) bahwa salah satu kebutuhan pragmatik yang harus dipenuhi adalah daerah udara terbuka dan sinar matahari terbuka. saya berpendapat bahwa superblock yang saat ini menjadi konsep Kota Barcelona merupakan kota yang ideal, dimana pemerintah sangat mengatur setiap sistem yang berjalan di dalam kota tersebut.

    Comment by nurulgumayputri — May 31, 2017 @ 11:01

  3. Terimakasih Hutari atas tanggapannya.

    Konsep Superblock Barcelona sendiri bukan hanya berdasarkan pada meluasnya ruang untuk pejalan kaki; bahkan hal tersebut hanyalah satu dari banyak dampak positif yang ditimbulkan dari perencanaan berbentuk Superblock ini. Konsep ini sebenarnya berdasarkan pada adanya ‘pengelompokan’ sembilan blok-blok kecil yang membentuk satu blok besar bernama Superblock. Blok-blok kecil tersebut justru dapat digunakan untuk aktivitas dan kebutuhan ruang yang berbeda-beda sehingga Superblock satu dan yang lainnya memiliki peruntukkan yang berbeda. Hal ini yang juga menjadi kelebihan Barcelona sehingga masing-masing fungsi Superblock berbeda dan dapat mengkomplimen satu sama lain membentuk suatu kota yang holistik.

    Overall, terimakasih terhadap point of view yang berbeda tentang konsep ini. 🙂

    Comment by raynaldsantika — June 6, 2017 @ 12:00

  4. Terimakasih Gumay atas tanggapannya.

    Mengenai pendapat anda tentang kebutuhan daerah udara dan sinar matahari terbuka untuk penduduk, sebagai tambahan, Barcelona juga menerapkan batas ketinggian bangunan dan peruntukkannya (dapat diasosiasikan dengan KLB di Indonesia) sehingga daerah pusat kota dan daerah pemukiman dapat dibedakan densitas gedung-gedung tingginya. Hal ini tentu dapat menambah kualitas hidup bagi penduduk yang menggunakannya.

    Comment by raynaldsantika — June 6, 2017 @ 12:03


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: