there’s something about geometry + architecture

March 25, 2016

Fibonacci Spiral dalam Fotografi

Fotografi tanpa Golden Ratio tidak indah?

golden-ratio-photography-644x250

Sebagaimana yang sudah kita ketahui, Golden Ratio atau Golden Section merupakan angka rasio/ perbandingan yang diperoleh dari pembagian satu angka dalam deret Fibonacci dengan angka sebelumnya.

Berikut adalah hasil pembagiannya:

Golden Ratio = 1,618; 233 / 144 = 1,618; 377 / 233 = 1,618; 610 / 377 = 1,618; 987 / 610 = 1,618; 1597 / 987 = 1,618

fibonacci-spiral-explanationFotografi memiliki kaitan yang erat dengan komposisi geometri. Bagaimana kemampuan kita menyusun objek pada frame merupakan hal yang fundamental dalam fotografi.komposisi-foto-golden-ratioDapat kita lihat bahwa komposisi foto Golden Ratio meletakkan objek utama pada titik persimpangan dua garis horizontal yang memiliki
perbandingan 1:1,6 atau 38/62. Bentuk spiral ini secara natural membawa mata menuju titik fokus ke arah luar sisi frame. Saat ini pun bentuk spiral dalam fotografi dapat kita jumpai pada kamera handphone yang sering kita gunakan. Sebagai panduan untuk kita yang tidak ahli dengan ilmu fotografi.golden-ratio-apps

how-to-use-fibonacci-spiralFoto diatas mencoba menangkap matahari terbenam di senja menjelang malam penuh kabut dengan warna merah dari dedaunan yang berjatuhan,  kemudian disisipkan pula seseorang yang sedang merambati sisi jalan dengan tenang. Foto ini menjadikan garis pada pohon menjadi titik focus dengan menggunakan teknik Golden Ratio.

Henri Cartier-Bresson(1908–2004), adalah seorang fotografer humanist dari prancis yang terkenal dengan julukan Master of Candid Photography. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa Cartier-Bresson menggunakan Fibonacci Spiral atau Golden Ratio sebagai landasannya dalam mengambil gambar, namun ia belajar untuk menjadi seorang pelukis pada awalnya. Sehingga menjadi tidak asing bagi Cartier-Bresson dengan hal-hal seperti Classical Rules of Composition. Dimana ia telah mendalami teknik ilmu komposisi klasik. Berikut adalah fotografi jalanan oleh Cartier-Bresson:

Teknik Golden Ratio merupakan salah satu landasan dari banyaknya landasan teknik fotografi yang ada. Namun bagi beberapa fotografer, Golden Ratio dan Fibonacci Ratio menjadi teknik yang paling superior  untuk mengkomposisi foto-foto.

Annisa Putri Lestari (1306367694)

Referensi:

Patkar, Mihir. Using the Golden Ratio in Photography for Better Composition. 2015. http://www.makeuseof.com/tag/golden-ratio-photography/

What is the ‘Golden Ratio’ and why is it better than the ‘Rule of Thirds?’. 2015. http://photo.stackexchange.com/questions/8965/what-is-the-golden-ratio-and-why-is-it-better-than-the-rule-of-thirds

Kim, Eric. Objectivity vs Subjectivity: What Makes a Great Street Photograph?. http://erickimphotography.com/blog/2011/11/28/objectivity-vs-subjectivity-what-makes-a-great-street-photograph/

Brandon, James. Divine Composition With Fibonacci’s Ratio (The Rule of Thirds on Steroids). http://digital-photography-school.com/divine-composition-with-fibonaccis-ratio-the-rule-of-thirds-on-steroids/

Marshall, Jason. How to Use the Golden Ratio to Take Better Pictures. 2010. http://www.quickanddirtytips.com/education/math/how-to-use-the-golden-ratio-to-take-better-pictures

2 Comments »

  1. Saya tertarik dengan salah satu pernyataan yang ada di dalam artikel ini, “Fotografi memiliki kaitan yang erat dengan komposisi geometri. Bagaimana kemampuan kita menyusun objek pada frame merupakan hal yang fundamental dalam fotografi.” Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah golden ratio yang ada di dalam sebuah karya fotografi hanya dapat diterapkan ke dalam komposisi objek dalam foto saja? Jika ada pengaruh lainnya, apa contohnya? Kemudian, saya juga melihat bahwa golden ratio yang digunakan selalu sebesar frame foto, apakah harus selalu seperti itu? Jika misalnya saya menggunakan teknik golden ratio dengan posisi miring sekian derajat, akankah tetap memenuhi syarat golden ratio?

    Comment by sekarasrini — March 27, 2016 @ 13:31

  2. Tulisan yang sangat menarik. Saya sangat minim pengetahuan di bidang fotografi, sehingga penggunaan golden ratio pada teknik pengambilan gambar mungkin akan sangat membantu saya. Jika di dalam penjelasan dan contoh-contoh gambar, objek-objek yang “disusun” di dalam golden ratio adalah didominasi oleh objek benda dan manusia ataupun hewan, apakah warna juga dapat menjadi perhatian di dalam “penyusunan” objek di dalam golden ratio fotografi? dan apakah ada aturan khusus mengenai susunan warna-warna pada objek yang akan di foto menggunakan teknik golden ratio?

    Comment by rizka chairunnisa — March 27, 2016 @ 21:03


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: