there’s something about geometry + architecture

June 1, 2017

Cat’s External Force

Filed under: Uncategorized — nurulgumayputri @ 12:49

Makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan dengan sangat sempurna bentuknya seperti manusia, hewan dan tumbuhan yang memiliki keunikan masing-masing. Kali ini saya akan membahas tentang hewan yang merupakan makhluk hidup yang sempurna. Kesempurnaan yang dimiliki oleh hewan terbentuk secara alami berdasarkan jenis dan tempat hidupnya. Proses terbentuknya kesempurnaan anggota tubuh hewan dapat melalui internal force dan eksternal force. Seperti yang telah kita ketahui bahwa internal force terjadi karena pembentukan metabolisme dari dalam tubuh hewan tersebut sehingga menghasilkan berbagai macam bentuk tubuh hewan. Internal force menghasilkan berbagai macam jenis hewan di seluruh dunia yang menuntut agar memiliki tubuh seperti itu. Sebaliknya, eksternal force adalah proses pembentukan tubuh hewan berdasarkan kemampuannya untuk bertahan hidup. Eksternal force terjadi saat tuuh hewan merespon adanya ancaman dan gangguan dari lingkungan sekitar, selain itu eksternal force juga terjadi agar hewan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya akan makanan. Berikut adalah contoh hewan yang memiliki proses eksternal force dalam hidupnya sehingga dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang ekstrim.

Hewan Dengan Bulu Paling Unik Gambar terkait

Gambar 1 Kucing Siberia

Hasil gambar untuk kucing kampung Hasil gambar untuk kucing kampung

Gambar 2 Kucing Domestik / Kucing Kampung

            Kucing Siberia berasal dari Siberia, Rusia kucing ini memiliki bulu yang sangat lebat dan panjang khususnya pada bagian tubuhnya yang lebih membutuhkan kehangatan. Dengan adanya bulu yang lebat dan panjang, membuat kucing ini dapat berjalan dan bermain seperti biasa diatas salju saat kawasan Siberia sedang di terpa musim salju. Walaupun saat musim salju, suhu di Siberia sangat dingin namun kucing ini mampu bertahan karena adanya Force Eksternal yang membiasakan dirinya untuk hidup d kawasan bersalju. Force Eksternal yang terjadi pada kucing Siberia menuntut kucing agar tetap merasa hangat dan bertahan hidup di udara dingin, oleh sebab itu bulu kucing tumbuh panjan dan lebat untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya.

            Sebaliknya, kucing domestik yang sering terdengar dengan istilah kucing kampung miliki bulu yang pendek. Kucing domestik ini dapat dijumpai di seluruh dunia termasuk di Indonesia, memiliki warna yang beragam dan tentunya berbulu pendek. Kucing ini juga memiliki force eksternal layaknya kucing Siberia, di negara-negara tertentu yang berada di kawasan tropis seperti di Indonesia tentunya memiliki suhu udara yang panas. Kucing domestik ini menyesuaikan tubuhnya dengan udara di kawasan tempat tinggalnya sehingga bulu yang tumbuh di badan tidak selebat dan sepanjang kucing Siberia yang tingal di salju.

Gambar terkait Hasil gambar untuk perbedaan gigi kucing hutan dan gigi kucing peliharaan

Gambar 3 Gigi Kucing Domestik dan Gigi Kucing Hutan

Kucing Domestik dan Kucing Hutan memiliki struktur gigi yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki 30 buah gigi permanen yang sebelumnya terdapat gigi susu berjumlah 26 buah hingga akhirnya tanggal saat kucing berusia 11-30 minggu. Walaupun memiliki jumlah gigi yang sama namun bentuk, ukuran dan fungsi gigi yang dimiliki oleh Kucing Domestik dan Kucing Hutan berbeda. Kucing Domestik memiliki gigi taring yang kecil, tipis dan juga melengkung ke dalam, gigi lainnya juga berukuran kecil. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi oleh jenis Kucing Domestik ini, umumnya yang dikonsumsi oleh kucing dapat berupa makanan yang bertekstur padat dan juga lembut. Bentuk dan struktur gigi Kucing Domestik tercipta karena adanya eksternal force berupa jenis makanan yang di konsumsi, karena jenis makanan mudah untuk dikunyah maka gigi kucing terbentuk sesuai kebutuhannya.

Jika diperhatikan, gigi Kucing Hutan memiliki struktur yang lebih kuat dan kokoh dibandngkan Kucing Domestik, kucing ini memiliki gigi taring yang sangat besar dan panjang, bahkan dapat melebihi ukuran mulutnya sehingga saat menutup mulut gigi taring Kucing Hutan tetap terlihat. Perbedaan bentuk dan ukuran gigi kucing hutan juga dipengaruhi oleh eksternal force untuk mempertahankan hidupnya. Di hutan, kucing terbiasa dengan kehidupan liar mencari makan dengan cara berburu, jenis makanan yang dikonsumsi pun dapat berupa daging segar yang bertekstur keras sehingga membutuhkan gigi taring yang kuat untuk mencabik makanannya. Selain itu adanya ancaman musuh di hutan menuntut kucing untuk dapat mempertahankan dirinya seperti menggigit musuh, mencakar, dan juga memanjat pohon, tentunya kuku yang dimiliki oleh Kucing Hutan juga lebih tajam dan besar dibandingkan Kucing Domestik.

Yang dapat kita pelajari dari eksternal force pada kucing adalah adanya kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya. Jika dikaitkan dalam arsitektur maka manusia yang berada di dalam space juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Khususnya untuk seorang arsitek pada saat merancang tempat tinggal, ia harus menyesuaikan rancangan dengan budaya lokal yang ada di daerah tersebut.

Nurul Gumay Poetri

1306367315

 

Referensi

http://www.gadis.co/5-hewan-dengan-bulu-paling-unik-2493/

http://kucingmu.com/meong/kucing-siberian-sejarah-ciri-fisik-sifat-cara-merawat-dan-harga-jualnya/

 

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: