there’s something about geometry + architecture

April 2, 2012

Basketball: Olahraga yang Penuh dengan Geometri

Filed under: Uncategorized — rayprasetya @ 13:01

Baru saja saya melihat pos di bawah yang menceritakan tentang penerapan geometri pada olahraga softball. Pada pos ini saya akan coba share mengenai olahraga bola basket yang menurut saya sangat banyak mengandung unsur geometri di dalamnya.

Court Geometry

Diameter dari ring basket 18 inch, jarak antar ring ke ring satunya 94 ft, diameter bolanya 9.4 inch, lebar lapangan 50 ft, dan jarak antara garis 3 point ke ring 19 ft.

Basketball Court

Shooting

Memperhatikan 3 hal penting: sudut, impuls, dan posisi dari tangan. Saat akan menembak bola dari jarak jauh, kita akan menggunakan sudut yang lebih besar. Namun saat menembak dari jarak dekat, misalnya free throw, lebih baik menggunakan sudut yang lebih kecil. Begitu pula apabila saat menembak, ada lawan yang mengawal di depan kita, posisi tangan kita akan lebih baik diangkat setinggi mugkin agar tenaga yang dikeluarkan lebih besar dan bola dapat melewati di atasnya.

Carmelo Anthony menembak bola

Bounding

Bola basket dapat memantul dan tenaga yang kita keluarkan sangat berpengaruh pada kekuatan bola memantul. Tentu kita harus memperkirakan kekuatan bila akan mengoper dengan pantulan. Begitu pula saat melakukan dribbling, sudut dan kekuatan yang kita berikan pada bola dapat mempengaruhi dribbling kita. Bila terlalu dekat dengan badan, dikhawatirkan dapat mengenai kaki kita bila sudutnya tidak tepat. Bila sudutnya jauh dari kita, bola bisa mudah direbut musuh.

Parabola in Shooting

Mengerti efek parabola ketika menembak bola sangat penting. Bola akan melengkung naik lalu turun menuju ring. Pada dasarnya, semakin tinggi parabola akan semakin mudah bola masuk ke dalam ring. Sebaliknya, semakin rendah parabola akan semakin tinggi kemungkinan bola mengenai rim.

Parabola

Geometry in Rebounding

Setiap kali bola ditembak, akan ada kemungkinan bola tersebut gagal masuk jika mengenai rim, atau papan. Bola tersebut kemudian akan memantul untuk diperebutkan (Rebound). Hal yang kita harus mengerti adalah jika bola ditembak semakin jauh jaraknya dari ring, tenaga yang dikeluarkan akan lebih besar dan membuat bola memantul lebih jauh. Selain itu, arah pantul bola juga tidak dapat ditebak dengan mudah, bisa kembali ke arah pemain, ke samping, atau bahkan ke belakang papan. Namun bila kita menembak bola dari jarak dekat, misalnya area free throw, tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu kuat sehingga bola memantul lebih dekat di area penembak. Arah pantul juga biasanya mudah ditebak. Biasanya bola akan kembali ke arah depan dekat dengan penembak, sehingga bola seperti ini akan lebih mudah di rebound.

Defensive Implications

Dalam melakukan defense, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana geometri diterapkan. Ketika melakukan defense, kita harus berusaha melakukan steal sebanyaknya, mencegah agar tidak tertipu trik lawan, dan menghentikan lawan mencetak angka. Implikasi pertama adalah posisi tubuh kita saat menjaga lawan. Bila kita akan menempatkan sudut pada tubuh kita ketika menghadap musuh, lebih baik menghadap musuh dengan badan kita setengah miring ke samping. Dengan ini, jika lawan berusaha mendribel melewati kita, kita akan lebih sigap mencegahnya dibandingkan jika tubuh kita tepat menghadap musuh. Implikasi kedua adalah posisi kaki kita. Apabila kaki kita semakin ditekuk, akan semakin cepat kita saat mulai berlari. Begitu pula dengan telapak kaki bagian depan bila ditempatkan selalu menempel pada lantai, kita akan semakin cepat, karena contact kaki dengan lantai akan lebih cepat.

Posisi Butler menjaga James

2 Comments »

  1. Ilmu geometri memang dapat diterapkan ke segala bidang termasuk olahraga. Pada bidang olahraga geometri diaplikasikan dalam bentuk teori-teori yang mendukung kesuksesan permainan yang dihubungkan geometri tubuh manusia. Seperti dalam permainan bola basket menguasai geometri gerak tangan dan tubuh sangat berpengaruh dalam teknik memasukkan bola, men-drible, serta men-defense bola dari lawan. Oleh karena itu seorang pelatih olahraga mengajari anak didiknya terlebih dahulu dengan penyampaian yang berhubungan dengan geometri walau tanpa mereka sadari. Tentunya teori yang sudah didapat harus diimbangi dengan banyak-banyak latihan.

    Comment by bambangutoro — April 3, 2012 @ 10:16

  2. Ternyata pada pengaplikasian olahraga ini juga terdapat geometri. Teknik-teknik yang telah disebutkan di atas menjadi panduan yang baik bagi orang yang memang ingin mendalami olahraga ini. Begitu juga seperti komen yang telah disebutkan di atas saya, pelatih olahraga akan melatih teknik dasar seperti bagaimana posisi dan sikap badan yang efektif pada defense, shoot dsb yang pada akhirnya akan membentuk form yang baik saat bermain. Namun, menurut persepsi saya, teknik dasar yang diajarkan oleh pelatih dapat diambil esensinya. Setelah itu mengenai form dll tergantung bagaimana pemain itu menyikapi cara yang paling nyaman menurutnya. Seperti contoh pada shoot, tidak semua pemain basket mempunyai form shoot yang sama, bahkan sampai dari tingkat parabola bola yang dilepaskan. Seorang pemain NBA yang terkenal dan luar biasa seperti Kobe Bryant sekalipun saat melepas tembakan, tingkat parabola nya tidak sempurna bahkan hampir datar, namun anehnya tetap saja masuk. Teknik dasar seperti yang disebutkan di atas memang penting, tetapi pada akhirnya akan kembali lagi pada persepsi diri sendiri menyikapinya.

    Comment by hafizhmahdi — April 4, 2012 @ 15:06


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: