there’s something about geometry + architecture

June 3, 2017

Arsitektur yang Bernyanyi: Le Cylindre Sonore

Filed under: Uncategorized — afifahkar @ 18:09

Selain makhluk hidup, menurutmu, apa lagi yang bisa bernyanyi? 🙂

Arsitektur! Adalah Le Cylindre Sonore, suatu arsitektur yang bisa bernyanyi. Le Cylindre Sonore terletak dalam sebuah kebun Bambu di kota Paris. Nah, kalau kamu berencana berlibur ke Paris di liburan depan, kamu harus banget mengunjungi ini.

Le Cylindre Sonore, Bamboo Garden, Parc de la Villette

archdaily 1

Kalau kamu mengunjunginya, fisik dari arsitektur Le Cylindre Sonore memang terlihat hanya begitu saja. Berbentuk melingkar dan terlihat kaku. Tapi tunggu, jangan keburu keluar dari silinder itu. Karena bukan visual yang membuatnya menarik, tapi bunyi yang dihasilkannya. Coba kamu masuk ke dalam, lalu dengarlah suara alam yang seperti diperbesar dan menerus, seperti musik.

Bernhard Leitner, perancang Le Cylindre Sonore, merancang fisik berdasarkan bagaimana bunyi lingkungan sekitar Le Cylindre Sonore dapat menjadi material dari arsitekturnya (Martin, 1994). Dalam memproses arsitektur Le Cylindre Sonore, Leitner melalui serangkaian diagram berikut.

Bentuk fisik Le Cylindre Sonore adalah dua dinding silinder separuh yang saling berhadapan, sehingga membentuk ruang diantaranya (Soundlandscapes, 2015). Jika kita berada di ruang tersebut, kita dapat mendengar suara dari lingkungan sekitarnya.

Kelihatannya sih bentuknya biasa banget, tapi, bentuk silinder yang saling berhadapan serta bermaterial keras tersebut ternyata amat penting. Karena ia merupakan resonator yang membuat suara dari lingkungan sekitar jadi saling terpantul dan terdengar bergema cukup keras saat kita berada di antaranya (Martin, 1964).

Suara tersebut masuk ke Le Cylindre Sonore melalui delapan titik sumber (Martin, 1964). Dibalik delapan panel kotak-kotak yang mengelilingi dinding silinder, sebenarnya tersimpan loudspeaker, dan dari sinilah bunyinya keluar. Suara yang keluar dari loudspeaker merupakan suara alamiah dari lingkungan sekitar Le Cylindre Sonore, seperti, suara dari air yang jatuh dan mengalir, bahkan suara kendaraan yang lewat di dekat Le Cylindre Sonore. Suara apapun yang masuk menjadi suara yang terproduksi. Silinder ini membuat suara menjadi terus terpantul, sehingga suara menjadi terus berlanjut, dan terbentuklah musik alami.

Jadi sebetulnya, Le Cylindre Sonore tidak benar-benar bernyanyi, sih. Tapi elemen fisik arsitektur coba disusun oleh Leitner, sehingga potensi suara-suara alam sekitarnya menjadi lebih besar, dan terus terpantul, sehingga menjadi sebuah musik.

Maka, musik yang dihasilkan tidak akan pernah sama, ia akan sangat bergantung dengan sumber suara dari lingkungan disekitarnya.  Suara alam inilah yang menjadi geomretri dari Le Cylindre Sonore. Berikut beberapa link yang merekam contoh variasi musik yang dihasilkan dari Le Cylindre Sonore.

Musik yang terbentuk inilah yang menjadi arsitektur dari Le Cylindre Sonore.

Afifah Karimah

1606841830

Referensi:

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: