there’s something about geometry + architecture

March 27, 2017

Jadi, yang lurus yang mana?

Filed under: Uncategorized — dicflavidya @ 01:01

post ini dilatarbelakangi dengan materi pada kelas geometri arsitektur minggu kelima (6/3/16) yang membahas tentang euclidean geometry & architecture. Saya tertarik mengenai pembahasan bahwa Postulat Euclid pertama dan kedua “A straight line can be drawn from any point to any other point”, “a finite straight line can be drawn continuously in a straight line” tidak lagi relevan dalam konteks selain 2 dimentional.

perdebatan mengenai teori ini sudah banyak diperdebatkan dan mayoritas ‘dipaksa’ dimenangkan oleh, ya memang bumi itu bulat, tidak ada garis yang benar benar lurus. positive curvature 0.001 derajat dari sebuah permukaan masih membuatnya tidak dianggap garis lurus karena apabila dua garis diperpanjang dengan kemiringan tersebut tetap akan berpotongan.

Tapi pernahkah anda berpikir apa pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari kita?

Ya pengaruhnya tidak akan terasa pada skala kita sebagai manusia kecuali anda hendak membangun bangunan yang memiliki lebar hinggga ratusan kilometer untuk merasakan kemiringan tersebut. Kurvatur bumi terlalu besar untuk kemiringan tersebut dapat terasa. Sehingga sah-sah saja meski kita selama ini terjebak dalam ke-lurus-an yang sebenarnya semu.

Namun yang menjadi pertanyaan, ketika melakukan atau mencari tahu percobaan mengenai garis lurus, Saya merasa kita terlalu sibuk pada hal-hal yang berkaitan dengan permukaan bumi yang “datar”.  Karena ingin membuat bangunan dengan patokan lurus di tanah dan lain hal nya. Mari kita kembali lagi kepada elemen yang mengawali semua perdebatan ini. Gravitasi.

untuk mendapat garis lurus, mungkin kita harus berpikir secara vertikal. Seperti saat Newton melihat fenomena apel jatuh. Angin mungkin bisa dibilang menjadi faktor yang menggoyahkan. Tapi bukankah lebih mudah mengeliminasi faktor angin dibanding menyiapkan waterpass yang panjangnya menandingi 1 serajat saja curvature bumi sehingga kemiringan 1 derajat tersebut terlihat?

40,030 km/360 derajat ~ 111.19444,… km waterpass untuk menangkap perubahan kemiringan bumi sebesar 1 derajat. Hebat sekali bukan?

meski tidak berpengaruh banyak dalam kehidupan manusia, namun teori tersebut dapat dibilang sangat berpengaruh terhadap filosofi dan desain seorang arsitek besar Antoni Gaudi;

Image result for there are no straight lines in nature quote

Atau mungkin teman-teman yang lain memiliki cara lain, bagaimana cara mendapat garis yang pasti lurus (dalam konteks 3 dimensi) ?

source gambar 1

source gambar 2

 

 

Advertisements

1 Comment »

  1. menurut post ini, berarti ketika kita membuat garis lurus di permukaan bumi dengan sangat panjang, at some point garis itu akan menjadi garis lengkung juga. lalu apakah garis yang lurus secara horizontal itu benar-benar ada? jika ya, apakah terdapat batas maksimum hingga sebuah garis lurus tidak dapat dikatakan lurus lagi?

    Comment by hutaari — March 27, 2017 @ 05:32


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: